-->

Kronik Toggle

Menunggu Buku Raden Saleh

Jakarta – Pameran lukisan karya Raden Saleh menuai sukses. Banyak orang yang memberikan apresiasi dan pujian atas kegiatan itu. Satu pekerjaan rumah lagi masih harus diselesaikan oleh kurator pameran Werner Kraus dan Irina Vogelsang, yakni menerbitkan buku Raden Saleh.

“Sudah 70 persen, tapi yang 30 persen ini justru yang paling esensial dan butuh ekstra tenaga,” ujar Irina kepada Tempo, Jumat, 29 Juni 2012.

Buku ini akan berisi tentang profil Raden Saleh dan lukisan-lukisan karya yang dibuatnya. Tentu saja foto-foto lukisan Raden Saleh, termasuk lukisan yang dipamerkan di Galeri Nasional 3-17 Juni lalu, akan dicantumkan. Agar pembaca lebih paham, mereka bakal menyertakan informasi tentang lukisan tersebut. “Ada juga informasi lukisan yang menarik, seperti lukisan berjudul Banjir di Banyuwangi,” ujar kandidat PhD di University of Passau ini.

Buku ini juga bakal memuat beberapa surat-surat Raden Saleh. Dia termasuk unik karena menguasai beberapa bahasa sekaligus seperti bahasa Jerman, Belanda, Melayu, dan Inggris. “Ini menarik untuk mengetahui karakter dan kepribadian Raden Saleh,” ujarnya.

Keterangan tentang lukisan ini menjadi semacam pengganti bagi katalog yang batal diterbitkan saat pameran lalu. Menurut Irina, lebih baik katalog ditiadakan daripada keluar tapi tidak lengkap. Karena itu, diputuskan untuk membuat buku yang lebih lengkap tentang pelukis yang lama tinggal di Eropa ini. Boleh dikatakan buku itu akan mengunakan pendekatan esai dan bukan biografi biasa.

Buku ini akan cukup tebal karena memuat dalam tiga versi bahasa, yakni Jerman, Inggris, dan Indonesia. Tapi tidak semua teks akan dialihbahasakan dalam tiga bahasa. Mereka akan memberikan penekanan pada hal-hal yang menjadi perhatian masing-masing pembaca.

“Misalnya pembaca Indonesia lebih suka masalah konteks lukisan A, sementara pembaca lain dititikberatkan pada konteks seni rupa di Jerman, misalnya,” ujarnya.

Perempuan yang sangat lancar berbahasa Indonesia ini mengatakan menyusun buku ini tidak mudah. Ada hal-hal yang menjadi tantangan tersendiri seperti pengumpulan bahan-bahan dan material dari berbagai tempat. Belum lagi mengurus masalah perizinan dan hak mereproduksinya.

Selain itu, untuk menyusun teks, editor harus memahami pribadi dam bahasa sang kurator, Werner. Karena bahasa Werner ini lumayan detail, selain itu bahasa yang digunakan juga mencakup bahasa Jerman kuno dan metafora Jerman kuno. Buku ini direncanakan selesai September mendatang.

Banyak orang mengatakan pameran Raden Saleh ini sukses. Ketua Galeri Nasional Jakarta Tubagus Andre mengatakan lebih dari 18 ribu orang menghadiri acara pameran ini. Setiap harinya ribuan orang mendatanginya. “Ini rekor, sebelum-sebelumnya tak pernah seramai ini,” ujarnya.

*)Tempo.co, 29 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan