-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Sutrisno Murtiyoso, Arsitektur, dan Cerita Silat | Jakarta

Sutrisno Murtiyoso seorang pengajar arsitektur di Universitas Tarumanegara, Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia, Wakil Ketua Masyarakat Cerita Silat. Sejak kecil menyenangi membaca. Semua buku ia baca. Nafsu membaca sangat besar, sementara ketersediaan buku-buku bacaan sangat minim. Hingga sekarang, ia masih terheran-heran dengan buku-buku yang ia baca ketika kecil. Sebagaimana pecinta buku sezamannya, ia melahap habis semua buku cerita silat. Awalnya ia membaca komik, namun ia lebih menemukan kepuasaan pada cerita narasi. Kebiasaan membaca itu membuatnya tak mengenal cinta remaja. Buku lebih menyenangkan ketimbang lawan jenis.

Sutrisno Murtiyoso, lahir di Parakan hingga SMP. Sekolah menengah diselesaikannya di Semarang dan kuliah di Bandung. Petualangannya dari kota ke kota membawanya pada pengalaman membaca yang berbeda.

1 #SutrisnoMurtiyoso bidang arsitekur, mengajar di Univ Tarumanegara, Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia, Wakil Ketua Masyarakat Cerita Silat

2 #SutrisnoMurtiyoso lahir di Parakan sampe SMP, SMA di Semarang, Kuliah di Parahyangan Bandung, lulus th 1985

3 Sebelum bisa membaca, #SutrisnoMurtiyoso sering menyalin koran, Saura Merdeka dan Tempo. Buku pertamanya adalah Komik Gajah Mada

4 #SutrisnoMurtiyoso menemukan kenikmatan membaca pd buku cerita silat, Kho Ping Hoo, Trilogi Rajawali Ching Young, dll

5 Cerita Silat China lahir abad 19. Tercampur dg unsur2 ajaib, siluman, pedang2 terbang. 60-70 th kemudian muncul cerita silat realisme

6 Th 60an muncul cerita silat Indonesia. Cerita silat China dilarang oleh pemerintah kolonial di seluruh media massa

7 Lalu muncul penulis cerita silat Herman Pratikto, Widi Hidayat, dan SH Mintarja. #SutrisnoMurtiyoso baca Wayang Purwo, Petrok gareng dll

8 Ketika SMP, minat bacanya makin besar. Nafsu baca besar tp buku bacaan kurang. Hingga masa remaja tak kenal cinta

9 Majalah Remaja satu2nya, Si Kuncung, th 70an terakhir terbit dihajar oleh Gramedia

10 Ketika SMA sudah menguasai Bhs Inggris, ia baca buku2 berbahasa inggris. Semua karya sastra klasik ia baca

11 Ayah #SutrisnoMurtiyoso agak aneh. Minta beli apa saja tidak boleh, tp beli buku apa saja dikasih

12 Sejak SMP ia sudah punya kartu pelanggan Balai Pustaka. Seluruh terbitan Balai Pustaka ia baca, tak peduli genre.

13 SMA di Semarang #SutrisnoMurtiyoso mengalami culture shock. Ia baca buku magic, Idris Syah, Oriental Magic.

14 Idris Syah, Oriental Magic: Magic berawal dr penduduk peralihan zaman es, Asia Tengah/Siberia. Lalu mereka menyebar

15 Jhon Lili, seorang peneliti Drag 60an mengubah pandangnnya tentang magis

16 Ketika kuliah, minat bacaan #SutrisnoMurtiyoso adalah arsitektur, sejarah, biologi, psikologi, sosiologi, sastra dll

17 Intentions Arsitecture membuat #SutrisnoMurtiyoso merasa bodoh. Juga buku The Impotent Softliving

18 Semua kitab suci ia baca, tapi tak satupun mengesankan. Semua doktrin. Lalu ia baca The Lord of the Ring

19 #SutrisnoMurtiyoso tak suka menulis, karena tak pernah puas. Tapi karya2nya betebaran. Menulis sejak SMP.

20 Guru Bahasa Indonesia dan Inggris SMP #SutrisnoMurtiyoso menolongnya dalam memahami bahasa dan menulis. Sejarah ia senangi saat SMA

21 Buku yg terbit Permukiman, Masjid, Tentang Masjid Al Akbar Surabaya dan Masjid Agung Jateng, Arsitektur pada Masa Kerajaan Islam di Indonesia

22 Saat ini sedang menyusun buku “Klenteng dan Masyarakatnya”. Juga tentang Kampung Parakan. Namun kata  #SutrisnoMurtiyoso, sudah keduluan “Ngeteh di Patehan” IBOEKOE

23 Menurut #SutrisnoMurtiyoso, banyak arsitektur Indonesia, tapi rasa keindonesiaan tak ada. Selama tak ada yg mau jadi orang Indonesia tak akan ada arsitektur Indonesia.

Demikian #23Tweets obrolan Buku Pertamaku bersama #SutrisnoMurtiyoso. Saya, Fairuzul Mumtaz, @fairuzulmumtaz, melaporkan.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan