-->

Peristiwa Toggle

Minat Baca Buku Berbahasa Sunda di Cianjur Minim

CIANJUR — Minat baca masyarakat di Kabupaten Cianjur terhadap buku berbahasa Sunda dinilai masih sangat minim. Akibatnya, pembuatan karya sastra Sunda ikut terhambat.

Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpusatakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Cianjur, Ade Mustopa Kamal menyebutkan, jumlah pengunjung perpustakaan daerah yang meminjam buku berbahasa Sunda sangat minim. Dari sekitar ratusan yang merupakan pengunjung tetap, hanya sekitar 1% yang dinilai meminati buku berbahasa Sunda.

“Dampaknya, katalog buku berbahasa Sunda juga sangat minim karena hilangnya minat penulis membuat karya sastra berbahasa Sunda atau semakin minimnya penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ade, sebagaimana dikabarkan situs daring inilah.com, 3 Januari 2013.

Ade menyebutkan, koleksi buku berbahasa Sunda di Perpustakaan Daerah Kabupaten Cianjur lebih kurang sebanyak 500 eksemplar dari jumlah keseluruhan koleksi buku berbagai jenis sebanyak hampir 16.000 eksamplar. Pembaca pun lebih tertarik dengan buku-buku pengetahuan umum maupun karya novel.

“Setiap harinya, pengunjung rata-rata sebanyak 50-100 orang. Mayoritas pengunjung kalangan pelajar,” tuturnya.

Ade mengaku prihatin dengan dengan masa depan buku dan karya sastra Sunda. Banyak buku berbahasa Sunda tidak sekadar memperkenalkan penggunaan tata bahasa Sunda, tetapi sarat pesan menjaga lingkungan sekitar hingga tatanan perilaku.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur Jimmi Perkasa Has menuturkan, jumlah buku berbahasa Sunda yang beredar belum bisa dikatakan cukup baik untuk memunculkan kesadaran warga membaca atau merangsang minta baca.

“Manfaat lain dari membaca yakni kepercayaan diri sendiri akan muncul karena semuanya dibekali dengan ilmu. Dengan sendirinya kemajuan pribadi dan lingkungan akan banyak berpengaruh,” tuturnya.

Jimmi menyayangkan minimnya perhatian Pemkab Cianjur menyediakan koleksi buku di Perpustakaan Daerah. Malahan koleksi buku yang ada saat ini masih merupakan koleksi lama. “Upaya menyadarkan masyarakat untuk membaca buku harus dibarengi juga dengan ketersediaan koleksi buku yang ada di perpustakaan selengkap mungkin,” pungkasnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan