-->

Kronik Toggle

Penerbit dari Luar Jabar Sering Keliru Isi Buku Pelajaran

Bandung – Ikapi Jabar memastikan penerbit yang tergabung dalam organisasinya jarang salah memuat isu buku pelajaran tak layak dibaca usia anak sekolah. Justru yang sering keliru itu berasal dari penerbit dari luar Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikapi Jabar Anwaruddin saat ditemui usai pembukaan Pameran Buku Bandung di Gedung Landmark, Jalan Braga, Selasa (2/10/2012).

“Kalau yang sering salah isi, porno, tak layak baca misalnya ada unsur sex education untuk anak sekolah, itu justru dari penerbit asal luar Jabar, seperti Jateng dan Jatim,” kata Anwaruddin.

Ia tak menampik jika penerbit asal Jabar juga pernah melakukan kesalahan pada isi buku yang tidak layak baca bagi anak-anak usia sekolah. Namun, jelas dia, kejadiannya sangat jarang.

“Memang ada saja buku tidak layak dibaca yang beredar di Jabar. Tapi kami bisa merendam. Serta langsung meminta kepada penerbit untuk menarik buku,” ucap Anwaruddin.

Kerap terjadi selama ini, sambung dia, kesalahan terjadi karena peredaran buku tidak sesuai dengan kategori usia pembaca.

“Contohnya, buku diperuntukkan bagi SMP, tetapi diedarkan kepada anak SD. Kalau isinya enggak salah, melainkan pemberian bukunya yang tidak tepat. Nah, kalau ada kesalahan seperti ini, kami juga yang kerepotan. Jadi penerbit harus selektif lagi sebelum buku beredar luas,” tutup Anwaruddin.

*)detik, 2 Oktober 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan