-->

Kronik Toggle

Diplomat RI di Rusia Luncurkan Buku 'Geliat Islam di Rusia'

Jakarta – Sebuah buku berjudul ‘Geliat Islam di Rusia’ diluncurkan ke masyarakat. Buku yang berisi tentang sejarah perjuangan dan perkembangan Islam di Rusia ini ditulis oleh seorang diplomat RI di Moskow, M Aji Surya dan Frassminggi Kamasa.

“Ada berbagai macam fenomena unik yang sangat layak untuk diketahui oleh bangsa Indonesia. Pertama, Islam di Rusia ternyata lebih tua daripada Islam di Indonesia. Islam datang di Rusia pada abad ke tujuh. Kedua, terdapat makam para sahabat Nabi yang saya temui di sini, ada sekitar 40 makam,” ujar Aji saat acara peluncuran buku tersebut di Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2012).

Sementara keunikan yang ketiga, Aji mengatakan bahwa ternyata di Rusia terdapat orang-orang yang memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW. Mereka memiliki garis keturunan Nabi Muhammad melalui sahabat yang meninggal di Rusia.

“Tak terbayangkan oleh saya akhirnya dapat menemui cicit Nabi di Rusia,” lanjutnya.

Buku setebal 288 halaman ini dibanderol seharga Rp 48 ribu. Dengan gambar sebuah bangunan masjid di kota Yekaterinburg di sampulnya, buku ini mendapat kata pengantar dari Ketua Dewan Mufti Rusia, Syeh Ravil Gaynutdin.

Dengan menulis buku ini, Aji merasa dirinya menjadi penghubung antara muslim di Rusia dengan muslim di Indonesia. Pasalnya, masyarakat Indonesia sudah terlanjur memiliki pandangan bahwa Rusia adalah negara komunis.

“Berbicara tentang Rusia bagi sebagian kita adalah bicara tentang sebuah kegelapan, keburaman, dan hal-hal lain tentang keengganan. Mulai dari komunisme yang menyisakan sejarah kelam hingga jet sukhoi dan satelit telkom 3 yang mengalami kegagalan. Namun dengan segala kekurangan itu saya melihat sisi positif yang banyak saya temui,” jelas Aji.

Di dalam buku ini, Aji juga bercerita tentang stagnasi keagamaan yang ada di Rusia. Rusia berada di bawah kekuasaan komunisme selama 74 tahun, yaitu sejak revolusi Bolschevic. Di mana seluruh kegiatan agama di Rusia dilarang.

“Saat itu masjid, buku-buku agama dihancurkan, imam dikejar-kejar. Namun dengan kekuatan iman, Islam akhirnya dapat berkembang. Sekarang ada sekitar 7.000 masjid yang ada di Rusia. Sementara jumlah umat muslim ada sekitar 25.000.000 atau 18 persen dari populasi rakyat Rusia,” cerita Aji.

Aji mengungkapkan bahwa jumlah ini sama dengan jumlah penduduk Malaysia dan Saudi Arabia. Ia berharap buku ini menjadi jembatan pemahaman masyarakat Islam Indonesia atas saudaranya di Rusia.

“Buku ini merupakan buku pertama yang membicarakan tema Islam di Rusia. Suatu ketika saya harap akan ada buku-buku selanjutnya yang dapat melanjutkan apa yang saya tulis. Ini hanya awal untuk buu-buku selanjutnya,” harapnya.

Moskow saat ini menjadi kota dengan 2 juta muslim, atau kota terbesar penduduk muslimnya di Eropa. Bahkan Aji bercerita bahwa beberapa wilayah di Rusia saat ini memiliki penduduk muslim hampir 100 persen. Beberapa muslim di Rusia menjabat sebagai anggota parlemen, gubernur dan miliarder.

“Selain itu organisasi Islam juga tumbuh subur, ada sekitar 300 organisasi kemasyarakatan yang menginduk kepada 3 pusat kota yaitu Moskow, Ufa, dan Dagestan yang dipimpin oleh seorang mufti. Selain mengurusi soal ibadah khusus dan pembangunan masjid, mereka sudah mulai merambah dunia bisnis. Ada yang mengeluarkan sertifikat halal, halal ekspo, MTQ internasional, dan juga muslim fashion show,” jelas Aji.

Dalam penyusunan buku ini, Aji dan Kamasa memiliki hambatan dalam hal referensi. Pasalnya banyak buku-buku Islam yang telah dihancurkan oleh rezim komunisme.

“Cari bahannya sangat susah. Nampaknya juga tidak ada niatan untuk kembali memulai menyusun buku-buku tentang Islam. Dengan adanya kerjasama antara muslim Indonesia dan muslim Rusia, kita dapat memetik maanfaatnya dalam bentuk pengiriman mahasiswa Islam Rusia untuk belajar Islam di Indonesia yakni di UIN Jakarta, UIN Malang dan UIN Yogyakarta,” tuturnya.

( sip / rmd )

*)Detik, 13 Agustu 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan