-->

Kronik Toggle

Narapidana Korupsi Buku Mantan Bupati Sleman Bebas

Yogyakarta – Mantan Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto, terpidana kasus pengadaan buku pelajaran, menjalani masa bebas bersyarat sejak 10 Mei lalu. Ia telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan selama hampir tiga tahun. Kemunculan pertama kali Ibnu di depan khalayak terjadi saat dia menjadi among tamu pada pernikahan putra novelis yang juga dosen Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Ashadi Siregar, di Aula Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Ahad, 15 Juli 2012.

Mengenakan pakaian adat Batak lengkap dengan kain ulos dan kain ikat di kepala, Ibnu yang didampingi istri nyaris tak dikenal di antara para tamu undangan dan among tamu lain. Dia terlihat semringah ketika Tempo menyapa. “Hari ini saya punya marga Siregar,” ujar Ibnu bercanda. Dia menjadi among tamu setelah dikontak Ashadi Siregar. Istri Ibnu berteman dekat dengan istri Ashadi, Helga.

Ibnu dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani hukuman selama dua tahun enam bulan. Mahkamah Agung menjatuhi hukuman tiga tahun penjara atas kasus pengadaan buku ajar ketika dia menjabat sebagai Bupati Sleman.

Meskipum pengadilan memutuskan bersalah, Ibnu menyatakan tak bersalah karena dia tak menerima uang tersebut. Bupati Sleman yang terpilih selama dua periode ini akhirnya mengajukan peninjauan kembali. “Sekarang masih belum diputuskan PK-nya,” kata Ibnu.

Karena bebas bersyarat, Ibnu tetap dikenakan jadwal lapor setiap pekan hingga Agustus mendatang. Ibnu menyatakan kemunculan perdananya di depan orang banyak biasa-biasa saja. “Tidak merasa guilty, wajar-wajar saja,” ujarnya.

Sejak dalam penjara, dia aktif menulis buku. Buku berjudul Antropologi Kekuasaan dan Stagnasi Bangsa yang dia tulis segera dia terbitkan. Setelah bebas, ia menyatakan akan mendedikasikan waktu untuk dunia riset, menulis, dan bertani.

*)Tempo.co, 16 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan