-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Ketiga Juli 2012

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

Swami Sri Sathya Sai Baba : Sebuah Tafsir

Karya Sai Das

Resensi ditulis T Nugroho Angkasa

Dimuat MEDIA INDONESIA, 15 Juli 2012

Buku swami Sri Sathya Sai Baba, sebuah tafsir yang semula berjudul Svami-Bhagavan Sri Sathya Sai Baba, sebuah tafsiran ini hampir 30 tahun lebih menghilang dari peredaran. Kemudian Ir Ni Luh Wayan Sukmawati menegtik ulang kopiannya sehingga bisa diterbitkan kembali. Buku ini terdiri dari delapan bab. Berisi tafsiran atas ajaran dan kehidupan Swami sathya Sai Baba. Antara lain, Swami sang Avataar, sang Penuntun, sang Pengasih, sang Pemersatu, sang Pelindung, sang Pengampun, sang Penyelamat, sang Pencegah, dan sang Sutradara.

Ulama & Kekuasaan: Pergumulan Elite Politik Muslim Dalam Sejarah Indonesia

Karya Jajat Burhanudin

Resensi ditulis Fajar Kurnianto

Dimuat KORAN TEMPO, 15 Juli 2012

Dalam sejarah Indonesia umumnya, dan khususnya sejarah Islam Indonesia, ulama memainkan peranan yang sangat penting. Bukan hanya menyebarkan Islam dan membangun sarana pendidikan untuk kaum pribumi, tapi juga dala merespons perubahan sosial di Nusantara. Baik itu ketika pada zaman kerajaan-kerajaan Islam, kolonial (Hindia Belanda), kemerdekaan, bahkan hingga zaman sekarang. Karya Jajat Burhanudin yang merupakan disertasinya di Universitas Leiden, Belanda, ini mencoba menelusuri peran ulama itu. Studi ini, seperti dikatakan Jajat, menekankan sejarah sosial dan intelektual, yang relatif terabaikan dalam studi tentang ulama Indonesia. Kajian ini dimaksudkan untuk memberi penjelasan historis tentang ulama kontemporer: revitalisasi dan reformulasi tradisi dalam rangka beradaptasi dengan tuntutan baru modernitas.

Dahlan Juga Manusia, Pengalaman Pribadi Mengenal Dahlan Iskan

Karya Siti Nasyiah

Resensi ditulis Anang Harris Himawan

Dimuat JAWA POS, 15 Juli 2012

Tak lazim! Itulah pandangan masyarakat terhadap sosok Dahlan Iskan, mantan CEO Jawa Pos dan direktur PLN. Itu disebabkan kebiasaan beliau yang tidak biasa sebagai pejabat negara. Buka tutup pintu tol, marah-marah, membanting kursi, tidur dirumah penduduk miskin. Gelimang fasilitas hampir tidak pernah beliau manfaatkan: mobil dinas yang sehari-hari  hanya ditempat parkir karena jarang beliau pakai, fasilitas komunikasi, rumah dinas, dan gaji yang tak pernah diambil, dan cara berpakaian yang tidak selayaknya para pejabat negara. Tingkah pola Dahlan yang seperti diatas bagi sejumlah kalangan dianggap janggal. Bagi yang berpikir negatif, bahkan hanya dianggap “pencitraan” di mata istana dan rakyat. Tapi bagi mereka yang pernah bersama-sama pria kelahiran Magetan itu, segala tindakan ayah dua anak tersebut bukanlah hal baru, bahkan sudah biasa. Kalau tidak seperti itu bukanlah Dahlan. Itulah sebagian yang terangkum dalam buku Dahlan Juga Manusia, karya Siti Nasyiah.

Hukum Islam dan Dinamika Perkembangan Masyarakat: Menguak Pergeseran Perilaku Kaum Santri

Karya Dr Pujiono

Resensi ditulis Abu Laka Sosl

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 15 Juli 2012

Kerapkali terjadi kesenjangan antara konsepsi hukum Islam dengan praktik hidup masyarakat. Para ahli hukum Islam menetapkan hukum normatif berdasarkan teks kitab suci dan atau nash. Tapi pada taraf implementatif pikiran maupun tindakan masyarakat tak mencerminkan ide hukum itu. Bahkan pada titik lain kecenderungan ‘menyimpang’ dari apa yang telah di kehendaki ulama tampak nyata dalam laku seharian mereka. Apa dan dimana letak kesalahan itu? Pertanyaan lebih spesifik, apakah produk asli kajian ahli hukum masih ada yang keliru? Ataukah produk hukum kadang bergeser dengan apa yang digagas ulama? Dan, apakah metodologi serta pendekatan  terhadap hukum Islam klasik masih kurang tepat sehingga hasil yang diperoleh tak kontekstual dengan situasi dan perkembangan zaman yang dinamis. Pertanyaan janggal itu berupaya dijawab dalam buku ini. Karya dr Pujiono menarik dan menggelitik pikiran.

A Cup of tea: Menggapai Mimpi (Kisah-Kisah Inspiratif Penyemangat)

Karya Herlina P Dewi dkk

Resensi ditulis Eka Siti Nurjanah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 15 Juli 2012

bermimpi adalah hal yang bisa dilakukan oleh semua orang. Bermimpi ibarat memasuki lorong waktu, menyimpan misteri yang tak terbatas. Siapa yang optimis, dialah yang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Namun sayangnya, tidak semua orang mapu menjadikannya nyata. Buku A Cup of Tea: menggapai Mimpi, akan mengantarkan kita untuk dapat menyelami seberapa besar dan kuatnya tekad para pejuang  untuk mewujudkan mimpi.

Karmaka Surjaudaja : Tidak Ada yang Tidak Bisa

Karya Dahlan Iskan

Resensi ditulis Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 15 Juli 2012

Ditengah suasana rusuh pada tahun 1998 silam gedung Bank NISP di Jakarta tenyata tetap aman. Saat itu seluruh karyawan Bank NISP membuat pagar agar gedung tak rusak atau dijarah massa. Malah Bank NISP yang berlokasi di Bandung diserbu masyarakat untuk menyetor uang, padahal bank-bank lainnya mengalami penaikan dana dari nasabah. Loyalitas karyawan dan kepercayaan dari masyarakat terhadap Bank NISP tak datang seketika. Di balik eksistensi Bank itu ada sosok yang bernama Karmaka Surjaudaja. Dahlan Iskan dalam buku ini mencoba mengisahkan hidupnya.

Air Mata Tjitanduy: Sebuah Riwayat

Karya Bambang Setiaji

Resensi ditulis Irwan Kelana

Dimuat REPUBLIKA, 15 Juli 2012

Apa yang bisa kita bayangkan tentang Sungai  Citanduy pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20 silam? Mungkinkah airnya jernih dan tenang serta pemandangan indah kiri-kanannya yang hijau oleh pephonan. Namun, sesungguhnya Citanduy menyimpan riwayat memilukan tentang para petani yang tergerus kekuatan uang dan kekuasan. Bicara hal tersebut mau tidak mau kita harus menoleh kebelakang. Sejak 1860, sistem tanam paksa (cultuur stelsel) yang digalakkan oleh pemerintah penjajah Belanda akhirnya ditinggalkan karena menyebabkan kelaparan petani ditanah Jawa. Kebijakan itu berganti dengan sistem pertanian liberal yang memunculkan pengusaha-pengusaha swasta Belanda pada awal-awal abad ke-20. Namun pada praktiknya, para pengusaha perkebunan bersama para elite bangsawan daerah, raja-raja kecil, tetap mempertahankan cara tanam paksa yang menguntungkan mereka. Konflik inilah yang diangkat oleh Bambang Setiaji melalui novelnya.

Chairul Tandjung, si Anak Singkong

Karya Tjahja Gunawan Diredja

Resensi ditulis Mansata Indah Dwi Utari

Dimuat SUARA MERDEKA, 15 Juli 2012

Khalyak tentu sangat familiar dengan detikNews, Trans TV, Trans 7. Jutaan pasang mata hampir tiap hari mengaksesnya. Namun tidak ada yang mengetahui sosok di balik ketiga media massa raksasa tersebut. Bahkan ketiganya pun hampir tak pernah menurunkan berita tentang si empunya. Kecuali hanya sekelumit candaan Sule yang pernah menyinggung sosok tersebut . siapa sosok di balik ketiga media massa tersebut akhirnya terjawab setelah terbit buku Chairul Tandjung si Anak Singkong. Buku ini mengulas kisah perjalanan hidup tokoh yang akrab disapa CT itu. Buku yang ditulis oleh Wartawan Kompas Tjahja Gunawan Diredja merupakan kado ulang tahun yang ke-50 CT.

Revolusi Pedas Sang Presiden Maicih

Karya Reza Nurhilman

Resensi ditulis Sigit Widya

Dimuat TRIBUN JOGJA, 15 Juli 2012

Keripik singkong sering dianggap sebagai makanan tradisional yang tidak berkelas dan identik dengan orang kampung. Namun, di tangan Reza Nurhilman atau yang kerap disapa AXL, keripik singkong mampu dirubah menjadi sesuatu yang dicari-cari, bahkan sebagai simbol gaya hidup dan produk bergengsi yang sukses menembus pasar internasional.  AXL berpikir, dalam berbisnis, kekuatan modal sejatinya bukanlah kunci utama. Kreativitas, didukung totalitas dalam melakukan kinerja, juga wajib diperhatikan. Dari terobosan-terobosan yang dilakukannya, AXL mencapai keberhasilan. Dan kini, ia mencoba berbagi pengalaman kepada khalayak dengan menerbitkan buku berjudul Revolusi Pedas Sang Presiden Maicih.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan