-->

Kronik Toggle

Tiga Mahasiswa AS Ajari Anak Poso Buat Buku Cerita

POSO–  Ratusan anak-anak di Poso, Sulawesi Tengah, Senin (23/7/2012) memperingati Hari Anak Nasional  (HAN). Tak kurang dari 500 anak dari pelbagai agama dan suku yang berbeda menggelar karnaval budaya anak perdamaian.

Karnaval anak ini akan menampilkan berbagai pertunjukan tradisional. Di antaranya adalah pesta dolanan anak, pesta engrang, pesta kreasi daur ulang dan bank sampah.

Karnaval anak ini rencananya digelar selama dua hari yang dimulai hari ini dan berakhir Selasa (24/7/2012) besok. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 270 kilometer dari Kota Palu.

Anak-anak yang mengikuti karnaval perdamaian ini berasal 17 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Poso. Berbeda dengan acara seremonial lain, peringatan Hari Anak Nasional ini tak dibuka oleh pejabat semisal bupati, melainkan oleh seorang tokoh masyarakat bernama S. Kampu.

Usai acara pembukaan, anak-anak dan orang tua berbaur dalam tarian massal  “Moende”. Tarian ini dimainkan dengan cara bergandengan tangan dan membentuk lingkaran, sambil menghentakkan kaki dan diiringi irama gendang.

Peringatan Hari Anak Nasional ini digagas oleh Institut Mosintuvu, sebuah lembaga kemasyarakatan yang didirikan oleh Lian Gogali, seorang pegiat perempuan di Poso, Sulawesi Tengah yang mengkhususkan diri pada pemberdayaan ibu dan anak.

Menurut Lian Gogali, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah anak-anak korban konflik Poso dari agama dan suku yang berbeda.

“Hari ini kita membuktikan pula batas-batas agama dan suku yang selama ini menjadi alasan bagi banyak orang untuk bertikai, sudah lebur bersama keriangan dan kegembiraan anak-anak. Coba saksikan sendiri mereka larut dalam kegembiraan. Menyanyi bersama, berpegangan tangan, tanpa prasangka dan kebencian,” kata Lian.

Dalam acara ini, anak-anak dihibur tarian dan dolanan anak tradisional. Mereka juga diajarkan cara mendaur ulang sampah menjadi sebuah kerajinan tangan yang cantik, seperti membuat bunga dari gelas plastik bekas air mineral.

Dalam acara ini, tiga orang mahasiswa asal Amerika Serikat turut menjadi sukarelawan untuk suksesnya peringatan Hari Anak Nasional. Jaime Menegus, Alexis Bryton dan Hannah mengajarkan anak-anak cara mencintai buku dan membuat buku cerita sendiri dalam program yang dinamai Project Sophia.

*)Kompas.com, 23 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan