-->

Literasi dari Sewon Toggle

Kenduri Literasi – Gerakan Revitalisasi Arsip

Penulis yang menulis tanpa data akan lumpuh. Wartawan yang menulis tanpa data akan menyesatkan. Seniman yang berkarya tanpa arsip akan kehilangan arah. Perusahaan yang bekerja tanpa arsip akan tumbuh lamban. Jika semua orang ditanya, pentingkah arsip, maka semuanya menjawab penting. Semenjana dengan itu, arsip juga adalah ihwal yang paling diabaikan. Bahkan hanya satu trip berada di atas sampah.

Lantaran itulah Yayasan Indonesia Buku dan komunitas-komunitas literasi yang sepaham dengannya tak jemu-jemunya mengajak untuk selalu melakukan revitalisasi arsip dengan cara sekreatif-kreatifnya yang dimampui.

Kenduri Literasi: Gerakan Revitalisasi Arsip

  • Hari/Tanggal: Minggu, 28 Oktober 2012
  • Pukul: 19.00 WIB
  • Tempat: Perpustakaan Indonesia Buku, Jl Patehan Wetan No 3, Alun-Alun Kidul, Keraton, Yogyakarta

Acara ini juga dihadiri Walikota Yogyakarta (2001-2011) Herry Zudianto dan Wakil Bupati Sleman (2010-2015) Yuni Satia Rahayu. Menandai Upacara Kenduri Literasi, Komunitas Spiritual Cahaya Nusantara (Yantra) akan mendupai, memanjatkan doa, dan memercikan air suci dari 7 sendang untuk keberkahan.

ACARA-ACARA

1. Peluncuran Sepeda Buku (BoekoeBIKE)

Sepeda Buku dimaksudkan sebagai bentuk gerakan literasi untuk masyarakat urban di perkotaan. Apalagi Masyarakat Sepeda terbentuk di mana-mana di pelbagai kota di Indonesia. Sepeda pun menjadi life style. Sepeda Buku, dalam hal ini, selain sebagai bentuk dukungan atas aktivitas bersepeda yang menyehatkan raga dan lingkungan, juga ambil bagian dalam kampanye literasi masyarakat sepeda. Kotak Buku yang dibawanya ke mana-mana menjadi penghubung bahwa buku dan sepeda saudara. Sepeda menyehatkan raga, buku menyehatkan pikiran.

Karena itu namanya Boekoe BIKE. Frase itu bila dilafalkan bisa berarti “Buku Baik”. Buku yang berada dalam kotak Sepeda Buku adalah buku-buku bermutu dalam pelbagai genre. Bisa pula dilafalkan “Buku – Bike”, frase yang menandai bahwa pencipta sepeda Buku ini adalah dua komunitas, yakni IBOEKOE dan HUB. IBOEKOE adalah komunitas yang konsens dengan gerakan literasi, buku, dan revitalisasi arsip berbasis kampung; sementara HUB adalah komunitas yang mencintai sepeda sebagai bagian dari gerakan sosial dan lingkungan.

Rute dan jam gowes Sepeda Buku (boekoeBIKE) dari KM 0 – Benteng Keraton Jogja – Perpustakaan Indonesia Buku bisa dilihat di akhir catatan #AgendaBuku ini.

2. Peluncuran Meja Arsip

Meja Arsip adalah alat digitalisasi arsip berupa koran hingga ukuran A0. Ukuran yang demikian umum kita temukan pada koran-koran yang terbit sepanjang abad 20. Digitalisasi arsip adalah solusi bagi komunitas yang memiliki ruang penyimpanan yang terbatas. Selain itu, digitalisasi menjadi model kliping untuk masyarakat di milenium alaf yang hidup di alam digital internet. Sekaligus ini pembeda dengan pola pengklipingan abad 20 yang melahirkan dua maestronya: HB Jassin dan Pramoedya Ananta Toer.

Meja Arsip adalah ikhtiar mengubah arsip cetak dalam dunia analog menjadi file-file dalam dunia digital. Dalam konteks komunitas, Meja Arsip adalah pitanti digitalisasi koran pertama yang dipunyai komunitas literasi.

3. Peluncuran Buletin Suara Buku

Radio Buku didirikan bukan sebagai “radio biasa”, melainkan radio pengarsip suara. Terutama sekali suara-suara literasi dari beragam kalangan: penulis, pembaca, penerbit, komunitas, perpustakaan, dan sebagainya. Sebagai radio arsip, suara-suara yang direkam dengan baik kemudian disimpan dan dibagi kepada publik yang berminat dalam bentuk Compact Disc. Sebagaimana jargon Radio Buku, “Mendengarkan Buku”, Buletin Suara Buku juga punya jargon serupa, yakni “Buletin yang didengarkan”.

Pada acara kali ini, diluncurkan 10 Volume Buletin Suara Buku yang bisa dilihat di warungarsip.co-Suara Buku.

4. Peluncuran Bantal Arsip

Bantal Arsip yang diusahakan Agia Juju adalah usaha merevitalisasi kenangan paling personal yang nyaris lapuk bersama kaos atau t-shirt. Setiap orang yang memiliki kaos atau t-shirt yang sudah tak terpakai, tapi desain atau image dari kaos itu menyimpan kenangan, bisa direvitalisasi menjadi Bantal Arsip. Dengan demikian, Bantal Arsip mengawetkan ingatan personal dalam bentuk yang baru. Bantal Arsip membawa kenangan indah dalam tidur panjang. Nah, seperti apa model Bantal Arsip itu, silakan dilihat di warungarsip.co-Bantal Arsip.

5. Peluncuran Cookies Aksara

Dibuat dari bahan-bahan yang sehat buat anak dan keluarga, Cookies Aksara yang diusahakan Kuenamama dari Guwosari, Pajangan, Bantul ini, menghidupkan aksara Nusantara dalam ruang keluarga secara kreatif. Kita tahu ada 12 aksara yang beroperasi di Nusantara, di antaranya Pallawa, Latin, Arab, Jawa, Sunda, Lontarak, dan seterusnya. Usaha Cookies Aksara ini meneguhkan sikap dalam keluarga bahwa aksara tak hanya alat menghantar pengetahuan, tapi juga sekaligus bisa disantap.

Sebagai perkenalan awal, Kuenamama meluncurkan edisi Aksara Latin.

Acara ini diselenggarakan dan didukung oleh:

Yayasan Indonesia Buku |  Radio Buku | HUB | Yantra | Agia Juju | Kuenamama | PPTK-PAUDNI

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan