-->

Peristiwa Toggle

DPR Khawatir Pembukaan Arsip G30S/PKI Timbulkan Kegaduhan

JAKARTA — Arsip Nasional RI (ANRI) berencana membuka arsip dokumen kasus G30S-PKI yang selama ini dirahasiakan. Namun pihak DPR khawatir langkah keterbukaan terhadap publik tersebut justru menimbulkan kegaduhan baru. “Keterbukaan dokumen G30S-PKI harus dikoordinasikan dengan lembaga lain, karena akan menimbulkan kegaduhan,” ujar anggota Komisi II DPR RI Salim Mengga, sebagaimana diberitakan di situs daring detik.com, 29 Januari 2013.

Salim mengatakan ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan ketua ANRI, M Asichin. Rapat tersebut juga dihadiri MenPan Azwar Abubakar, Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Saat ini menurutnya, ada penguasaan opini dan pengkambinghitaman G30S-PKI. Terlebih lagi, muncul kritik terkait penguasaan opini terhadap sejarah kelam bangsa pada masa tersebut.

Pihak ANRI sendiri saat ini sedang membahas keterbukaan informasi, khususnya G30S-PKI. Upaya ini menurut ANRI adalah perwujudan UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Saya sangat setuju, kita nantinya akan lebih berhati-hati. Mendengarkan banyak pihak termasuk Komisi II nanti untuk bicara,” ujar ketua ANRI M Asichin saat menanggapi pertanyaan Salim.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan