-->

Lainnya Toggle

Novelis Gabriel Marquez alami kepikunan

Novelis terkenal dan peraih Nobel Sastra 1982, Gabriel Garcia Marquez, mengalami demensia alias hilang ingatan, demikian keterangan saudara lelakinya.

Jaime Garcia Marquez, saudara lelaki Gabriel, mengatakan hal itu kepada mahasiswanya dalam ruang kuliah di sebuah perguruan tinggi di Cartagena, Kolombia.

Menurutnya, penulis novel ‘Seratus Tahun Kesunyian’ (1967) itu beberapa kali menelponnya untuk menanyakan sesuatu secara berulang-ulang.

“Kakak saya bermasalah dengan ingatannya.. Terkadang saya menangis karena saya merasa kehilangan dia,” kata Jaime

Jaime adalah anggota keluarga besar Gabriel yang berbicara secara terbuka kepada umum tentang kondisi ingatan penulis terkenal yang berusia 85 tahun itu.

Sebelum Jaime mengungkap kondisi terakhir kakaknya, seperti dilaporkan wartawan BBC di Kolumbia, Arturo Wallace, telah beredar kabar tentang masalah ingatan novelis yang dikenal pula sebagai jurnalis, penerbit, serta sekaligus pegiat politik Kolombia tersebut.

Lama tidak menulis

Dalam keterangannya, Jaime mengaku tidak bisa menahan diri untuk berbicara tentang demensia alias pikun yang dialami kakaknya.

“Secara fisik, dia baik-baik saja, tetapi dia telah menderita demensia dalam rentang waktu yang lama,” ungkap Jaime.

Dia mengakui kakaknya itu sudah lama tidak menulis.

Namun demikian, “kakak saya tetap suka kelakar, riang dan selalu antusias,” paparnya lebih lanjut.

Novel karya Gabriel yang paling terkenal, dan disebut-sebut bergaya realisme magis, ‘Seratus Tahun Kesunyian’ (1967) telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan telah terjual lebih dari 10 juta eksemplar.

Saat ini, Gabriel Garcia Marquez tinggal di Meksiko dan belakangan jarang tampil ke khalayak umum.

*) BBC Indonesia, 7 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan