-->

Kronik Toggle

Korupsi Al-Quran, Kementerian Agama Dukung KPK

JAKARTA – Kementerian Agama terus mendukung penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran di Direktorat Jenderal Bimas Islam dan pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah di Direktorat Pendidikan Islam di kementerian tersebut. Pembebastugasan dua pejabat di kementerian tersebut pada pekan lalu merupakan salah satu langkah untuk mempermudah proses hukum yang tengah berjalan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Abdul Djamil, di sela-sela buka puasa bersama di Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Jakarta, Senin (13/8).

Saat ini, proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terus berjalan dengan memanggil sejumlah pejabat di Kementerian Agama untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan korupsi pengadaan Al Quran. Untuk penyidikan dugaan suap dan pengarahan anggaran pengadaan Al Quran di parlemen, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan anaknya yang juga pengusaha, Dendy Prasetya.

Abdul Djamil mengungkapkan, sejak awal Kementerian Agama berkomitmen meminta semua pejabat di Kementerian Agama untuk memberikan keterangan yang diminta KPK. Kementerian Agama bahkan sudah membebastugaskan dua pejabatnya agar dapat berkonsentrasi membantu proses hukum, yaitu Sekretaris Direktur Jenderal Bimas Islam Abdul Karim dan Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam Ahmad Jauhari. Dua posisi itu kini sudah diisi dengan dua pejabat baru.

”Kami berharap, dua pejabat yang dibebastugaskan itu bisa lebih berkonsentrasi membantu penyelidikan di KPK, sekaligus agar tugas-tugas di kementerian tetap bisa berjalan normal. Rotasi semacam itu bisa saja dilakukan jika diperlukan,” katanya.

Abdul Djamil mengaku belum mengetahui persis, apakah investigasi internal oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama sudah selesai dan bagaimana hasilnya. Proses penyelidikan internal itu sepenuhnya ditangani oleh Inspektorat Jenderal.

Sementara itu, dalam kasus ini KPK kemarin memeriksa lima saksi ), empat di antaranya staf di Kementerian Agama.

Empat pejabat atau pegawai di Kementerian Agama yang di- periksa adalah Ahmad Jauhari, Abdul Karim, Kasubdit Kepenghuluan Mashuri, serta Ali Djufrie. Adapun satu saksi lagi adalah seorang pegawai Bank Bukopin, Yuniar Safriana.

”Mereka diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha. (IAM/ray)

Kliping: Kompas, 14 Agustus 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan