-->

Perpustakaan Toggle

Project Sophia

“”Membaca buku membuat hati saya sangat senang. Dengan membaca, saya bisa melihat dunia yang luas meskipun saya hanya tinggal di desa”

Ini cerita kami; Mimpi Kami
*  *  *

Rasa senang dari hati, mahal harganya bagi anak-anak yang mengalami masa-masa konflik dan pasca konflik. Kehidupan masa kecil mereka dirampas oleh pengalaman buruk yang traumatis; penembakan, pembunuhan, pembakaran, penyiksaan, berlarian mengungsi berhari-hari hingga bulan di tengah hutan. Tidak ada waktu bermain, apalagi bercanda, selain teror.

Pasca konflik, dunia yang mereka tinggali adalah dunia mayoritas yang dilindungi dalam benteng identitas suku atau agama. Rasa curiga, dendam juga kebencian terhadap dunia di luar komunitasnya bukan saja menimbulkan perasaan asing, tapi juga dimusuhi bahkan jika perlu diperangi. Perbedaan adalah sesuatu yang asing. Di usia belia, dunia mereka dibatasi, tidak ada ruang.

Buku, yang menjembatani perasaan mereka. Memungkinkan mereka memiliki mimpi-mimpi. Dengar saja kata Andi,12 tahun “Saya mau jadi seperti Arai, seperti di buku Laskar Pelangi. Dia bisa pintar, biar miskin, biar di desa, meskipun orangtuanya sudah tidak ada”  atau kata Murni, 17 tahun “saya mau jadi penulis komik. Kalau menggambar saya bisa bercerita perasaan saya”. Dari bermimpi, mereka memotivasi diri mengejar cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik.

Buku, membuat mereka melewati batas dunia kotak identitas mereka, membawa berpetualang di dunia luas. Menyadarkan mereka tentang beragam hal yang indah di dunia meskipun berbeda.

Ide tentang Perpustakaan Keliling, juga berasal dari cerita anak-anak di sekitar wilayah pemukiman pengungsi. Agar “hati sangat senang” dan “melihat dunia yang luas” belasan anak-anak menempuh perjalanan yang jaraknya 2-3 kilometer untuk menjangkau Perpustakaan Sophia. 20 buku di perpustakaan, dibaca secara bergiliran, dan berulang-ulang oleh ratusan anak-anak.Semangat anak-anak ini dibatasi dengan ketiadaan akses terhadap buku-buku. Oleh karena itu, tidak terkira perasaan “hati sangat senang” yang dimiliki anak-anak, ketika beberapa pihak yang diorganisir oleh Indonesian Community in Japang (ICJ) memberikan donasi ratusan buku-buku dalam Project Sophia.
Untuk itu, Project Sophia mengambil bentuk Perpustakaan Keliling. Agar semakin banyak anak-anak bisa memiliki “hati sangat senang” dan “melihat dunia yang luas”. Bermimpi, bekerja mewujudkan mimpi, untuk kehidupan pasca konflik yang indah dan damai.

Bagaimana Cara Kerja Project Sophia?
Project Sophia, perpustakaan keliling Sophia adalah perpustakaan yang menggunakan mobil, bergerak berkeliling dari satu desa ke desa lain. Mobil Perpustakaan yang disebut juga “Kotak Ajaib” akan berisi : buku-buku cerita anak-anak dan remaja, buku pelajaran, buku gambar, alat tulis menulis, puzzle, kertas origami, film anak-anak Indonesia, dan lagu anak-anak

Di setiap satu desa yang akan dikunjungi, Kotak Ajaib Sophia akan berkeliling desa mengumumkan keberadaannya, sekaligus mengundang anak-anak dan orang tua. Kotak Ajaib akan ditempatkan di balai desa/lapangan desa atau tempat strategis lainnya yang dapat dijangkau oleh anak-anak. Setiap orang, terutama anak-anak dapat mengakses buku-buku, permainan yang ada di Kotak Ajaib. Aktivitas ini didampingi oleh orangtua, pendamping Project Sophia.

Pada akhir hari, Kotak Ajaib akan memutarkan film anak-anak yang dapat ditonton juga oleh masyarakat umum Dengan demikian, disetiap tempat dimana Project SOPHIA dikembangkan, dapat berperan untuk:

1.     Menumbuhkan minat baca bagi anak-anak

2.     Memberikan ruang terbuka, akses yang besar  dan dukungan yang luas bagi anak-anak untuk membaca di beberapa desa.

3.     Menjembatani ruang pertemuan antar anak dari berbagai identitas untuk saling berbagi, mendukung dan berdialog yang berdampak pada pembangunan karakter generasi muda pasca konflik yang damai.

4.     Membuka ruang komunikasi yang intensif dan massif lintas generasi dari berbagai identitas suku dan agama; memungkinkan terjadinya dialog yang berdampak pada upaya bersama membangun perdamaian.

Dalam hal inilah mimpi Project Sophia; Books Without Borders, terwujud!

Donasi Project Sophia
Untuk memungkinkan mimpi Project Sophia terlaksana dan dikembangkan, kami membutuhkan bantuan anda. Bantuan dapat berupa sumbangan buku-buku cerita anak-anak (baru dan bekas), buku pelajaran; alat tulis menulis; permainan dan uang tunai. Sumbangan buku,alat tulis dengan label “Project Sophia”dapat di kirimkan ke:  Perpustakaan SOPHIA, Institut MOSINTUWU  Jl. Watumpoga’a No. 13 Pamona, Pamona Puselembah, Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia. 94663

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, dapat juga mengirimkan ke :
Reslian Pardede
Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD)
Jl. Tebet Barat Dalam III A no.2
Jakarta Selatan
Telp:  021-8379-4518/8379-4469
(In front of SMA26)  Sumbangan dana dapat melalui link donation for Project Sophia (lihat link sebelah kanan) atau dapat dikirimkan melalui Rekening Institut Mosintuwu:

Bank Nasional Indonesia (BNI)
Atas Nama: Institut Mosintuwu Nomor Rekening : 0206443950
MARI BERGABUNG DENGAN KAMI
UNTUK MASA DEPAN GENERASI PASCA KONFLIK

ONE BOOK AT A TIME!

*)Disalin dari blog sophialibrary, 23 Juli 2012

2 Comments

Kuntisari - 30. Jul, 2012 -

Sangat mulia kegiatan Project Sophia ini. Salut. Kalau ingin negeri ini tenteram, aman dan makmur, hilangkan rasa takut, dengki, irihati dan mau benar sendiri dari hati anak-anak kita yg akan mewarisi negeri yg penuh konflik ini. Tumbuhkan rasa toleran dan hormat terhadap perbedaan, apakah itu ideologi, agama atau secara ekonomis.Dan salah stu caranya, memang dari membaca buku-buku yg tentunya tidak berisi hal-hal yg menghasut, yg menumbuhkan fanatisme sempit atau merasa paling benar dsbnya. Semoga upaya Project Sophia berhasil kiranya. Amin.

Dian Raharja - 20. Sep, 2012 -

saya sependapat dengan sdr Kuntisari.. sukses selalu untuk Project Sophia..

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan