-->

Kronik Toggle

Sosialisasi Pemanfaatan BSE Terhenti

JAKARTA – Pemerintah dinilai tidak serius mewujudkan buku teks murah bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari pemanfaatan buku sekolah elektronik yang telah dibeli hak ciptanya selama empat tahun terakhir tetapi tak dimanfaatkan secara optimal.

Dukungan pemerintah untuk menyosialisasikan buku sekolah elektronik (BSE) yang jauh lebih murah daripada buku teks di pasaran sangat minim. Akibatnya, BSE dalam bentuk digital yang dapat diunduh lewat internet ataupun versi cetak tidak lagi populer di kalangan guru dan sekolah.

Sorotan terhadap ketidakseriusan pemerintah dalam pemanfaatan BSE disampaikan Ketua Pusat Buku Indonesia Firdaus Oemar, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid, dan mantan Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia M Fauzi Lubis, di Jakarta, Selasa (3/7). Mereka prihatin terhadap kebijakan pemerintah soal buku murah yang tidak berkesinambungan.

”Sosialisasi BSE sudah tak jalan lagi. Dana sangat besar untuk membuat dan membeli hak cipta BSE, jadi mubazir,” kata Firdaus. Pemerintah pun tak memberikan dukungan dana untuk mencetak BSE dan mendistribusikannya ke daerah-daerah.

Sepotong-sepotong

Setia Dharma mengatakan, pencetakan massal bisa dilakukan dengan pembagian wilayah sehingga BSE bisa dimanfaatkan masyarakat.

Saat ini dari hampir 1.000 judul buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah, baru sekitar 400 judul yang dicetak. Namun, jumlah eksemplar yang kecil akibat permintaan dari sekolah yang minim membuat percetakan tak berminat mengembangkan BSE versi cetak.

Firdaus Lubis mengatakan, guru dan sekolah lebih tertarik dengan buku teks penerbit karena mereka bisa melihat contoh fisik buku secara langsung dan mendapat diskon harga 30-40 persen. Adapun jika memanfaatkan BSE versi cetak, para guru hanya bisa mendapat potongan harga maksimal 20 persen karena harga eceran tertinggi sudah ditetapkan pemerintah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan Kemdikbud telah memprioritaskan untuk membereskan urusan buku teks yang masih membebani masyarakat setiap tahun. Pemanfaatan BSE yang telah dibeli pemerintah dengan biaya mahal akan dioptimalkan untuk mewujudkan buku murah bagi masyarakat.

Sumber: Kompas, 4 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan