-->

Kronik Toggle

Mahasiswa Bangkalan bentuk taman baca desa

Pamekasan – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Bangkalan, Madura, Jawa Timur, membentuk taman baca desa untuk meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat.

“Gagasan membentuk taman baca desa muncul saat kami melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rek-kerek, Kecamatan Palengaan, Pamekasan,” kata juru bicara mahasiswa Unijo, Moh Ikhsan, Jumat.

Ia mengatakan gagasan tersebut termotivasi oleh kondisi masyarakat setempat yang belum memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai.

Ada 12 mahasiswa Unijoyo yang menggelar KKN di Desa Rek-Kerek, Kecamatan Palengaan. Mereka gabungan mahasiswa dari berbagai fakultas berbeda, seperti Fakultas Hukum, Ekonomi, Teknik, Fisip dan Fakultas Pertanian.

“Kami berharap, taman baca desa yang kami bentuk nanti akan menjadi sumber inspirasi bagi peningkatan wawasan dan keilmuan masyarakat,” kata Ikhsan.

Mahasiswa Fakultas Hukum Unijoyo ini lebih lanjut mengemukakan, disamping karena kondisi sosial masyarakat memang membutuhkan, juga keberadaan taman baca bisa menjadi investasi akan terciptanya masyarakat terdidik.

“Paling tidak inilah yang bisa kami lakukan, dari KKN Unijoyo Untuk Masyarakat Rek-kerek,” kata mahasiswi Fakultas Ekonomi, Siti Romlah Khalili.

Desa Rek-kerek merupakan satu dari sembilan desa sasaran kegiatan KKN Unijoyo Bangkalan tahun ini.

Selain membentuk taman baca desa, program lain yang digelar mahasiswa Unijoyo di Desa Rek-kerek tersebut adalah memberikan pelatihan dan kursus berbagai jenis keterampilan.

“Termasuk kursus mengoperasikan komputer, kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Siti Romlah.

Di bidang pertanian, mahasiswa ini juga memberikan penyuluhan dan bimbingan tentang teknik mengolah pupuk non kimia, dengan mendatangkan dosen dari Fakultas Pertanian Unijoyo.

Program KKN Unijoyo Bangkalan di Pamekasan ini selama 26 hari, yakni mulai tanggal 16 Juli dan berakhir Jumat (10/8).

“Malam ini kegiatan penutupan, sekaligus peresmian taman baca desa yang kami beri nama ‘Cakrawala Ilmu Alfadili’,” kata Siti Romlah.
(ZIZ/M008)

*)Antara, 10 Agustus 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan