-->

Peristiwa Toggle

ANTARA-Goethe Institute Pamerkan Foto dan Luncurkan Buku

JAKARTA — Galeri Foto Jurnalistik ANTARA bekerja sama dengan Goethe Institute mengadakan pameran foto pemenang Photo Books Jerman 2012 dan meluncurkan buku Remastered Edition Julian Sihombing.

“Dua pameran sekaligus ini dilakukan karena Julian Sihombing, salah satu fotografer senior Kompas yang meninggal Oktober lalu, berulang tahun pada Januari,” kata Kurator GFJA Oscar Matuloh di Jakarta, Selasa.

Oscar mengatakan awalnya GFJA dan Goethe Institute merencanakan pameran foto pemenang Photo Books Jerman 2012 pada 18 Januari 2013. Namun, ternyata pihak Goethe Institute juga mengenal Julian Sihombing, sehingga akhirnya acara tersebut diajukan pada 15 Januari bertepatan dengan ulang tahun Julian.

Dia mengatakan peluncuran buku tersebut merupakan impian dari Julian Sihombing yang beranggapan sebuah buku adalah capaian terpenting seorang jurnalis foto. Buku itu berhasil diluncurkan berkat kerja sama dan gotong royong sahabat-sahabat Julian.

“Buku Remastered Edition Julian Sihombing ini merupakan edisi pertama dari buku Remastered Edition. Hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk menerbitkan buku Remastered Edition berikutnya dari fotografer-fotografer senior Indonesia,” tuturnya.

Wakil Direktur Goethe Institute untuk wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru Juergen Lenzko berharap pameran foto-foto dan peluncuran buku Julian Sihombing bis menjadi inspirasi bagi fotografer lain.

“Julian Sihombing bisa menjadi inspirasi bagi fotografer dan fotojurnalis di Indonesia,” ujarnya.

Tokoh pers Goenawan Muhamad mengatakan tidak terlalu mengenal Julian Sihombing. Namun, dia mengaku sangat mengagumi foto-foto karya Julian.

“Julian adalah pribadi yang terbuka dan kreatif. Tidak heran bila karya-karyanya bagus, inovatif dan dia memiliki banyak teman,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Saiful Hadi mengatakan, menurut teman-temannya, Julian Sihombing adalah teman yang supel dan senang membantu sesama jurnalis foto.

“Acara pameran di GFJA merupakan bagian dari ‘corporate social responsibility’ ANTARA yang kini telah berusia 75 tahun. Gedung GFJA adalah gedung pertama ANTARA yang bersejarah, tempat teks proklamasi diselundupkan dan disebarluaskan ke seluruh dunia,” katanya.

Julian Sihombing adalah pewarta foto senior Kompas yang meninggal akibat kanker getah bening pada 14 Oktober 2012. Sejak SMA, dia sudah dikenal gemar basket dan fotografi. Kamera SLR pertamanya adalah Canon AE1 yang dimiliki saat berkuliah di FISIP Universitas Indonesia, Rawamangun.

Saat kuliah, dia sempat menggelar pameran foto bersama teman-temannya dengan kurator Miriam Budiarjo dan Yuwono Sudarsono. Dia meninggalkan istri, Suri Dewanti dan dua orang anak, Ryan Namora dan Luna Nauli. Demikian diwartakan situs daring antaranews.com, 16 Januari 2013.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan