-->

Kronik Toggle

8 Penulis Terima Widya Pataka

Denpasar – Delapan penulis tentang Bali menerima penghargaan Widya Pataka dari Badan Perpustakaan dan Arsip Bali. Penghargaan diserahkan pada Jumat (28/9) oleh Asisten III Setda Bali I Made Santa, mewakili Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Kedelapan penulis tersebut dianggap memiliki konsistensi dan produktivitas yang membanggakan dalam menulis materi tentang Bali. Kedelapan penulis itu adalah Dr I Gusti Putu Antara (Tatanama Orang Bali), Prof Dr I Wayan Dibia (Geliat Seni Pertunjukan Bali), Prof Dr Komang Budaarsa (Babi Guling Bali), I Dewa Nyoman Raka Kusuma (Begal), I Gusti Putu Bawa Samar Gantang (Leak Kota Pala), I Gusti Ngurah Parsua (Karya Sastra dan Prosesnya), Putu Fajar Arcana (Manusia Gilimanuk), dan I Wayan Suartha (Rantai Putus). Selain menerima plakat Widya Pataka, para penulis juga menerima hadiah berupa uang biaya cetak buku masing-masing Rp 10 juta.

Gubernur Bali Mangku Pastika menyatakan sangat menghargai komitmen dan konsistensi para penulis. Aktivitas menulis, kata Pastika, harus terus digemakan untuk merangsang para penulis lain agar menulis dan mendorong berkembangnya industri perbukuan di Bali.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Bali Luh Putu Haryani mengatakan, Widya Pataka pertama kali diberikan kepada para penulis tahun 2006. ”Sampai tahun 2012 sudah diberikan lima kali penghargaan kepada 48 penulis yang menulis tentang Bali,” kata Haryani.

Menurut dia, selama ini, para penulis Bali justru diberi penghargaan oleh daerah lain, seperti Yayasan Kebudayaan Rancage, Bandung. Oleh sebab itu, saatnya memberikan penghargaan kepada penulis Bali sendiri.

*) Kompas, 2 Oktober 2012

1 Comment

Kuntisari - 03. Okt, 2012 -

Memberi penghargaan kepada penulis ttg Bali adalah bagus sekali. Tetapi akan lebih bagus dan bermanfaat lagi bila Perpustakaan Daerah/Propinsi menghimpun semua tulisan (cetak, rekam, visual)ttg Bali baik yg ditulis oleh orang Bali/Indonesia maupun asing. Dengan demikian Perpustakaan ini akan menjadi pusat informasi ttg anything about Bali, the socio-political-economic and cultural aspects of Bali and the Balinese. Semoga…

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan