-->

Kronik Toggle

Antara Shahnaz Haque, Gilang, dan Inggit Garnasih

Jakarta – Shahnaz Haque punya cerita tersendiri ketika membaca buku Ku Antar Kau ke Gerbang karangan budayawan Ramadhan K.H. Saat itu Shahnaz masih duduk di bangku SMA dan kepincut dengan bukunya, sehingga ingin sekali bertemu dengan pengarangnya.

“Saat itu saya bilang sama ayah saya harus ketemu sama pengarang bukunya. Ternyata jalannya malah menjadi ayah mertua saya,” kata Shahnaz usai menonton Monolog Inggit di yang dimainkan oleh Happy Salma di Salihara, Jakarta, Senin, 4 Juni 2012.

Buku Ku Antar Kau ke Gerbang memuat kisah-kisah Inggit Garnasih ketika menjadi istri Presiden pertama RI Soekarno dan mendampinginya selama 20 tahun.

“Saya dan Gilang mempunyai ikatan emosi yang tebal atas sosok Inggit Garnasih. Buku itu (Ku Antar Kau ke Gerbang) adalah dari sekian yang mengikatkan kami,” kata Shahnaz didampingi Gilang.

Menurut Shahnaz, Happy tampil memukau dan membuatnya terharu. “Saya menyaksikan Happy membawakan sosok yang saya idolakan. Hari ini saya harus berterima kasih kepada Happy karena membawakannya dengan baik,” kata ibu tiga anak ini.

Kisah Gilang Ramadhan dan Inggit Garnasih

Penggebuk drum Gilang Ramadhan memiliki ikatan emosi yang kuat atas sosok Inggit Garnasih, istri kedua Presiden pertama RI, Soekarno. Gilang merupakan anak Ramadhan K.H., penulis buku Ku Antar Kau ke Gerbang yang memuat kisah-kisah Inggit Garnasih ketika menjadi istri Soekarno dan mendampinginya selama 20 tahun.

Usai menonton Monolog Inggit yang ditampilkan dengan baik oleh Happy Salma di Salihara, Jakarta, Senin 4 Juni 2012, Gilang merasa takjub. “Penampilannya hebat, saya enggak sangka,” kata Gilang.

Melakukan monolog di atas panggung tanpa ditemani siapa pun membutuhkan energi yang tinggi, terlebih lagi ketika memerankan seorang tokoh Ibu Negara. “Dia (Happy) sendirian dan sepanjang itu narasinya. Saya pikir monolognya hanya 45 menit,” ujar Gilang.

Buku yang ditulis ayahnya itu memberikan kenangan tersendiri bagi Gilang. “Mungkin kalau ayah saya masih ada, dia bisa menangis,” kata ayah tiga anak ini.

Gilang mengungkapkan bahwa sewaktu kecil dia sering menemani ayahnya mewawancarai sosok Inggit. “Sewaktu ayah saya wawancara Ibu Inggit, saya tidur di mobil. Dulu saya belum tahu siapa itu Ibu Inggit,” kata dia.

*)Tempo.co, 5 Juni 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan