-->

Kronik Toggle

Dalam Rutan KPK, Miranda Menulis 'Indonesia Setelah Krisis 98'

Jakarta Meski telah berstatus tersangka dan ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), aktivitas mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Miranda Gultom tetap berjalan. Di balik jeruji besi rutan KPK, Miranda menyusun buku ekonomi yang bertemakan Indonesia setelah krisis 1998.

Pantauan detikcom di rutan KPK, Senin (4/6/2012), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, keluarga besar Miranda terus berdatangan untuk menjenguk. Suami Miranda, Oloan P Siahaan, juga datang ke KPK sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung menuju lobi KPK untuk mengisi buku daftar tamu.

Setelah beberapa saat menunggu, Oloan kemudian diperbolehkan masuk ke rutan KPK untuk menjenguk istrinya. Saat berjalan menuju samping gedung KPK, Oloan terlihat membawa sebuah buku berjudul ‘The Indonesian Experience’. Menurut oloan, buku tersebut manjadi salah satu sumber referensi bagi buku ekonomi yang tengah disusun Miranda.

“Ibu pengen menulis buku setelah krisis 1998,” kata Oloan.

Saat berada di dalam Rutan KPK, lanjut Oloan, praktis kegiatan Miranda saat ini hanya berkutat pada pengerjaan bukunya yang ditulis tangan. Sebab KPK melarang Miranda untuk membawa laptop ke Rutan. “Harapannya semoga bisa untuk menulis,” ujarnya.

Keluarga melalui pengacara juga akan mengajukan izin ke KPK agar Miranda dapat melakukan pengujian calon kandidat doktor di mana Miranda sebagai ketua tim penguji pada 15 Juni mendatang di Universitas Indonesia. “Kasihan kan kandidat calon doktor itu,” ucap Oloan.

Selain Oloan, terlihat juga putri dan 2 orang cucu Miranda. Keluarga besar Miranda lainnya juga masih terus berdatangan dan menunggu di lobi KPK.

Miranda telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap cek pelawat terkait pemilihan Dewan Gubernur Senior BI. Miranda ditahan di rutan KPK sejak Jumat 1 Juni 2012 lalu.

(fiq/vta)

*)detik, 4 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan