-->

Kronik Toggle

Ingin Baca Buku Sambil Minum Bir? Di sini Tempatnya!

Sabtu, 4 Agustus 2012 14:06:00
Ingin baca buku sambil minum bir? Di sini tempatnya!
Toko buku Winn. ©2012 Merdeka.com
Kategori
Gaya
Travel
0
Reporter: Kun Sila Ananda
Matius Winn jelas bukan orang yang bodoh. Justru, pemilik toko buku Molasses Book ini bisa dikatakan sangat kreatif. Winn mencoba membuat para pelanggannya berada di toko lebih lama dengan menawarkan minuman pada mereka.
Membuka toko buku bekas tentu bukan hal mudah. terutama jika toko buku itu baru dibuka di area dengan persaingan yang ketat.
“Di abad 21 ini, Anda harus lebih berpikiran terbuka dan mencoba menarik pelanggan dengan hal-hal lain,” kata Winn pada NY Daily News (02/08).
Pria ini berencana menjual minuman keras yang murah, seperti bir seharga USD 2 dan wine seharga USD 5 di antara rak-rak koleksi buku fiksi, non-fiksi, dan buku seni yang dijualnya.
Sementara masih menunggu izin, saat ini WInn sudah mulai menjual kopi panas dan es untuk para pecinta buku yang datang ke tokonya.
Dulunya pria berusia 27 tahun ini menjual bukunya di jalanan Kensington dan Park Slope. Namun sejak lama dia telah menginginkan memiliki toko buku sendiri.
“Saya selalu ingin memiliki toko buku yang memperbolehkan pengunjungnya menghabiskan waktu dengan minum bir,” katanya.
“Saya ingin mereka (para pengunjung) memiliki keterlibatan secara fisik dengan literatur. Jadi saya tak suka jika orang langsung pergi setelah membeli buku. Saya harus memberi mereka alasan untuk tinggal lebih lama di toko,” tambahnya.
Rencana Winn ini mendapatkan sambutan yang baik bagi warga setempat. Salah satunya adalah Kenny Conly, 30 tahun.
“Tokonya dekat dengan rumahku dan kopi di sana sangat enak,” kata Conly. “Konsep ini sangat keren. Di mana lagi Anda bisa menemukan toko buku yang menjual bir?” tambahnya.
Hal yang sama berlaku untuk Micah Suozzi, 30 tahun, yang mengaku pergi setiap hari ke toko buku Winn untuk membeli kopi dna menikmati atmosfernya.
“Suasananya sangat menenangkan dan aku bisa menjual semua buku yang sudah tak kubaca padanya,” kata Suozzi.
Meski konsep yang dibuat Winn cukup nyentrik. Namun faktanya, ini adalah salah satu inovasi yang hebat untuk menarik pelanggan.
Bagaimana dengan Anda? Ingin mencoba melihat-lihat buku bekas sambil menikmati segelas wine?
[kun]
http://www.merdeka.com/gaya/ingin-baca-buku-sambil-minum-bir-di-sini-tempatnya.html

NEW YORK — Matius Winn jelas bukan orang yang bodoh. Justru, pemilik toko buku Molasses Book ini bisa dikatakan sangat kreatif. Winn mencoba membuat para pelanggannya berada di toko lebih lama dengan menawarkan minuman pada mereka.

Membuka toko buku bekas tentu bukan hal mudah. terutama jika toko buku itu baru dibuka di area dengan persaingan yang ketat.

“Di abad 21 ini, Anda harus lebih berpikiran terbuka dan mencoba menarik pelanggan dengan hal-hal lain,” kata Winn pada NY Daily News (02/08).

Pria ini berencana menjual minuman keras yang murah, seperti bir seharga USD 2 dan wine seharga USD 5 di antara rak-rak koleksi buku fiksi, non-fiksi, dan buku seni yang dijualnya.

Sementara masih menunggu izin, saat ini WInn sudah mulai menjual kopi panas dan es untuk para pecinta buku yang datang ke tokonya.

Dulunya pria berusia 27 tahun ini menjual bukunya di jalanan Kensington dan Park Slope. Namun sejak lama dia telah menginginkan memiliki toko buku sendiri.

“Saya selalu ingin memiliki toko buku yang memperbolehkan pengunjungnya menghabiskan waktu dengan minum bir,” katanya.

“Saya ingin mereka (para pengunjung) memiliki keterlibatan secara fisik dengan literatur. Jadi saya tak suka jika orang langsung pergi setelah membeli buku. Saya harus memberi mereka alasan untuk tinggal lebih lama di toko,” tambahnya.

Rencana Winn ini mendapatkan sambutan yang baik bagi warga setempat. Salah satunya adalah Kenny Conly, 30 tahun.

“Tokonya dekat dengan rumahku dan kopi di sana sangat enak,” kata Conly. “Konsep ini sangat keren. Di mana lagi Anda bisa menemukan toko buku yang menjual bir?” tambahnya.

Hal yang sama berlaku untuk Micah Suozzi, 30 tahun, yang mengaku pergi setiap hari ke toko buku Winn untuk membeli kopi dna menikmati atmosfernya.

“Suasananya sangat menenangkan dan aku bisa menjual semua buku yang sudah tak kubaca padanya,” kata Suozzi.

Meski konsep yang dibuat Winn cukup nyentrik. Namun faktanya, ini adalah salah satu inovasi yang hebat untuk menarik pelanggan.

Bagaimana dengan Anda? Ingin mencoba melihat-lihat buku bekas sambil menikmati segelas wine?

Kliping: merdeka.com, 4 Agustus 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan