-->

Perpustakaan Toggle

Perpustakaan Mitra Netra

Selasa, 10 Juli 2012, ruang perpustakaan Mitra Netra mulai berfungsi kembali. Setelah mengalami proses renovasi sejak awal April 2012 lalu, saat ini lantai dasar ruang perpustakaan dapat segera difungsikan kembali. Di dalam ruang perpustakaan yang baru ini, terdapat sudut untuk pelayanan, tempat membaca buku yang nyaman, internet cafe, serta rak-rak yang dirancang dengan sangat praktis untuk menyimpan koleksi buku audio digital dan buku Braille.

Perpustakaan Mitra Netra yang menyediakan buku, baik buku audio digital maupun buku Braille, adalah tempat yang “langka” di Indonesia. Jika untuk anak-anak kurang mampu banyak warga masyarakat mendirikan “taman bacaan” guna membantu mereka agar dapat membaca buku, maka bagi tunanetra belum banyak inisiatif yang dilakukan untuk membuat tunanetra dapat mengakses literasi.

Itu sebabnya, layanan produksi dan distribusi buku serta layanan perpustakan untuk tunanetra merupakan salah satu layanan strategis yang Mitra Netra sediakan sebagai bagian penting dari program pemberdayaan tunanetra.

Sejak berdiri 21 tahun yang lalu hingga saat ini, layanan perpustakaan Mitra Netra telah memungkinkan tunanetra menempuh pendidikan di sekolah umum hingga perguruan tinggi secara inklusif bersama siswa lain yang tidak tunanetra. Salsa, Arif Budiman, dan Esa adalah contoh konkrit sebagian dari tunanetra yang menempuh pendidikan secara inklusif tersebut.

Kisah Salsa, Arif Budiman dan Esa.

Alifia Indriani Salsabila, biasa dipanggil Salsa–siswa tunanetra kelas enam–dapat belajar bersama teman-temannya di sebuah SD Negeri di Jakarta Selatan karena Mitra Netra senantiasa menyediakan semua buku yang ia butuhkan untuk belajar di sekolah. Hampir tiap hari, Salsa ke Mitra Netra setelah pulang sekolah untuk belajar dan meminjam buku di perpustakaan. Mata pelajaran yang ia senangi adalah Matematika. Salsa ingin menjadi guru matematika.

Sedangkan Esa Ana Mirabellia, biasa dipanggil Esa, adalah gadis tunanetra asal Purwokerto, Jawa Tengah. Saat ini berkuliah di Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Atmajaya, Jakarta. Seperti Salsa dan tunanetra muda lainnya di Jakarta, Esa juga merupakan pengunjung rutin perpustakaan Mitra Netra. Ia senang membaca karya sastra bermutu serta buku-buku motivasi.

Senin 25 Juni 2012 lalu, Arif Budiman, pemuda tunanetra asal Bogor, baru saja menyelesaikan ujian skripsi di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Arif termasuk tunanetra yang terlambat bersekolah karena ketidakmengertian orangtuanya. Namun, itu tak membuat ia patah semangat. Layanan pendidikan yang Mitra Netra sediakan, termasuk layanan perpustakaan yang menyediakan semua buku pelajaran yang ia butuhkan, telah membantu Arif Budiman menempuh pendidikan hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Perjalanan Kepemilikan Perpustakaan Mitra Netra

Setelah 8 tahun berada di kantor yang terletak di Jalan Gunung Balong II Nomor 58, Lebak Bulus III, Jakarta Selatan, ruang perpustakaan adalah tempat di lokasi kantor Mitra Netra yang kondisinya paling memprihatinkan. Ruangan berukuran 62 meter persegi itu semula adalah ruang kerja penjahit. Sebelum kantor tersebut Mitra Netra beli atas bantuan Foundation Dark & Light Blind Care (DLBC) dari Belanda, rumah berukuran kurang lebih 550 meter persegi di atas tanah seluas 950 meter persegi ini adalah milik seorang penjahit.

Memiliki ruang perpustakaan yang lebih memadai adalah impian Mitra Netra. Di sana, tunanetra dapat melakukan kegiatan yang mengasah kapasitas berpikir: membaca buku, belajar, mencari informasi di internet serta berdiskusi.

Rencana Pembangunan

Rencana untuk merenovasi ruang perpustakaan ini telah dimulai sejak pertengahan 2010. Setelah membuat desain awal berikut perkiraan dana yang dibutuhkan–renovasi ini membutuhkan dana sebesar Rp450 juta–upaya penghimpunan dana pun segera dilakukan pada 10 November 2010. Kegiatan penghimpunan dana ini dinamai “Mitra Bercahaya”. Melalui dukungan para “mitra” atau sahabat, Mitra Netra akan terus menebarkan cahaya bagi tunanetra di Indonesia melalui buku.

Penghimpunan dana dilakukan dalam dua cara. Cara pertama, menawarkan paket donasi. Penawaran ini terutama ditujukan kepada donatur individu guna memudahkan mereka memberikan kontribusi. Sedangkan cara kedua adalah menyampaikan proposal permohonan bantuan dana ke lembaga, baik lembaga pemberi dana (donor agent) maupun perusahaan.

Hingga akhir Maret 2012, upaya penghimpunan dana ini telah berhasil mengumpulkan uang hampir mencapai Rp150 juta. Ini berarti, baru sepertiga dari dana yang dibutuhkan telah terhimpun. Namun, mengingat kondisi perpustakaan yang telah kritis, renovasi telah dimulai secara bertahap sejak 2 April 2012.  Adapun hasil penghimpunan dana hingga 30 Juni 2012 adalah Rp255 juta.

Dari dana yang telah terhimpun di atas, telah dimanfaatkan untuk persiapan dan proses renovasi perpustakaan berikut fasilitas pendukung lainnya sebesar Rp222 juta. Mitra Netra menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mewujudkan impian tersedianya perpustakaan untuk tunanetra yang lebih memadai di Jakarta dan melayani perpustakaan untuk tunanetra di kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Saat ini upaya penghimpunan dana masih terus dilaksanakan karena Mitra Netra masih harus membangun lantai dua di atas ruang perpustakaan yang baru tersebut. Lantai dua ini akan dimanfaatkan untuk ruang produksi buku audio, yang meliputi studio rekaman untuk membaca, ruang editing, ruang duplikasi dan labeling serta ruang pengepakan dan pengiriman.

Di samping itu, ruang produksi buku Braille juga akan ditempatkan di lantai dua tersebut. Hal ini perlu dilakukan mengingat ruang yang ada saat ini tidak lagi memadai untuk menjalankan fungsi produksi buku audio digital dan buku Braille.

Setelah 21 tahun Mitra Netra mengabdi, lembaga ini terus menjalankan dan mengembangkan fungsi sebagai penyedia dan pengembang layanan bagi tunanetra guna mewujudkan kehidupan tunanetra yang cerdas, mandiri, dan bermakna dalam masyarakat inklusif.

Layanan produksi dan distribusi buku untuk tunanetra Mitra Netra saat ini telah menjangkau 43 kota di 14 provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 2.000 tunanetra. Sedang kapasitas produksinya adalah 300 judul buku audio dan 150 judul buku Braille tiap tahun. Hingga 30 Juni 2012, jumlah koleksi buku audio secara keseluruhan adalah 1.749 judul, sedangkan buku Braille adalah 1.538 judul. Jumlah ini akan terus bertambah dan harus terus bertambah karena Mitra Netra memimpikan setiap tunanetra di negeri ini dapat dengan mudah memperoleh dan membaca buku.

Oleh karena itu adalah penting untuk memperbesar kapasitas produksi buku Mitra Netra, dan salah satu langkah yang harus ditempuh adalah dengan menyediakan ruang yang lebih memadai sebagai tempat kegiatan produksi buku tersebut dilakukan.

Donasi yang Ada berikan akan memungkinkan Mitra Netra terus mengembangkan fungsi sebagai lembaga lokomotif penggerak kemajuan tunanetra Indonesia, satu di antaranya menumbuhkembangkan masyarakat tunanetra yang gemar membaca dan belajar melalui program produksi dan distribusi buku untuk mereka.

*)VIvanews, 19 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan