-->

Kronik Toggle

Ryan si Penjagal Tulis Buku

JOMBANG–Diam-diam, Ryan ‘Si Penjagal asal Jombang’ rajin menulis diary alias catatan harian selama mendekam di penjara. Saking produktifnya, pria yang bernama lengkap Very Idham Henyansyah ini mengaku sudah punya lima buku diary.

“Isinya menceritakan sisi lain dari Ryan yang mungkin dikenal orang dengan apa yang dia lakukan. Orang juga perlu tahu agar tak tercipta Ryan-ryan yang lain,” ujarnya kepada wartawan di Lapas Klas I Cirebon, Kota Cirebon, Selasa (10/7/2012).

Terpidana mati perkara pembunuhan 11 orang itu berencana menawarkan tulisannya ke penerbit agar dibukukan. Dia berharap kisahnya itu dibaca banyak orang. ”Sudah ada beberapa penerbit yang tertarik tapi belum ada kesepakatan. Lagi pula saya belum tahu mempublikasikan tulisan itu,” ujarnya datar.

Ryan menekankan hampir sebagian besar coretan di diary-nya lebih banyak mengungkapkan isi hati. Di sisi lain, dia berupaya jujur untuk menceritakan perasaannya. “Saya berharap lima diari itu, ungkapan hati dan kejujuran saya, banyak diketahui masyarakat,” katanya.

Terpidana yang baru saja ditolak Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung itu mengaku selalu meluangkan waktu tiap hari untuk mengisi buku diary. Menurutnya, diari itu merupakan tempat mencurahkan isi hatinya tanpa kebohongan.

“Kalau di luar mungkin saya bisa bohong dengan banyak orang, dengan diari saya curhat (curahan hati),” ujar Ryan.

Pria berusia 34 tahun itu mengatakan beberapa isi diari itu antara lain tentang kekecewaan, ketidakadilan, dan kerinduan luar biasa terhadap sang ibu dan kampung halaman.

Pada 5 Juli lalu, Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang ia ajukan. Saat itu, Ryan mengajukan PK dengan novum bahwa ia mengalami gangguan jiwa saat peristiwa pembunuhan yang ia lakukan. SURYA

*) Tribunnews, 10 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan