-->

Peristiwa Toggle

OBITUARI | J Soedjati Djiwandono

Jakarta – Pengamat internasional J Soedjati Djiwandono (79) meninggal dunia, Rabu (9/1), di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, karena komplikasi berbagai macam penyakit. Jenazah kakak mantan Gubernur Bank Indonesia Soedradjat Djiwandono itu disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit St Carolus, dan menurut rencana akan dikebumikan pada hari Sabtu di TPU Pondok Rangon.

Soedjati dirawat di Rumah Sakit St Carolus pada 8 Desember 2012. Oleh karena kondisinya membaik, pada 18 Desember 2012 ia kembali ke rumah. Namun, pada tanggal 29 Desember 2012 ia kembali dirawat karena mengalami komplikasi gagal ginjal, pembesaran jantung, tekanan darah tinggi, dan alzheimer.

Rabu, sekitar pukul 15.00, kondisinya terus menurun, dan mengembuskan napas terakhir pukul 17.30. Ia meninggalkan seorang istri, Vonny Djiwandono, dua anak, dan tiga cucu.

Ahli Rusia

Komentar dan tulisan Soedjati Djiwandono kerap menghiasi sejumlah surat kabar pada saat Perang Dingin, antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, masih berlangsung. Pada saat itu, ia dianggap sebagai salah seorang ahli Uni Soviet (kini Rusia) yang dimiliki Indonesia.

Itu tidak mengherankan karena pria kelahiran Yogyakarta, 13 Oktober 1933, ini memperoleh gelar bachelor of arts dari Political Science and Russian Faculty of Arts, University of Otago, Selandia Baru, pada tahun 1965.

Soedjati kemudian meraih gelar doktor dalam hubungan internasional dari The London School of Economics and Political Science, 19 Januari 1983.

Soedjati juga merupakan salah seorang pendiri dan mantan Direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Meskipun dikenal sebagai salah seorang ahli Uni Soviet, tetapi Soedjati sesungguhnya juga mendalami masalah-masalah internasional lainnya, seperti ASEAN, Indochina, dan Asia Pasifik.(cal/ong)

*)Kompas, 10 Januari 2013

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan