-->

Kronik Toggle

Diprotes, Gramedia Menarik dari Peredaran Buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia"

JAKARTA – Tiga orang dari PT Gramedia Pustaka Utama dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan sangkaan melakukan kejahatan terhadap ketertiban umum, Senin (11/6). Dalam laporan bernomor LP/1985/VI/ 2012/PMJ/Ditreskrimum, barang bukti yang disertakan pelapor adalah nota pembelian buku berjudul 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia karangan Douglas Wilson.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkapkan, pelapor adalah Irwan Arsidi (32), warga Kampung Slipi, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. ”Yang dilaporkan tiga orang atas nama WB, Direktur Utama PT Gramedia Pustaka Utama, HCK (editor), dan HT (penerjemah),” katanya.

Dalam laporannya, lanjut Rikwanto, pelapor menjelaskan bahwa pada halaman 24 di buku tersebut terdapat tulisan tentang Nabi Muhammad SAW yang bertentangan dengan fakta, berkaitan dengan aktivitas beliau di kota Madinah.

Tulisan yang tercetak pada halaman itu dinilai pelapor sebagai penghinaan dan bertentangan dengan agama Islam. Pelapor merasa dirugikan dengan beredarnya buku tersebut.

Ditangani profesional

Rikwanto memastikan laporan tersebut akan disikapi dan ditangani secara profesional dan proporsional. ”Adalah hak setiap orang untuk melapor ke polisi. Meski demikian, kami pastikan semua laporan yang masuk dari masyarakat akan ditangani secara profesional dan proporsional,” kata Rikwanto.

Buku tersebut didapat pelapor dengan membeli di sebuah toko buku di Mal Arion, Jakarta Timur, Minggu (10/6). Pelapor membeli buku itu setelah mendapat informasi di koran Republika terbitan Sabtu, 9 Juni 2012. Informasi itu menyebutkan bahwa Gramedia Pustaka Utama telah menarik buku tersebut dari pasaran.

Pelapor menyangka, para terlapor melakukan kejahatan terhadap ketertiban umum atau dikenai Pasal 156 Ayat a, Pasal 157 Ayat 1, dan Pasal 484 Ayat 2 KUHP. Kasus ini kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum, lanjut Rikwanto.

Meminta maaf

Sehubungan dengan buku berjudul 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia di halaman 24, PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit buku telah menyatakan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Direktur Utama PT Gramedia Pustaka Utama Wandi S Brata mengaku telah teledor menerjemahkan buku yang aslinya berjudul 5 Cities That Ruled the World karya Douglas Wilson itu secara apa adanya.

”Keteledoran ini sungguh- sungguh tidak ada unsur kesengajaan. Dan, untuk itu, sejak Jumat siang lalu hingga hari ini, pihak penerbit telah melakukan penarikan buku tersebut dari peredaran di seluruh wilayah Indonesia, untuk kemudian akan dilakukan pemusnahan sesegera mungkin,” tegas Wandi.

Dari data yang ada, kata Wandi, buku tersebut mulai diedarkan pada minggu kedua Maret 2012, dengan total jumlah 3.000 buku. Sampai awal Juni 2012, buku yang telah terjual berjumlah 489 buku.

Sampai dengan Senin kemarin, penerbit telah meminta kepada semua toko buku dan tempat peredaran lain. ”Kami meminta semua toko buku dan tempat peredaran lain dapat memeriksa ulang keberadaan buku tersebut lebih saksama sehingga dapat dipastikan buku tersebut tidak beredar di tengah masyarakat. Ini diperlukan agar kami segera bisa menuntaskan penarikan dan pemusnahan buku tersebut secepat mungkin,” katanya.

Sumber: Kompas, 12 Juni 2012, “Gramedia Pustaka Dilaporkan ke Polda”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan