-->

Kronik Toggle

Miranda Berkawan 2 Buku Ekonomi di Tahanan

Jakarta – Buku setebal 861 halaman berjudul Principles of Economy itu menyembul dalam keranjang hijau yang digotong seorang pria paruh baya ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Sutikno, pria itu, adalah sopir tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom.

Menurut Sutikno, ia datang ke KPK, Sabtu, 2 Juni 2012, atas perintah putri Miranda yang bernama Manda. “Disuruh Bu Manda antar ini,” ujarnya saat menunggu bawaannya diperiksa petugas keamanan KPK. Menurut Sutikno, Manda tak bisa menyambangi Miranda karena sedang ada kegiatan lain yang tak bisa ditinggal.

Tak cuma satu buku yang dibawakan untuk Miranda. Ada pula sebuah buku bertajuk The Economic of Money, Banking, and Financial Markets karangan Frederic S. Miskhin. Buku bersampul merah ini pun tak kalah tebal dengan Principles of Economy, yakni 647 halaman.

Keranjang hijau Manda untuk sang mama tak cuma dijejali buku ekonomi. Setumpuk berkas dalam map juga terlihat dibawa Sutikno. Tak ketinggalan sejumlah makanan ringan untuk sang profesor ekonomi Universitas Indonesia terangkut dalam keranjang. Misalnya roti tawar, irisan buah jambu, dan pir.

Selain itu, ada pula gula pasir, perlengkapan makan, dan ember. Soal muatan keranjang itu, Sutikno mengaku sudah dipersiapkan seluruhnya oleh Manda. “Sudah disiapkan Bu Manda semua. Saya tinggal bawa saja,” ujarnya.

Sutikno adalah tamu pertama Miranda hari ini. Siang tadi, Dave Advitama dan Daniel Banta Purba, staf pengacaranya, datang berkunjung ke rumah tahanan KPK. Namun keduanya gagal bertatap muka dengan Miranda lantaran terganjal izin petugas.

Menurut Kepala Rutan KPK, Arifuddin, pihak pengacara hanya bisa berkunjung pada hari besuk, yakni Senin hingga Jumat, pada jam kerja. “Selain itu, harus kasih tahu penyidik dulu,” kata dia. Pihak keluarga pun demikian, mesti mengantongi izin penyidik jika ingin menjenguk bekas Ketua Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia.

Miranda ditetapkan sebagai tersangka pada Januari lalu, tapi baru kemarin menjalani pemeriksaan. Usai diperiksa sekitar tujuh jam, Deputi Gubernur Senior BI 2004 itu langsung ditahan di rutan KPK. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut penahanan Miranda dilakukan agar mempercepat penanganan perkara.

Arifuddin menyebut Miranda tak neko-neko menjalani hari pertamanya dalam tahanan. Perlakuan terhadap sosialita yang kerap gonta-ganti warna rambut itu pun sama dengan tahanan rutan KPK lainnya. Seperti Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh, di tahanan Miranda dijaga polisi wanita. “Tidak ada yang khusus untuk Miranda,” ujarnya.

*)Tempo.co, 2 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan