-->

Resensi Toggle

Kabar Rsensi Pekan Kedua Oktober 2012

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

Agama Punya Seribu Nyawa

Karya Komaruddin Hidayat

Resensi ditulis MI

Dimuat MEDIA INDONESIA, 14 Oktober 2012

Sebuah hal yang sering didiskusikan dan dipersoalkan umat manusia sepanjang sejarah ialah agama. Agama mampu menciptakan perdamaian. Disisi lain, agama tidak jarang menjadi sebuah akar konflik umat manusia. Perang salib, seorang terorisme pada September  2001 terhadap Gedung WTC, dan berbagai konflik lainnya merupakan contoh kecil suatu kasus yang dilatari agama. Meski demikian, agama juga dibutuhkan oleh umat manusia untuk tempat berlari serta kembali sebagai pelipur lara di kala problema kehidupan tengah menimpa. Dengan demikian, persoalan agama merupakan sebuah hal yang selalu memiliki dua sendi yang kontradiktif. Meski demikian, penganut agama yang setia tentu membela agama yang dianutnya dan menganggap mazhab tak beragama sebagai kelompok tak beriman. Hal itu telah dituangkannya melalui buku Agama Punya Seribu Nyawa sebagai pembelanya terhadap agama.

Sejarah Hak Cipta Lukisan

Karya Inda C Noerhadi

Resensi ditulis Mikke Susanto

Dimuat KORAN TEMPO, 14 Oktober 2012

Setidaknya terdapat dua problem bagi dunia seni rupa selama ini. Problem pertama adalah, apa yang terjadi ketika karya seni selesai dikerjakan. Lukisan dipasarkan, lalu mejadi penghuni rumah seni (kolektor), atau hanya menjadi mediasi ide alias selesai dikerjakan lalu hilang begitu saja? Kedua, perkara pemalsuan. Banyaknya lukisan bodong di Indonesi akhir-akhir ini menjadi fenomena menarik. Bukan hanya public yang terjerat, tapi juga para kolektor besar. Kedua problem ini seakan menjadi jerat pemikiran bagi para pekerja seni rupa di Indonesia. Buku ini mengemas berbagai kompleks tersebut.

Menghadang Negara Gagal (Sebuah Ijtihad Politik)

Karya DR. Adhyaksa Dault

Resensi ditulis Thowaf Zuharon

Dimuat JAWA POS, 14 Oktober 2012

Seberapa kroniskah negara ini hingga lembaga survey Fund For Peace (FFP) dari Amerika Serikat Mengkategorikan Indonesia sebagai negara dalam bahaya (in danger)? Benarkah indikasi-indikasi yang digunakan lembaga itu akurat untuk menjustifikasi sebuah negara dianggap gagal? Buku ini mencoba menawarkan sudut pandang yang positif terhadap turunnya peringkat Indonesia dalam Failed State Index (FSI) tahun 2012 ini, yaitu dari peringkat ke-64 pada tahun 2011 menjadi peringkat ke-63 pada tahun 2012. Dengan buku ini, mantan Menpora Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 tersebut mengajak kita untuk menyikapi penurunan peringkat itu sebagai evaluasi konstruktif, bukan dengan sikapemosional-defensif.

Pendidikan Karakter, Utuh dan Menyeluruh

Karya Doni Koesoema A

Resensi ditulis Roni SV

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 14 Oktober 2012

Maraknya kasus tawuran pelajar, bahkan jatuh sampai beberapa korban jiwa, sungguh memprihatinkan. Apa yang terjadi ini merupakan coreng yang memalukan bagi dunia pendidikan kita. Sementara kasus korupsi kian menyebar, dengan pelaku dan tersangka pelaku orang-orang atau pejabat. Kini makin banyak bukti bahwa orang yang menjadi pintar saja tak cukup. Buku ini secara lugas mengupas bagaimana pendidikan karakter benar-benar sangat penting dalam membentuk manusia ideal. Disini, pendidik tak Cuma dituntut untuk menjadi pengajar dari aspek kognitif saja, namun lebih pada mendidik. Menjadikan pelajar sebagai manusia berkualitas, manusia berkarakter dan memiliki integritas, etika dan moral.

Diary Bunda Cinta

Karya Shinta SPd MSi MA

Resensi ditulis Joko Santoso

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 14 Oktober 2012

Salah satu episode terberat orang tua adalah ketika harus mendidik anak. Mengasuh dan mendidik sang buah hati hingga menemukan jalan menujun masa depan yang cemerlang. Inilah ujian sebagai orangtua sebenarya. Karena kenyataannya, proses pengasuhan tidak selalu berjalan mulus. Tanpa bermaksud menggeneralisasikan persoalan, seringkali muncul ketidaksepahaman atau komunikasi yang buntu antara anak dan orangtua. Sebagai contoh, disatu sisi, secara naluri orangtua akan cenderung protektif terhadap buah hatinya. Namun, dalam sudut pandang sang anak, proteksi dari orangtuanya bisa jadi dirasakan sebagai suatu pengekangan. Permasalahan-permasalahan inilah yang coba diurai penulis dalam buku ini.

Kuasa Rakyat; Analisis tentang Perilaku Pemilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca-Orde Baru.

Karya Saiful Mujani, R. William Liddle, Kuskridho Ambardi

Resensi ditulis Junaidi Abdul Munif

Dimuat SUARA MERDEKA, 14 Oktober 2012

Buku yang merupakan hasil penelitian sejak 1999 ini memberikan gambaran utuh bagaimana partisispasi publik terbentuk. Dan ternyata  banyak faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih di Indonesia. Factor sosiologis dan identitas purba, semacam agama, suku, daerah, masih menentukan perilaku pemilih. Pekerjaan juga ikut menentukan, karena publik dengan pekerjaan tertentu, memiliki kecenderungan pilihan tertentu pula. Buku ini juga menyajikan tingkat partisipasi publik saat memilih partai politik dan calon presidennya.

Belajar Merawat Indonesia

Karya M Adi Nugroho | Laras Susanti | Purnawati Hustina Rahman | dkk

Resensi ditulis Iwan Al Khasni

Dimuat TRIBUN JOGJA, 14 Oktober 2012

Buku Belajar Merawat Indonesia ini merupakan kumpulan tulisan puluhan mahasiswa dan aktivis kampus berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Pemikiran mahasiswa yang terangkum dalam buku ini adalah wujud dari gagasan agent of change yang dianggap masih memiliki pemikiran orisinal dan liar untuk ikut membangun dinamika sosial dan politik Indonesia.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan