-->

Kronik Toggle

Gramedia Palembang Dibobol Maling Profesional

PALEMBANG – Aksi pembobolan brankas Toko Buku (TB) Gramedia di Jl Kol Atmo Kel 17 Ilir yang menggasak uang Rp 351 juta, dinilai petugas penyidik Polresta Palembang, pelakunya merupakan orang profesional dan pelaku yang beraksi lebih dari satu orang.

Kepada Sripoku.com, Selasa (31/7/2012), Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, aksi pembobolan brankas Gramedia yang sama sekali tidak merusak kunci brankas, bisa dikategorikan pelakunya memang profesional. Dilihat dari aksinya, pelaku membobol brankas dengan cara bersih dan tidak merusak brankas.

Selain itu, pelaku pembobolan brankas diduga lebih dari satu pelaku. Hal ini diudaptakan dari penyeldikan petugas yang menilai pelaku memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksi pembobolan. Seperti membobol brankas dan mencabut hardisc rekaman CCTV.

“Hingga kini kasusnya masih dalam penyedlidikan. Kasus kini dimabil alih Polresta Palembang. Pastinya hingga saat ini, petugas penyidik sudah memeriksa enam saksi yang dimintai keteranganya dan semua saksi merupakan karyawan toko Gramedia termasuk petugas sekuriti,” ujarnya.

Ketika ditanyai apakah aksi pembobolan diduga melibatkan orang-orang dalam, Djoko menegaskan belum bisa dipastikan dengan terbukti dan jelas. Petugas masih melakukan penyeledikan lebih dalam dengan membentuk tim khusus gabungan dari Reskrim Polresta Palembang bersama dengan Polsek IT I.

“Kita harus jeli melihat situasinya. Mungkin saja pelakunya sudah terlebih dahulu menyusup, bisa saja juga pelakunya orang dalam. Pastinya kasus ini masih dalam penyedilikan petugas penyidik labih lanjut,” tegas Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya TB Gramedia yang merupakan toko buku terbesar di Palembang yang berlokasi di Jl Kol Atmo Kel 17 Ilir Kec IT I Palembang, brankas uang dibobol pencuri pada Senin (30/7) dini hari. Uang sebanyak Rp351 juta di dalam brankas lantai IV, digasak pencuri dan selanjutnya pencuri mencabut hardisc yang menyimpan data rekaman CCTV.

*) Tribunnews, 1 Agustus 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan