-->

Kronik Toggle

Editor Buku Penghina Nabi Muhammad Dapat Sanksi

Jakarta – General Manager Public Relations Kompas Gramedia Nugroho F. Yudho mengatakan editor dan penerjemah buku 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia akan dikenai sanksi. Namun ia belum memastikan sanksi seperti apa yang akan diberikan kepada mereka.

“Sanksi mestinya ada, tapi kami belum tahu apa. Kami prioritaskan tentang dampak luarnya dulu,” kata Nugroho saat dihubungi Tempo pada Kamis, 14 Juni 2012.

Menurut Nugroho, Gramedia akan lebih mengutamakan penarikan dan pemusnahan buku itu dahulu sehingga dampak buku tentang Nabi Muhammad itu akan reda. Setelah itu, baru mereka memikirkan urusan internal.

Pemusnahan buku terjemahan karya Douglas Wilson itu sudah beberapa kali dilakukan. Menurut Nugroho, Gramedia sudah melakukan pembakaran 50 persen dari total buku itu. Buku yang sudah dibakar berjumlah sekitar 1.800 dari 3.000 buah yang diterbitkan di Indonesia.

Buku itu menceritakan lima kota penting di dunia, yakni Yerusalem, Roma, London, New York, dan Athena. Yang menjadi permasalahan adalah kisah Nabi Muhammad di Kota Yerusalem pada periode Mekah dan periode Madinah.

Nabi Muhammad oleh pengarang disebutkan secara literal sebagai perompak dan perampok dalam kisah Perang Badar. Douglas Wilson menyebut “Nabi Muhammad adalah perompak dan perampok yang memerintahkan penyerangan terhadap karavan-karavan di Mekah”.

*)Tempo.co, 14 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan