-->

Lainnya Toggle

Penulis New Yorker mengaku palsukan kutipan Bob Dylan

Seorang staf penulis untuk majalah populer New Yorker mengundurkan diri setelah ia mengaku memalsukan kutipan-kutipan Bob Dylan di bukunya.

Jonah Lehrer, 31, mengakui hal itu dalam sebuah pernyataan dari penerbit bukunya bahwa beberapa kutipan yang ia gunakan “tidak pernah ada”, dan yang lain dinyatakan sebagai salah kutip.

Pengunduran diri itu terjadi setelah majalah online Tablet menulis artikel mendalam mengenai kutipan-kutipan yang digunakan dalam Imagine: How Creativity Works.

Pengiriman buku tersebut, yang diterbitkan Maret lalu, dihentikan.

Versi elektronik buku itu juga telah ditarik. Houghton Mifflin, sang penerbit, mengatakan Lehner telah melakukan “pelanggaran serius.”

Lehrer sudah masuk daftar hitam di New Yorker, yang terkenal dengan pemeriksaan fakta secara seksama, setelah bulan lalu ia mengaku telah mendaur ulang beberapa artikel untuk majalah tersebut dari artikel yang telah ia tulis untuk publikasi-publikasi lain.

Pengakuan itu datang setelah Michael Moynihan dari Tablet menghubunginya tentang kutipan-kutipan tersebut.

“Saya mengatakan pada Moynihan bahwa [kutipan-kutipan] itu berasal dari arsip cuplikan wawancara yang diberikan oleh perwakilan Dylan pada saya,” kata dia. “Hal itu adalah dusta yang dilontarkan saat panik.

“Dusta itu kini telah usai. Saya paham betapa buruknya posisi saya. Saya ingin meminta maaf pada semua orang yang telah saya kecewakan, terutama para editor dan pembaca.”

Integritas

Di antara kutipan-kutipan yang dipertanyakan itu adalah satu yang pertama kali muncul dalam dokumenter 1960an berjudul Don’t Look Back. Ketika ditanya tentang lagu-lagunya, Dylan menjawab “Saya hanya menuliskannya. Tidak ada pesan-pesan yang luar biasa.”

Dalam bukunya, Lehrer menambahkan kalimat ketiga, “Berhentilah meminta saya untuk menjelaskan,” kalimat itu tidak ada dalam film.

Menurut Tablet, ia juga mengarang kutipan-kutipan Dylan tentang lagu Like A Rolling Stone.

Ketika dikonfrontir dengan kurangnya data untuk mendukung kutipan-kutipan itu, Lehrer mengatakan ia mendapat akses pada versi mentah No Direction Home, sebuah dokumenter tentang Dylan yang dibuat oleh Martin Scorsese.

Ia kini telah mengakui bahwa ia tidak pernah melihat cuplikan tersebut.

“Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan,” kata editor New Yorker David Remnick dalam sebuah pernyataan. “Tetapi pada akhirnya, yang penting adalah integritas dari apa yang kita terbitkan dan apa yang kita yakini.”

Penjualan buku Lehrer selama ini terbilang memuaskan, buku itu berada di peringkat 105 buku terlaris versi situs toko buku online Amazon.com pada hari Senin.

*)Tribunnews, 31 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan