-->

Kronik Toggle

ANTARA luncurkan buku "Wartawan Naik Haji"

Buku “Wartawan Naik Haji: Tersungkur di Gua Hiru” karya Wakil Pemimpin Redaksi Antara Akhmad Kusaeni diluncurkan baru-baru ini di Jakarta.

“Buku ini memprovokasi pembaca untuk naik haji. Ceritanya dahsyat. Foto-fotonya keren,” kata staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Dr. Henry Subiyakto.

Buku ini memang dilengkapi foto-foto karya wartawan profesional dan diberi kata pengantar oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.

“Buku ini memotret semua kegiatan saya selaku Menteri Agama dan Amirul Haj. Tetek bengek penyelenggaraan haji diubek-ubek. Itu tercermin dalam tulisan dan juga foto-foto narsisnya,” kata Suryadharma Ali dalam pengantarnya.

Buku ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan pribadi Akhmad Kusaeni sendiri sebagai calon haji pada 2011, yang dia dapatkan dari manasik atau buku-buku haji yang ada.

“Buku ini merupakan ijtihad diri saya untuk bisa lebih memaknai prosesi haji. Kalau tidak tahu maknanya, haji hanya jadi perjalanan wisata saja,” kata Akhmad Kusaeni di Jakarta, Rabu.

Ia berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyannya itu dengan menelusuri kitab-kitab, berselancar di dunia maya, atau mewawancarai ahlinya. “Jawaban hasil ijtihad pribadi saya itulah yang bisa dinikmati lembar demi lembar dan bab demi bab dalam buku ini,” katanya.

Kusaeni mengatakan buku terbitan Antara Publishing itu bertujuan membantu calon peziarah haji untuk meraih haji mabrur.

“Tanpa pemahaman terhadap sejarah haji dan konsteksnya dengan masalah kekinian, ibadah haji akan menjadi hampa. Perjalanan ibadah haji tidak akan lebih dari perjalanan wisata saja. Jemaah yang tanpa penguasaan akan falsafah haji hanya akan menjadi turis tanpa makna,” katanya.

Kusaeni mengatakan setiap tahun begitu banyak jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci, tapi korupsi tetap saja marak, kejahatan-kejahatan tetap terjadi. Kesalehan sosial, katanya, tidak tercipta sepulang dari ibadah haji.

“Haji mabrur hanya manis sebagai doa dan ucapan selamat. Itu karena jemaah tidak memahami falsafah haji secara utuh,” katanya.

Buku ini diluncurkan berbarengan dengan perayaan lima tahun Lembaga Kantor Berita Nasional Antara menjadi Perusahaan Umum dan dibagikan pula ke sejumlah tokoh seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Dirut PT Balai Pustaka Zaim Uchrowi, Dirut RRI Niken Widiastuti, Dirut TVRI  Farhat Syukri dan Dirut Antara Ahmad Mukhlis Yusuf.

“Buku ini sangat menarik dan inspiratif. Kisah-kisah perjalanan haji ini membuktikan betapa besarnya makna ibadah haji bagi siapa pun yang  menunaikannya,” kata Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti.

(E007/A011)

*)Antara, 18 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan