-->

Kronik Toggle

Kampanye Anti Plagiat: Saatnya Hargai Buah Kreativitas

JATINANGOR–Siapa yang tak akan sakit hatinya jika karya yang sudah kita hasilkan dengan penuh pengorbanan, mulai dari pikiran, tenaga, dan biaya-biya, tiba-tiba diklaim begitu saja oleh orang lain? Tentunya kita sangat merasa kesal, karena karya adalah buah pemikiran dan kreativitas kita.

Tindakan ini, sebagaimana kita ketahui bersama, adalah tindakan yang dinamakan dengan tindakan plagiat yang tentunya melanggar undang-undang, terutama dalam hal Hak Atas Kekayaan Intelektualisme (HAKI), yang merupakan tanggung jawab bersama untuk memberantas perilaku tak terpuji tersebut dengan mensosialisasikannya kepada publik agar mereka paham bahaya plagiat.

Plagiat Itu Jahat

Hal ini yang melatar belakangi sejumlah mahasiswa-mahasiswi Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran Bandung yang menggelar acara bertajuk ‘Kampanye Anti Plagiat’ pada Rabu (30/5) di Plasa Fikom Unpad Jatinangor.

Acara yang digelar sejak pukul 09.00 s/d 11.00 WIB tersebut adalah bentuk keprihatinan para mahasiswa akan maraknya aksi plagiasi yang jelas-jelas tidak lagi menghargai buah kreativitas dan kerja keras orang lain. Selain itu, acara ini juga adalah salah satu agenda dalam rangka menyelesaikan mata kuliah Public Relation In Library, di mana salah satu tugas seorang Humas dalam sebuah perpustakaan adalah memberikan penjelasan tentang apa dan bagaimana tindakan plagiasi tersebut.

Keprihatinan para mahasiswa-mahasiswi ini sangatlah beralasan karena tindakan plagiat ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang awam pada ilmu pengetahuan, melainkan juga banyak dijumpai pada para petinggi di beberapa lembaga pendidikan tinggi yang ada di Indonesia sebagaimana banyak diberitakan di media massa.

Mahasiswa menilai, jika hal ini dibiarkan saja tanpa diberikan penyadaran, dikhawatirkan bahwa tindakan menjiplak mentah-mentah karya orang lain akan dianggap sebagai sebuah kewajaran. Selain termasuk kejahatan, kebiasaan melakukan plagiat juga membuat pelakunya tidak bisa menghadirkan kreativitas dalam dirinya.

Guna memberikan wawasan tentang apa itu tindakan plagiarism, panitia juga mengadakan seminar tentang apa dan bagaimana tindakan plagiasi tersebut, dan rencananya akan menghadirkan Kepala Perpustakaan Fikom Unpad, Ibu Yulianti,S.Sos. Akan tetapi karena beliau berhalangan hadir, maka materi pun disampaikan oleh Ibu Karina, Staf Perpustakaan Fikom Unpad.

Dalam diskusi tersebut dibahas juga mengenai bagaimana tata cara mengambil karya orang lain, tentunya dengan mengedepankan etika akademis, yang sejatinya sudah dipelajari terutama dalam hal cara mengutip karya orang.

Jangan Jadi Mesin Fotocopy

Acara yang disambut antusias oleh peserta tersebut juga menghadirkan sebuah tontonan yang menarik, karena panitia membuat propaganda dalam bentuk mesin fotokopi.

Sebagaimana diketahui, mesin fotokopi ini adalah mesin yang melambangkan aksi plagiasi besar-besaran dan tanpa ampun. Mesin ini menghasilkan ouput atau ‘karya’ sesuai dengan aslinya.

Selain itu, untuk menjawab segala pertanyaan peserta yang tidak paham tentang batasan-batasan tindak plagiasi, panitia juga menyediakan konsultasi yang menjelaskan bagaimana cara mengutip tulisan orang lain dan etika sebagaimana yang berlaku dalam dunia kepenulisan. (Langlang Randhawa)

Sumber: indonesiakreatif.net, 4 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan