-->

Peristiwa Toggle

Komisi X DPR Plesiran ke India Cari Buku Murah

Komisi X DPR mengklaim kunjungan kerja ke India sebagai usaha wakil rakyat menyempurnakan Rancangan Undang-Undang Kebudayaan dan Perbukuan. Alasan memilih India, karena di sana harga buku murah.

“Buku-buku itu murah, kita harus punya brand mark. Mengapa buku bisa menjadi murah sekali, mengapa?” kata anggota Komisi X DPR Dedi Suwandi Gumelar di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, seperti dikutip merdeka.com 4 Maret 2013.

Selain itu, para wakil rakyat juga ingin mempelajari ‘jurus’ tanah hindustan, mengapa regulasi soal pendidikan di India itu hebat, murid-murid sekolah banyak yang pintar.

Kunker dijadwalkan berangkat tanggal 17 Maret, selama enam hari. Selain India, para wakil rakyat juga mengagendakan kunjungan ke Yunani dan Turki.

Ke Turki dan Yunani, Komisi X DPR ingin belajar soal kebudayaan di sana. Para wakil rakyat terpikat oleh slogan Turki sebagai negara peradaban. Untuk itu, mereka ingin menggali informasi di sana untuk menyusun RUU Kebudayaan dan Perbukuan.

“Turki adalah satu negara peradaban, dulunya peradaban Islam. Mengapa mereka bisa hebat. Perilaku masyarakat jauh lebih baik,” terangnya.

Menurut Miing, panggilan akrab Dedi, Komisi X DPR memiliki payung hukum jelas melakukan kunker ke luar negeri. Tujuannya untuk menata masyarakat Indonesia jauh lebih baik.

“Fraksi sudah dapat izin, dan tidak ada yang dilanggar,” terangnya.

Terkait anggaran kunker tersebut, Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menaksir, anggarannya mencapai Rp 3,1 miliar. Angka tersebut, dinilai sebagai upaya menghamburkan uang rakyat ketimbang hasil yang nyata.

“DPR akan mengunjungi tiga negara, dan alokasi total anggaran ketiga negara akan menghabiskan sebesar Rp 3.179.160.000,” kata Uchok dalam siaran pers, Minggu (3/3).

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan