-->

Kronik Toggle

Karyawan PNRI Ancam Mengadu ke Meneg BUMN

JAKARTA — Perundingan antara pihak perwakilan Serikat Karyawan (Sekar) Perum Percetakan Negara (PNRI) dengan Direksi PNRI selama satu jam lebih, Kamis (17/6/2010), belum membuahkan hasil. Karyawan mengancam akan mengadukan masalah yang dialami mereka itu ke Meneg BUMN jika hasil pertemuan itu tidak memihak karyawan.

Perundingan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PNRI, Ismu Edy Wijaya itu  berlangsung alot. Mutia Sari, Wakil Ketua Sekar PNRI ‘mengancam’ jika perundingan sampai tidak membuahkan hasil, maka massa akan langsung bergerak ke kementerian BUMN. Sementara massa karyawan terus berorasi di luar kantor.

“Kami masih menunggu hasil perundingan. Jika memang nantinya tidak sesuai dengan apa yang sudah kita inginkan, kami akan bergerak menemui menteri BUMN siang ini juga,” ujarnya pada Tribunnews.com, di kantor PNRI, Jalan Percetakan Negara 21, Jakarta.

Pantauan Tribunnews.com, saat ini, massa yang sebelumnya berada di depan gerbang pintu masuk utama itu mulai bergerak masuk ke dalam area perkantoran PNRI. Sebagian besar massa mengenakan baju kaus warna putih.
Aksi mogok kerja dan unjuk rasa karyawan hari itu merupakan buntut dari akumulasi kekecewaan karyawan PNRI terhadap perusahaan. Mereka menghendaki adanya reformasi total dan menyeluruh oleh manajemen Perum PNRI.

Dalam tuntutannya, karyawan mendesak disahkannya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mereka ajukan. Mereka juga mengkritisi kebijakan upah lembur yang jauh dibawah standar.

Mereka juga memrotes system perekrutan karyawan baru yang langsung menduduki posisi penting di perusahaan, tanpa mempertimbangkan aspek jenjang karier karyawan yang lebih dulu berada di perusahaan.

*)Tribunnews, 17 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan