-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama Oktober 2012

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

Princess Deokhye

Karya Kwon Bee-Young

Resensi ditulis MI

Dimuat MEDIA INDONESIA, 7 Oktober 2012

Buku pilahan Obrolan Pembaca  Media Indonesia (OPMI) kali ini mengangkat sejarah dari Negeri Gingseng, Korea. Novel sejarah ini berkisah tentang Kerajaan Joseon atau Korea yang berakhir ketika Jepang datang menginvasi. Raja Gojong terpaksa menyerahkan kedaulatan negerinya melalui perjanjian aneksasi Jepang-Korea. Invasi Jepang tidak hanya bermotiv kekerasan dalam pencaplokan wilayah, tetapi juga misi penghapusan kebudayaan Korea. Beberapa anak Raja Kojong bahkan dipaksa menikah dengan orang Jepang untuk menghilangkan status kemurniannya sebagai orang Joseon (Korea). Doekhye adalah putri bungsu Raja Kojong, ia lahir dari istri ketujuh Raja, Ratu Yang. Sosok Doekhye digambarkan sebagai putri yang menularkan energy positif kepada semua orang yang berada di dekatnya. Raja Kojong, telah menjadi tahanan rumah penjajah Jepang, berusaha mati-matian mempertahankan putri bungsunya itu agar tidak dibawa ke Jepang.

Manhwa

Resensi ditulis Dianing Sari

Dimuat KORAN TEMPO, 7 Oktober 2012

Sepintas, komik Korea, manhwa,  serupa dengan manga. Tapi, setelah dibuka-buka, ternyata isinya berbeda. Cara membaca manhwa dari sisi kiri ke kanan, sedangkan manga dari kana ke kiri. Manhwa karya Lee-Do Young, yang berisi kritik sosial terhadap upaya Jepang menaklukan Korea, dianggap sebagai kartun Korea yang pertama. Kesamaan gambar berisi cerita itu dengan manhwa versi sekarang adalah salah satu cerita yang muncul dalam empat adegan. Manhwa juga menjadi saluran politik dan protes. Pada 1950, kartunis Kim Sung Hwan membuat karakter bernama  Go Baa Woo yang miskin dan papa. Go Baa Woo menjadi perwakilan masyarakat yang hidup tertekan di bawah era kediktatoran.

Wajah Terakhir

Karya Mona Sylviana

Resensi ditulis Damhuri Muhammad

Dimuat KOMPAS, 7 Oktober 2012

Raut muka, sorot mata, adalah anggota tubuh yang kerap menggulingkan kuasa akal. Mata, sebagaimana antologi Wajah Terakhir ini bukan mata yang dipandu, apalagi dikuasai oleh pikiran, melainkan mata yang berdaulat menentukan jauh-dekat, dalam-dangkalnya sebuah kerja penglihatan.  Mata yang mampu berpikir dan melampaui kedalaman selaman pikiran. Cerpen-cerpen Mona Sylviana tidak berpijak diatas pergulatan pikiran, tapi terdedahkan dari ketajaman penglihatan. Ia menyingkirkan segala macam dalih kenapa riwayat kekaryanya melulu disesaki oleh duka dan nestapa perempuan, dan kenapa ia tidak menikam jejak perihal perlawanan perempuan atas iklim ketertindasan yang terus menimpa mereka. Mata cerita Mona hanya memperlihatkan sejumlah kesaksian betapa tidak mujurnya nasib dan peruntungan menjadi makhluk bernama perempuan.

Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gusdur

Karya Husein Meuhammad

Resensi ditulis Munawir Aziz

Dimuat JAWA POS, 7 Oktober 2012

Gus Dur memang telah berpulang, namun nama harumnya, ide besar, dan tindakan-tindakan beliau tetap dikenang serta diteladani. Tak hanya oleh kaum nahdliyin dan muslim di negeri ini, namun juga oleh warga lintas agama dan etnis. Bahkan, juga oleh mereka yang termarginalkan dalam diskursus gender dan etnis. Pada reantang seribu hari berpulangnya Abdurrahman Ad-Dakhil, Kiai Husein Muhammad mendedah cinta kasih dan kenangan dirinya terhadap Gus Dur dalam renungan spiritualitas. Buku ini merupakan renungan sang pencinta dengan mata batin Spiritualitas-sufisme.

Sosiologi (Sejarah, Teori dan Metodologi)

Karya Sunyoto Usman

Resensi ditulis Andi Megawati

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 7 Oktober 2012

Sosiologi selalu menarik dikaji dan dibincangkan. Dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang akan selalu menempatkan sosiologi sebagai disiplin ilmu pokok dalam menganalisis perubahan yang terjadi pada pola struktur masyarakat. Tanpa melibatkan sosiologi pembacaan atas situasi sosial rasanya tidak utuh dan rapuh. Dalam konteks mempelajari sosiologi dengan formal itulah, buku ini dihadirkan di hadapan siding pembaca. Buku mengulas sosiologi dengan berbagai aspeknya seperti sejarah, teori dan metodologi.  Kajian karya ini cukup memantik ide-ide segar tentang ilmu sosiologi.

At-Taghyiyr wal-Harokah Change and Movement (Kekuatan Gerakan Dawah Horizontal  Sekolah-Sekolah Muhammadiyah

Karya Imam Robandi

Resensi ditulis Suwandi MPd

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 7 Oktober 2012

Untuk buku ini layak menjadi referensi,  karena berisi kisah gebrakan sang motivator. Tak lain, Profesor Dr Eng Imam Robandi M Eng, saat keliling Indonesia untuk menghidupkan kembali ghirah dan gairah pengelola sekolah Muhammadiyah khususnya. Buku yang terdiri dari 79 bab kecil (chapter), dimulai dengan pemantik  semangat, Ethos Petarung.

Dahsyatnya Bisnis Ayam Kalkun

Karya Paulus Nugrahajati

Resensi ditulis Ajib Purnawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 7 Oktober 2012

Kecenderungan untuk mengkonsumsi kalkun di Indonesia tumbuh karena masyarakat mulai menyukai sesuatu yang baru dan unik. Jika dahulu orang menyembelih ayam atau itik untuk hari lebaran, maka sekarang mulai memilih kalkun Paulus, dalam buku ini menguraikan trik-trik mengenai pemeliharaan ayam kalkun, terutama bagi pemula.

Merapi & TNI

Karya Tim Redaksi Korem 072 Pamungkas

Resensi ditulis Emi Rosyidatul M

Dimuat SUARA MERDEKA, 7 Oktober 2012

TNI baru saja memperingati hari lahirnya, kemajuan TNI di berbagai sisi patut diacungi jempol, namun, harus tahu pula, hingga kini upaya TNI untuk terus mereformasi diri masih terus dilakukan. Berbagai langkah yang dialakukan TNI untuk terus berbenah agar lebih professional, modern, juga tentu menjadi kebanggaan rakyat negeri ini. Salah satunya buku Merapi & TNI ini bisa juga disebut atau dimasukkan ke dalam salah satu upaya untuk menunjukan jati diri TNI, paling tidak dalam beberapa hal. Buku yang ditulis oleh tim redaksi Korem 072 Pamungkas ini tampak benar merajut kembali citra positif TNI di mata masyarakat.

Buku-buku Jokowi

Resensi ditulis Esa

Dimuat TRIBUN JOGJA, 7 Oktober 2012

Banyak buku-buku yang mengulas sosok Joko Widodo sejak keberhasilannya menjadi pemimpin yang pro-rakyat di kota kecil Solo, terlebih ketika akhirnya  Jokowi sukses terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta Menggantikan Fauzi Bowo Tahun ini. Kebanyakan, buku-buku tersebut menyoroti kiprahnya di dunia politik sejak berkiprah di solo hingga sekarang. Buku-buku itu diantaranya : Jokowi, Spirit Bantalan Kali Anyar, Karya Domuara D. Ambarita dkk, Gado-Gado Kerikil Jokowi, Karya Anas Syahirul A  dkk, Jokowi Pemimpin yang Rendah Hati, Karya Dwi Suwiknyo, Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker, karya Yon Thayrun, dan Jokowi From Zero to Hero, karya Bernard Taufani.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan