-->

Ruang Toggle

Warung Baca Ratna Indraswari Ibrahim

Warung baca RatnaMenghidupkan Spirit Ratna yang Tak Kenal Menyerah

Ratna Indraswari Ibrahim, penulis kondang asal Kota Malang, yang meninggal dunia lebih dari setahun silam, mewariskan ribuan buku untuk warga Malang. Caranya dengan membuka perpustakaan umum di rumah yang dulu ditempatinya di Jl Diponegoro 3A Kota Malang.

Perpustakaan ini, diberi namanya, Warung Baca Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim. Sesuai namanya, perpus ini dikemas seperti sebuah warung, untuk membuat interaksi antar pengunjung berjalan luwes. Perpustakaan ini juga diharapkan menjadi suatu media untuk kembali menghidupkan spirit Ratna yang dikenal tak mudah menyerah dengan difabilitas yang dideritanya.

Ditemui Minggu (10/6/2012) pagi, Slamet Yudianto (35), sahabat almarhumah yang dipercaya mengelola Warung Baca Rumah Budaya, menyebutkan bahwa tempat ini sebenarnya manifestasi dari cita-cita Ratna semasa hidup, yang ingin ribuan koleksi buku aneka genre miliknya bisa dimanfaatkan banyak orang.

“Mbak Ratna meninggal Senin 28 Maret 2011. Sebelum itu kebetulan pas hari Jumat, kami berdua sempat ngobrol santai dan Mbak Ratna bilang ingin agar nanti kalau meninggal, buku-buku koleksinya jangan dijual. Disuruh buka perpustakaan saja. Toko (toko buku) juga jangan ditutup sekalipun sepi. Kalau bosan, buka saja warung. Saya tidak menyangka kalau itu ternyata jadi pesan terakhir dia,” urai Slamet.

Pria berambut gondrong yang sejak 1998 sudah membantu Ratna mengetik naskah buku dan cerpen ini menambahkan, setelah Ratna meninggal dunia, buku berjumlah sekitar 2800 buah itu tersimpan begitu saja di rak buku dan hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang yang kebanyakan mahasiswa yang membutuhkan referensi untuk kepentingan kuliah.

Karenanya, setelah berkonsultasi dengan saudara-saudara Ratna, Kamis (31/5/2012), rumah Ratna dibuka untuk umum. “Ini tidak terlepas dari peran adik Mbak Ratna, Benny Ibrahim, dan Syaiful Bahri Ibrahim yang menyetujui dan memfasilitasi dibukanya tempat ini,” imbuhnya.

Selain sebagai tempat untuk kongkow dan membaca buku, setidaknya setiap pekan akan dibuat berbagai kegiatan. Untuk Juni dan Juli, beberapa agenda telah tersusun, seperti diskusi parenting, bedah buku, merajut, dan menggambar untuk anak-anak.

“Kami juga berencana membuat sekolah menulis dan membangun panggung kecil di halaman belakang biar bisa dipakai misalnya untuk pertunjukan teater,” kata Slamet.

Karena baru dibuka, keberadaan Warung Baca Rumah Budaya ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Untuk itu pengelola akan gencar melakukan publikasi. “Nanti akan juga dipasang wi-fi di sini. Selain itu, koleksi buku akan kami tambah. Warga Malang juga boleh mau menyumbang buku,” pungkasnya.

*)Surya, 11 Juni 2012

NB:  Warung ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 – 21.00 wib.

Setiap pengunjung diijinkan membaca buku-buku koleksi perpustakaan almarhum. Buku-buku hanya boleh dibaca di warung baca.

Menu yang bisa dicicip di warung antara lain nasi rawon, nasi soto, ayam lalapan, dan mie goreng dengan minuman kopi serta teh. Bagi para pengkretek, di sini sedia pula kretek itu.

Informasi tentang warung baca rumah budaya ratna indraswari ibrahim:
-slamet yudianto (slathem): 085 64 661 66 06. Fb: slamet yudianto
-iman suwongso: 081 7961 94 96. Fb: iman suwongso

Informasi tentang menu warung baca:
-mbak titin : 081 61 57 333 91, 081 94 55 66 591, 081 23500 9591.fb: wara srikandi
-mbak ian : 0822 64 022 163. Fb: titian senja.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan