-->

Tokoh Toggle

Melanie Subono: Musik, Buku, dan Kepedulian Sosial

Seperti pilihan musiknya— rock—Melanie Subono adalah sosok yang energik dan tak pernah berhenti. Perempuan penyanyi rock Indonesia kelahiran Hamburg, Jerman, ini tidak hanya menarik urat lehernya untuk melengkingkan lagu rock, tetapi juga menjadikan rock sebagai sikap, pola pikir, dan perilaku.

Dia tidak hanya menjadi penyanyi rock dan pencipta lagu, tetapi juga menulis buku. Bukunya yang berjudul OUCH!!! dan Liaison Officer Forever mendapat sambutan baik dari kalangan muda.

Giat bersuara di media sosial, ia punya kepedulian tinggi terhadap masalah sosial. Empatinya tergugah saat mengetahui nasib Imas Tati, buruh migran yang bekerja di Kuwait dan terluka saat berusaha melarikan diri karena terancam diperkosa. Ia menggalang petisi sebagai bentuk solidaritas. Melanie juga ikut mengampanyekan gerakan hak asasi manusia dan jender serta gerakan pembatasan penggunaan kantong plastik demi lingkungan yang lebih baik.

Bagi Melanie, tidak perlu menyalahkan orang lain untuk mencari akar masalah atau memulai sesuatu. Namun, sudah sejauh mana diri sendiri melakukan sesuatu untuk menyelesaikan suatu masalah.

***

Banyak kasus HAM yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara. Berbagai upaya dilakukan pemerintah, tetapi belum menunjukkan perubahan signifikan. Menurut Anda, apa yang menjadi pokok masalahnya? Bagaimana solusi untuk meminimalkannya? (Samuel Laborsipago, Jakarta)

Kata siapa enggak ada perubahan signifikan? Kata siapa itu harus selalu jadi urusan pemerintah? Menurut saya, semua masalah terjadi karena kita sendiri dan kebetulan hobi kita adalah menunjuk dan mencari pihak lain untuk menjadi penyebab.

Pernahkah kamu ada di keadaan, di mana kamu sebener-nya dirugikan, baik skala besar maupun kecil. Kamu jawab, ”Ah, udahlah enggak usah dibahas daripada nyari ribut.” Nah, siapa yang enggak sadar akan haknya sendiri? Mengapa kita mengharapkan orang membela hak kita?

Apa sich yang membuat Kak Melanie menjadi seorang lady rocker? (Uci, Jakarta)

Waduh, saya enggak tau. Kan, saya, enggak pernah kasih julukan itu kepada diri saya sendiri. Itu orang lain yang selalu ngomong seperti itu selama bertahun-tahun. Mungkin karena gue main musik rock, ya?

Apa faktor yang melandasi Mbak Melanie membuat petisi Imas Tati? (Aan P, Garut)

Pertama gue dari dulu sangat sering aktif di hal-hal yang memang berhubungan dengan hak asasi manusia dan hal yang berhubungan dengan wanita. Sebenarnya petisi itu bukan hanya untuk Imas Tati, melainkan juga menurut saya tidak ada—sekali lagi tidak ada—manusia yang berhak mengeluarkan kalimat yang saat itu dikeluarkan oleh Ketua Satgas TKI atau Pak Marzuki Alie sebelumnya. Sebab, tidak ada manusia yang lebih tinggi, apa pun jabatannya di bumi ini.

Hal kedua adalah karena Imas Tati berbicara kepada gue secara langsung, dan gue akan sangat tidak berperikemanusiaan kalau diam saja.

(Imas Tati adalah tenaga kerja wanita berusia 23 tahun yang kini sulit berjalan. Imas patah tulang di beberapa tempat akibat lari dari majikannya yang hendak melakukan pelecehan seksual. Kepedulian Melanie ibarat disiram bensin saat mendengar komentar dari Ketua Satgas Tenaga Kerja Indonesia Maftuh Basyuni yang menuding berbagai kasus pelecehan seksual yang menimpa TKW disebabkan oleh sikap mereka yang genit, nakal, dan pergaulan bebas. [Kompas, 20 Juni 2012])

Untuk Mbak Melanie Subono yang menginspirasi, kapan waktu terbaik Mbak Melanie untuk menulis, sedangkan kayaknya kegiatan Mbak banyak sekali, ya? Terus, apa yang membuat Mbak Melanie berempati atas permasalahan sosial di masyarakat yang terjadi? (Fitri Al Tigris, Bogor)

Hmm… bukankah sekarang ini semua sudah sangat canggih? Dengan membawa satu handphone dan laptop kita sudah bisa membuat artikel, buku, bahkan merekam lagu, mengedit foto, korespondensi dengan orang-orang dan sejuta kerjaan lain?

Jadi, sebenarnya di mana pun, kapan pun, saat mood itu datang, cukup dengan gadget itu, gue bisa berkarya.

Yang membuat gue empati pada hal sosial? Simpel! Karena gue juga manusia, sama seperti orang yang mengalami dan sama seperti elu. Mengapa gue peduli sama hal-hal bertemakan wanita? Simpel! Karena gue wanita….

Apa sih yang menginspirasi kakak dalam berkarier? Coba kasih satu saja kalimat motivasi yang sangat memberkati kakak. (Indy Mangi, Kupang-NTT)

Hidup ini indah kalau saja kita mau membuka mata kita dan melihat ke arah yang tepat. Kalau kita terus lihat ke orang/hal yang lebih indah atau beruntung, hidup kita pasti merasa sangat buruk. Namun, kalau kita bisa ngeliat ke arah bawah, ke arah hal-hal yang lebih kurang beruntung lagi, elu akan sangat ngerasa beruntung dan semangat dan rasa bersyukur akan muncul dengan sendirinya.

Kedua, semua manusia itu hebat. Tuhan menciptakan semua manusia sama. Semuanya tergantung kita, mau memotivasi diri atau pasrah.

Saya selalu bilang, ”Saya ’tidak’ smart seperti kata orang-orang. Sama sekali tidak. Saya cuma dikasih otak, tenang, kemampuan dan lain-lain dari Tuhan yang kadang-kadang suka saya pakai.

Dari pengalaman Anda sebagai Duta Antinarkoba, mengapa banyak orang terjerembap menjadi pengguna narkoba? Terus, mengapa Indonesia sekarang menjadi pasar narkoba besar, apakah karena hukum terhadap para pengedarnya terlalu ringan? (Dimas, Ciputat, Tangerang Selatan)

Umumnya, mereka hanya karena mencoba. Dunia ini adalah satu lingkaran sebab akibat, mungkin saja penyebabnya adalah kita-kita juga. Tidak jarang ada orang yang akhirnya lari ke hal tersebut hanya karena tidak berani menghadapi kenyataan. Mungkin saja itu datangnya dari satu ucapan kecil dari mulut kita, dan itu menyakitkan, dan secara tidak langsung kita menyebabkan mereka masuk ke dunia itu.

Mengapa Indonesia jadi pasar narkoba terbesar? Ya, karena pembelinya ada. Menurut gue, tidak ada urusannya sama hukum.

Apakah kamu di mobil pake seatbelt cuma karena hukumannya berat? Sama saja, narkoba juga begitu.

Kak Melanie katanya sering menyempatkan diri berkeliling daerah untuk mengajar membaca dan mengajak masyarakat agar gemar membaca. Sebenarnya, apa sih Kak masalahnya, kok minat baca masyarakat kita rendah. Apa karena buku-buku juga mahal? (Satrio Pandawa, Jakarta Pusat)

Heran, mengapa selalu mencari hal lain untuk dipersalahkan? Sekali lagi, kembali pada orangnya. Kalau memang niat membaca, bisa ke tempat sangat murah dan lengkap bernama perpustakaan.

Seberapa sering kamu ke perpustakaan sebelum kamu menanyakan ini?

Ayah Melanie, kan, Adrie Subono, juragan Java Musikindo. Apakah yang sangat memengaruhi Melanie dari Om Adrie, kan, kata orang, apel jatuh tak akan jauh dari pohonya… he-he-he…. (Rara Kinanti, Bojongkoneng, Bandung)

Pengaruh ayah saya ke saya tidak ada hubungannya dengan beliau juragan Java Musikindo. Kamu mau tanya beliau sebagai ayah atau bos saya? Itu dua hal yang beda. Pengaruh Adrie Subono ada pada saya dari saya kecil saat beliau masih seorang businessman, di luar entertainment. Yang sangat memengaruhi saya adalah cara bekerja yang benar. Menghargai waktu dan orang lain serta disiplin.

Sebenarnya apa sih yang kamu kerjakan sebagai anggota Sahabat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia? Sedih juga, ya, kalau ngeliat lingkungan negeri kita tuh udah rusak bener….(Tono Widyanto, Yogyakarta)

Sebelum saya jawab, saya tanya kamu apakah yang sudah kamu kerjakan untuk alam? Siapakah yang merusak? Kita.

Apakah yang merusak itu selalu yang membangun pabrik, limbah, dan lain-lain? Mungkin. Tetapi, itu sama merusaknya dengan kita membuang sampah sembarangan, atau kita menggunakan hairspray, atau kita tidak menanam pohon….

Sebagai sahabat Walhi, gue banyak menjalankan tugas dan sosialisasi kepada orang-orang mengenai kesadaran. Sekarang gue sedang fokus campaign di pengurangan penggunaan plastik.

Namun, sebagai penghuni rumah ”Indonesia”, gue sudah tidak menggunakan plastik. Gue sudah menanam pohon di rumah, tidak menggunakan bahan yang merusak, dan selalu mencoba memberi contoh kepada sekeliling.

Kapan merilis album terbarunya, Mbak? Ada rencana untuk membuat album dengan genre lain gak, misalnya pop ato hiphop? Bikin dong festival ladies rock Indonesia, kayaknya lady rocker Indonesia kalah pamor, ya, ama rocker-rocker cowoknya… he-he-he…. (Ian Keliek Jovi, Klaten, Jateng)

Album baru Januari kemarin. Kamu belum jadi anggota Sahabat Melanie, ya? Silakan buka www.melaniesubono.com. Di situ bisa kamu unduh album terakhir gue. Gratis.

Soal album dengan genre lain? Nope! Rock adalah napas saya.

Apa arti sebuah keluarga buat Melanie? Dari mana kamu mendapatkan energi terbesarmu untuk menjalani kehidupanmu…. Keep on rock, ya, jeng! (Dudi Sugandhi, Cijagra, Bandung)

Keluarga? Keluarga saya (orangtua, suami, kakak-adik, dan lain-lain) adalah urat nadi saya. Yesus adalah pelindung saya dan Indonesia adalah rumah saya

Yang memberi energi terbesar? Pada saat saya down, capek, lelah, kalah, dan saya sadar saya punya tiga hal di atas.

Menurutmu, bagaimana sih sebenernya sikap pemerintah itu? Kok, nasib TKI kita di negeri orang tak reda dirundung malang. (Ditya, Depok)

Tidak selalu. Ada sisi di mana pemerintah kita emang gebleg, tetapi ada juga kok kasus-kasus yang memang akhirnya selesai dan dibantu.

Sekali lagi saya tanya balik: Apakah yang sudah kamu lakukan untuk saudara-saudara TKI kita?

Bagaimana cara seorang Melanie Subono untuk mengejar passion-nya? Kasih dong saran-saran buat teman-teman di luar sana untuk mengejar passion-nya masing-masing. Thank you! (Devananta Rizqi Rafiq, Yogyakarta)

Kalau kamu menemukan hal yang kamu anggap passion kamu, otomatis kamu akan mengejarnya. Kalau tidak, ya udah jelas, itu bukan passion kamu. Carilah dahulu arti kata passion.

Industri musik Indonesia pernah diramaikan oleh munculnya sejumlah lady rocker berkualitas, seperti Nicky Astria, Anggun C Sasmi, Mel Shandy, dan Atiek CB. Menurut Anda, bagaimana caranya agar fenomena bagus seperti ini bisa terulang kembali? Siapa lady rocker yang menjadi panutan Anda? (Harrys Simanungkali, Jakarta)

Nah, itu dia, saya juga bingung. Sampai sekarang, 6-7 tahun belakangan ini, solo rock cewek saya doang isinya. Saya sangat menanti cewek-cewek lain untuk bergabung.

Anyway, kalau nanti udah waktunya, juga akan datang dengan sendirinya, kok. Kalau fenomena itu harus di-setting atau dibuat, apa bedanya kita dengan yang lain?

Dalam konsep Mbak Melanie, bahagia itu apa? Apakah Mbak pernah merasa terpuruk? Makasih, ya, sukses selalu? (Rosa Ermawar, Klaten, Jawa Tengah)

Saya belum punya sayap: masih makan nasi, masih napas. Mau nabi sekalipun, akan punya perasaan itu selama hidup?

Sebenarnya simpel saja, bahagia adalah bersyukur dengan yang ada, semangat. Liat sekeliling kita. Tentukan mimpi, kalau gagal, ya, kejar lagi, nikmati setiap emosi yang ada….

Hmm… satu lagi sih, mimpi saya he-he-he… udah dua taun enggak kesampean pengen banget foto dan nyanyi ama Faank Wali…. Anyone? *ngumpet*

Halo Mbak Melanie, apa suka dan duka Mbak menjadi seorang LO? Request terunik apa yang pernah Mbak Melanie temukan ketika menjadi seorang LO dari para artis asing yang Mbak Melanie datangkan ke sini? (Prawatya EP, Jatibening Baru, Bekasi)

Kalau diceritakan suka duka enggak akan pernah muat ditulis di sini. Karena itu artinya ngomongin pengalaman puluhan tahun. Buat gue, setiap ”majikan” yang dateng itu semua unik dan beda. Kalau soal request paling unik, mungkin yang terjadi adalah gue udah kelamaan kerja gini dan gak ada yang ngagetin gue lagi. Jadi, jarang ada yang gue bilang aneh.

Sumber: Kompas, 17 Juli 2012, hlm 33, “Hidup Ini Indah kalau Kita Membuka Mata”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan