-->

Kronik Toggle

Festival Borobodur Bahas Novel Silat

Jakarta – Fenomena bermunculannya novel bertema silat dan sejarah yang marak selama lima tahun terakhir bakal dibahas pada Borobudur Writer and Cultural Festival. Musyawarah Agung Penulis Cerita Silat 2012 bertema ”Memori dan Imajinasi Nusantara” itu akan digelar pada 29-31 Oktober di Aula Hotel Manohara, Borobudur, Jawa Tengah.

Festival akan melibatkan 150 peserta, digelar oleh Samana Foundation dan Yayasan Nusantara Institute, dan terbuka untuk umum. Tim kurator festival, Seno Joko Suyono, Wicaksono Adi, Dorothea Rosa Herliany, dan Imam Muhtarom, akan menghadirkan lebih banyak akademisi dan budayawan selaku pembicara dalam festival ini.

Seno Joko Suyono menyebutkan, novel silat dan sejarah menjadi bahasan karena selama lima tahun terakhir bermunculan pengarang novel bertema silat atau sejarah. Dengan memakai latar belakang sejarah kerajaan Mataram, Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran, para novelis berani mengolah kontroversi sejarah Nusantara, seperti Perang Bubat atau asal-usul dan akhir hidup Gajah Mada, sebagai kisah fiksi yang memikat.

”Kami ingin membuat forum yang mempertemukan sejarawan, arkeolog, penulis novel, dan budayawan. Kita belum pernah memiliki forum susastra seperti itu. Sejumlah 70 dari 150 peserta aktif festival itu adalah penulis novel silat dan sejarah,” papar Seno di Jakarta, Sabtu (6/10).

Wicaksono menyatakan, pembahasan oleh para arkeolog, sejarawan, dan peneliti sejarah tentang fenomena novel silat dan sejarah menjadi penting sebagai rangsangan dari luar (pengamat) terhadap karya tersebut.

Arkeolog Prof Dr Agus Aris Munandar yang akan hadir sebagai salah satu pembicara menyebutkan, data dan informasi sejarah berkembang seiring berbagai penelitian arkeologi dan sejarah terbaru. (ROW)

*)Kompas, 7 Oktober 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan