-->

Kronik Toggle

Kapolres Bantul Dewi Hartati: "Anggota kami sempat keliru TKP"

YOGYAKARTA-Banyak kritikan ditujukan kepada aparat kepolisian terkait insiden penyerangan MMI saat LKIS menggelar diskusi regular dengan mengundang tokoh Islam feminis Irshad Manji, terkait bukunya yang berjudul “Allah, Liberty, and Love”.

Sekitar pukul 19.30, saat diskusi baru berjalan sekitar 30 menit, ratusan massa dari MMI datang, dan merangsek masuk kantor LKiS. Massa yang semuanya menggunakan cadar dan jubah hitam, dengan membawa parang berteriak teriak meminta diskusi untuk dibubarkan. Dengan brutal massa memukuli peserta diskusi, hingga 7 orang dilaporkan mengalami luka. Bahkan lima orang harus dilarikan ke rumah sakit. Usai beraksi, massa MMI kemudian pulang, dan selang beberapa menit kemudian polisi datang untuk mengamankan lokasi.

Kapolres Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Dewi Hartati membantah bahwa anggotanya terlambat mengantisipasi insiden ini. Pihaknya berdalih tidak mendapatkan pemberitahuan apa pun dari penyelenggara, terkait diskusi Irshad Manji.

Saat ditanya apakah intelejen yang dimiliki Polres tidak memberikan laporan terkait diskusi ini, Dewi mengaku intel hanya mengendus saja. Bahkan, lanjut dia, ada anggotanya yang keliru mendatangi penerbit LKiS yang ada di Sewon, Bantul. Padahal, kejadian perkara di Yayasan LKiS di Banguntapan.

Menurut Dewi aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memanggil sejumlah korban, serta saksi kejadian. Dewi mengaku hanya akan berbicara sesuai data otentik yang ada, bahwa memang benar di lokasi telah terjadi tindak penganiayaan dan pengrusakan. Dari fakta itulah pihaknya memulai penyidikan. Ketika disinggung soal jaminan kasus ini akan tuntas, mengingat kasus semacam ini sering buntu di tangan kepolisian, Dewi mengatakan akan melihat kasus ini dari sudut sebab akibat.

“Kami meminta agar masyarakat memberikan kesempatan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terlebih dahulu,” ujarnya. (Irvan Muhammad)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan