-->

Kronik Toggle

Buku Panduan Pengantin Aceh

JAKARTA – Memadukan unsur tradisional dengan unsur modern sebagai konsep busana pengantin kian diminati. Tidak terkecuali busana pengantin khas Aceh.

Namun sayangnya, itu tidak diimbangi dan didukung oleh jumlah karya tulis yang memberikan panduan tata rias dan busana pengantin Aceh. Jumlahnya terbilang minim apabila dibandingkan buku paduan dari adat lainnya seperti Betawi, Jawa, atau Sumatera Barat.

Inilah yang memotivasi Hj. Cut Maryln Wood, praktisi seni budaya Aceh dan pengurus wanita Iskandar Muda (paguyuban Aceh Jabodetabek) untuk membuat sebuah buku yang berisikan panduan tata rias dan rupa-rupa busana pengantin Aceh yang dimodifikasi dengan unsur modern.

Sebuah buku bertajuk ‘Tata Rias Pengantin Aceh  Tradisional & Modifikasi’ karangan beliau yang dibantu oleh Ade Aprilia menjadi wujud motivasinya itu.

Buku tersebut diluncurkan pada rangkaian acara Beauty Festival di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat, Senin (16/7/2012).

Dalam buku terbitan Gramedia Pustaka Utama tersebut ditampilkan 23 busana pengantin pria dan wanita dari berbagai daerah di Aceh yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Busana pengantin tersebut di antaranya berasal dari Aceh Tamiang, Aceh Gayo, dan Aceh Barat Meulaboh.

Cut Maryln juga berharap buku karyanya itu akan memperkenalkan budaya Aceh ke khalayak ramai.

“Saya harap, buku ini bukan hanya sekedar menjadi referensi bagi para penata rias saja. Tapi bisa jadi media memperkenalkan budaya Aceh yang begitu beragam, berwarna, dan penuh pesona. Sehingga generasi muda Aceh boleh tahu budaya nenek moyangnya sekaligus menghilangkan kesan negatif Aceh, yang selalu diasosiasikan dengan kekerasan GAM atau bencana alam,” ujar Cut ketika ditemui Tribunnews.com seusai acara peluncuran.

Diluncurkannya buku ini juga dinilai menjadi tonggak bagi pendokumentasian budaya Aceh dalam sebuah karya tulis yang sebelumnya jarang ditemukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Netty Muharnila, Sekretaris Dekranasda Aceh, yang mewakili Niazah Abd Hamid, istri Guberner Aceh, dalam kata sambutannya.

“Buku ini seperti menjadi terobosan buat kami rakyat Aceh. Selama ini, budaya selalu disampaikan secara lisan, jarang sekali ada buku yang bercerita tentang budaya Aceh yang berfokus pada tata rias dan busana. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi sekali karya ibu Cut ini,” pujinya.

Buku  ‘Tata Rias Pengantin Aceh Tradisional & Modifikasi’  dijual secara khusus selama’ Beauty Festival’ berlangsung (16-18 Juli 2012)  dan akan segera didistribusikan ke toko-toko buku seluruh Indonesia awal Agustus mendatang.

*)Tribunnews, 17 Juli 2012, “Tertarik Busana Pengantin Aceh? Ini Buku Panduannya”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan