-->

Kronik Toggle

Borobudur Writer and Cultural Festival 2012 Dibuka

JOGJAKARTA- Rangkaian perayaan temu penulis silat dan sejarah nusantara se-tanah air, Borobudur Writer and Cultural Festival (BWCF), dimulai hari ini, Minggu (28/10). Bertempat di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, acara diawali dengan presentasi film dokumenter Story of Umar Kayam Life and Work oleh John McGlynn.

Juju Masunah, pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sambutan pembukaannya mengatakan, “Pertemuan para penulis cerita silat ini akan menjadi forum yang dipakai secara berkelanjutan untuk menghidupkan potensi wisata bagi Borobudur, yang selama ini hanya berdiri sebagai sebuah situs. Borobudur adalah penanda kebesaran dan kekayaan peradaban Nusantara ”.

Menurut Direktur Festival BWCF, Yoke Darmawan, perbedaan UWCF dengan festival temu penulis lain adalah pada pilihan tema cerita silat dan karya tulisan lain yang berlatar kekayaan sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Karena itu peserta BWCF bukan hanya para penulis, namun juga akademisi, sejarawan, arkeolog, rohaniawan, penerbit, hingga pecinta sejarah dan kebudayaan Nusantara. Terdaftar sekitar 100 peserta aktif dalam forum ini.

Tokoh-tokoh seperti Arswendo Atmowiloto, Prof.Budi Subanar, Rm. Sutrisno Murtiyoso, Taufik Rahzen, Prof. Agus Aris Munandar, Langit Kresna Hariadi, hingga penulis seperti Seno Gumira Ajidarma, Bre Redana, Abdul Munir Mulkhan, Agus Sunyoto, Langit Kresna Hariadi akan hadir sebagai pengisi acara dalam festival ini.

Agenda BWCF akan digelar selama 4 hari ke depan di Jogja dan Magelang. (Sa)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan