-->

Tokoh Toggle

Fira Basuki | Luncurkan Buku Baru dan Berbagi Tips Menulis

Novelis Fira Basuki meluncurkan buku terbaru, “Cerita di Balik Noda”, di Jakarta. “Noda artinya banyak, bisa juga keburukan hati yang harus kita bersihkan,” kata Fira saat peluncuran buku, sebagaimana dikabarkan situs daring antaranews.com, 31 Januari 2013.

Buku ke-27 Fira berisi 42 cerita dan 38 di antaranya diilhami cerita ibu Indonesia yang dituturkan kembali oleh Fira. Dia mengaku mendapat inspirasi dari pengalaman pribadi bersama keluarga dalam menulis empat cerita lainnya. Salah satunya cerita “Sarung Ayah”.  “Sarung suami saya ternyata dibawa tidur sama anak saya, nggak dicuci-cuci sampai bukan bau suami saya lagi yang tertinggal di sana, tapi bau iler,” tutur ibu dari dua orang anak itu.

Tips Menulis Novel

Novelis Fira Basuki berbagi tips untuk para penulis novel pemula usai meluncurkan buku ke-27 yang berjudul “Cerita di Balik Noda”.

Menurut penulis yang dikenal dengan karya-karya novel seperti “Jendela-Jendela”, “Pintu”, dan “Atap” itu, niat menulis haruslah tulus dari hati. “Kalau sesuatu dimulai dari hati, hasilnya akan maksimal,” kata ibu dari dua anak itu.

Dia juga menyarankan penulis pemula meminta saran dari orang lain, tapi jangan sampai bertanya pada orang yang salah. Menurut dia, sebaiknya penulis pemula menghindari meminta saran dari orang-orang dekat karena pendapat mereka cenderung tidak obyektif.

“Mereka akan bilang bagus. Cari masukan dari orang yang netral,” ujar jebolan Wichita State University itu.

Kalau tulisan sudah selesai, Fira berpesan agar penulis tidak merasa sudah membuat tulisan bagus dulu. “Jangan berharap tulisan itu paling bagus sedunia,” katanya. Penulis, lanjut dia, sebaiknya juga memilih penerbit yang sesuai dengan gaya tulisan.

“Kadang sebuah karya bagus nggak bisa dipublikasikan karena salah penerbit. Jadi jangan sampai putus asa ketika ditolak satu penerbit padahal alasannya karena nggak sesuai dengan misi penerbit,” tutur Editor in Chief Majalah Cosmopolitan itu.

Fira juga menyarankan penulis pemula terus berkarya setelah buku pertamanya selesai terbit. “Jangan mati-matian di buku pertama terus berhenti, tidak berkarya lagi, terus hilang ditelan Bumi. Harus mengerti, kalau ada yang meminati bukunya, berarti harus terus berkarya,” katanya.

Fira mengaku selalu berusaha menulis dari hati sehingga tidak pernah kehilangan ide untuk menulis. “Kalau nulis dari dalam hati, yang namanya ide tulisan akan jalan terus,” demikian Fira Basuki.

Menikmati Menulis Beragam Buku

Fira Basuki mengaku menikmati menulis beragam buku, termasuk menulis kembali kisah para ibu di Indonesia dalam buku “Cerita di Balik Noda”. “Tulisan orang awam kan terkadang kurang fokus, jadinya nggak menarik. Saya tulis lagi dengan gaya saya. Cerita-cerita itu saya sederhanakan dan luaskan maknanya, jadi bervariasi,” kata dia usai peluncuran buku “Cerita di Balik Noda” di Jakarta, Kamis.

Fira mengaku tetap menikmati proses menulis “Cerita di Balik Noda” meskipun tidak semua ide murni berasal darinya. Dari 42 kisah dalam buku itu, hanya empat cerita yang seratus persen dia buat sendiri.

“Sama enaknya (dengan menulis novel sendiri). Saya kan nulis segala macam, chicklit, novel sastra, buku anak, sampai biografi, tapi no complain karena hidup saya untuk menulis,” tuturnya. Dia menerima tantangan menulis beragam dengan senang hati.

Fira sedang mengerjakan novel “Loji”. Dia juga mengerjakan proyek buku berisi kisahnya bersama sang suami, Hafez, yang sudah almarhum. Dan dia masih ingin mengerjakan banyak hal, termasuk melanjutkan chicklit “Ms. B” yang sudah dibukukan dalam beberapa volume.

“Kendalanya waktu. Tanganku cuma dua tapi kesibukannya setumpuk,” selorohnya.

Penulis yang sudah menelurkan 27 karya itu mengaku tidak pernah punya target untuk menerbitkan buku dalam kurun waktu tertentu. “Kecuali buku pesanan ya. Novel Loji itu sudah berapa tahun belum selesai. Tapi kalau tiba-tiba ada mood dan waktu pasti selesai. Jadi saya nggak pernah ada target, tapi Alhamdulillah tiap tahun ada saja buku yang keluar,” ujarnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan