-->

Kronik Toggle

Buku Sejarah Bogor Versi Bahasa Sunda Diluncurkan

BOGOR – Buku Sejarah Bogor versi bahasa Sunda secara resmi diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-530, Minggu (3/6/2012). Peluncuran buku sejarah Bogor tersebut dilakukan setelah sidang paripurna istimewa DPRD Kota Bogor digelar.

“Untuk tahap awal kami menerbitkan 1.500 buku, untuk selanjutnya akan kami terbitkan lagi secara berkala,” kata Ketua Harian Gerakan Sarebu Pikeun Buku (PGSPB), Shahlan Rasyidi.

Peluncuran buku Sejarah Bogor versi bahasa Sunda tersebut ditandai dengan penyerahan buku ke Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, Ketua DPRD, Mufti Faoqi, Wakil Ketua DPRD Tauhid J. Tagor dan Untung W Maryono.

Shahlan menyebutkan, buku Sejarah Bogor memiliki tebal 136 halaman, berisikan sejarah mulai dari Kerajaan Pakuan Pajajaran sampai sekitar hari jadi Bogor. Proses penerjemahan buku sejarah tersebut dilakukan oleh WS Sukmawati.

“Sukmawati ada sarjana sastra Sunda Universitas Pajajaran Bandung, yang kini menjadi pengajar di Madrasah Tsanawiayah (MTs) Negeri Bogor,” kata Shahlan.

Shahlan mengatakan, buku Sejarah Bogor ini pernah diterbitkan pada tahun 1983. Hingga sekarang, tidak pernah dicetak lagi.

“Mungkin karena dicetak dalam jumlah terbatas jadi sulit mendapatkannya lagi,” katanya.

Mengenai biaya penerbitan, Shahlan mengatakan, biaya untuk mencetak buku tersebut dikumulkan selama delapan bulan lebih. Dana itu berasal dari sumbangan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari sekolah, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.

Buku karangan Saleh Danasasmita diterbitkan pertama kali bertepatan dengan peringatan HJB ke-500 tepatnya pada tahun 1983. Saat itu, Kota Bogor dijabat oleh Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bogor Achmad Sobana.

“Bersamaan dengan itu juga dibangunnya Tugu Kujang yang kini masih berdiri kokoh di Jalan Pajajaran, sebagai lambang Kota Bogor,” kata Shahlan.

Shahlan menyebutkan, ke depan GSPB selaku penerbit ulang buku Sejarah Bogor akan menghasuskan diri mencetak buku-buku berbahasa Sunda, mulai dari kumpulan cerpen, dongeng-dongeng, hingga sajak.

Menurut Shalan, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan penyadaran bagi para generasi muda Sunda agar kembali mencintai seni dan budaya para leluhurnya.

“Bukan tidak mungkin kami menerbitkan karya-karya anak sekolah di Bogor, mulai dari SD hingga SMA, sehingga mereka terpacu untuk menulis dalam bahasa Sunda, atau setidaknya upaya ini memberikan ruang bagi calon pengarang sunda di Bogor,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sangat mengapresiasi perayaan Hari Jadi Bogor yang juga ditandai dengan peluncuran buku Sejarah Bogor berbahasa Sunda.

Menurut Gubernur, masyarakat Bogor harus menjaga, melestarikan, dan membudayakan berbahasa Sunda yang baik dan benar.

“Bahasa Sunda ini merupakan bahasa ibu kita, yang harus terus kita lestarikan dan budayakan,” kata Gubernur.

*)KOmpas.com, 3 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan