-->

Peristiwa Toggle

Bali Terkenal karena Penulis Asing

DENPASAR — Bupati Badung Anak Agung Gde Agung menyatakan, Bali terkenal sebagai destinasi wisata internasional karena banyaknya tulisan yang dibuat oleh orang-orang asing.

“Kemasyuran Bali dengan panorama alam, adat dan seni budaya juga diperkenalkan oleh para arkeolog luar negeri yang melakukan penelitian tentang budaya Bali,” katanya saat menerima kunjungan Richard Mann, seorang penulis asing yang telah merampungkan puluhan judul buku tentang Bali di Mangupura, Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa.

Menurut Bupati, tulisan-tulisan dari orang asing mengenai Bali itu menjadikan Pulau dewata dikenal luas ke penjuru dunia. Kabupaten Badung salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Bali memiliki objek wisata yang tersebar pada enam kecamatan, yakni Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Salah satu objek yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia (WBD) adalah Pura Taman Ayun yang merupakan satu kesatuan dengan Catur Angga Batukaru Kabupaten Tabanan dan daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan, Kabupaten Gianyar.

Gde Agung menambahkan bahwa keberadaan Taman Ayun sebagai cagar budaya mutlak perlu disosialisasikan dan diinformasikan kepada generasi muda, masyarakat dan wisatawan. Informasi itu dapat dilakukan secara lisan maupun melalui tulisan-tulisan yang mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk di mancanegara.

Bupati Gde Agung menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap Buku berjudul “1st Complete Guide To Bali’s First UNESCO World Herritagesite” yang ditulis oleh Richard Mann.

Dalam buku itu salah satunya membahas tentang Pura Taman Ayun yang mencerminkan sejarah perluasan sistem subak.

“Tulisan ini selain memberikan informasi tentang Pura Taman Ayun, juga sebagai sarana untuk melakukan konservasi terhadap cagar budaya di kalangan generasi muda,” kata Gde Agung.

Bupati Gde Agung menambahkan bahwa wisatawan berkunjung ke Badung melalui informasi buku merupakan wisatawan intelektual yang berkunjung bukan sekedar untuk hura-hura melainkan yang benar-benar ingin melihat seni budaya. Demikian dikabarkan Kompas, 22 Januari 2013.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan