-->

Kronik Toggle

Resensi Buku Pekan Kedua April 2012

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

The Sh@llows

Karya Nicholas Carr

Resensi ditulis Fajar Kurnianto

Dimuat KOMPAS, 8 April 2012

Setiap media baru lahir secara alami orang akan terperangkap dalam informasi konten yang dibawanya. Dalam buku ini Carr tidak main-main dalam menyimpulkan mengubah cara berpikir penggunannya bahkan bisa mendangkalkannya. Beberapa bukti empiris dan penelitian tentang otak dia tunjukan dalam buku ini. Misalnya, Carr menyebut seorang yang tadinya kutu buku dan pintar menulis, setelah asik tenggelam dalam komputer dan internet cukup lama tiba-tiba merasakan perubahan drastis. Intensitasnya dalam membaca buku menurun. Demikian juga dengan konsentrasinya berpikir dan menulis. Ia merasakan ada perubahan dalam otaknya.

Seni Rupa Indonesia dalam Kritik dan Esai

Karya Soedjojono dkk

Resensi ditulis Imam Muhtarom

Dimuat KORAN TEMPO, 8 April 2012

Sejarah seni rupa yang modern belum lama, kurang lebih 80 tahun berjalan. Buku ini disususn secara kronologis berdasarkan topik dan bukan pada kronologi pelaku sejarahnya. Artinya , pada masa 1930-an tidak hanya melulu esai atau ulasan yang muncul pada saat itu , tetapi juga tulisan Onghokham yang ditulis pada 2005 mengenai mooi indie, atau tulisan Dan Suwaryono. Sedangkan sebagian besar tulisan berjumlah 70 esai ini ditulis ketika peristiwa seni rupa sedang atau masih terasa semangatnya.

Rain Over Me

Karya Arini Putri

Resensi ditulis Samsudin Adlawi

Dimuat JAWA POS, 8 April 2012

Hallyu atau gelombang korea sedang melanda dunia. Tak terkecuali, Indonesia. Mulanya, Korean Wave dipicu kerajingan orang terhadap drama romantis Asia, terutama drama Korea. Adapun Rain Over Me mengambil setting di Seoul. Tokoh utamanya Kim Hyu-Bin dan Yuna. Dua saudara tiri. Ibu Yuna, Farah, yang asli Solo, dinikahi ayah Kim Hyu-Bin. Saat kecil Yuna dan Hyu-Bin sempat hidup bersama di Seoul. Tapi, beberapa tahun kemudian mereka berpisah. Yuna ikut ibunya ke Solo. Hyun-Bin terus tumbuh, tetapi tidak bisa melupakan Yuna.

From Inderapura to Darul Makmur: A Deconstructive History of Pahang

Karya Farish A Noor

Resensi ditulis Ahmad Sahidah

Dimuat JAWA POS, 8 April 2012

Buku ini mengupas sejarah salah satu negara bagian Malaysia Pahang. Dari judulnya kita bissa memahami bahwa nama julukan untuk negeri ini pada mulanya Inderapura dan akhirnya berubah menjadi Darul Makmur, yang secara jelas menunjukan peralihan kekuasaan Hindu ke Islam. Namun, jauh lebih penting, sang penulis Farish A. Noor, menggunakan pendekatan dekonstruktif untuk melihat kembali sejarah yang tidak lagi terikat dengan persejarahan arus-utama. Dengan sudut pandang ini analisis terhadap sejarah juga menyodorkan cerita pinggiran (sub-altern) yang juga berhak hadir di panggung kisah.

Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit

gayatriKarya Earl Drake

Resensi ditulis RR Masyithah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 8 April 2012

Selama ini sejarah Nusantara lebih mengenal sosok Ken Dedes, Sang Ardhaneswari. Tetpi dengan apik, Earl Drake memosisikan Gayatri, anak bungsu Kartanegara yang juga dilahirkan sebagai perempuan ini. Buku ini semacam kisah perjalanan Gayatri dan apa yang dilakukan. Ia tak berhenti hanya sebagai permaisuri Raden Wijaya saja. Tetapi lewat buku ini Earl drake memaparkan kisah yang sangat jarang kita baca bagaimana peran Gayatri setelah suaminya meninggal termasuk ketika Jayanegara anak Raden Wijaya dengan Dara Petak naik Tahta. Gayatri-lah yang memutuskan untuk ‘mendidik’ Gajah Mada lelaki Sudra yang cerdas yang diangkat Jayanegara sebagai pengawal yang elite raja agar menjadi orang yang hebat.

Air Mata Terakhir: Sebuah Novel Pergulatan Ideologis

Karya Mukhotib MD

Resensi ditulis Agung Purwandono

Dimuat, KEDAULATAN RAKYAT, 8 April 2012

Sosok perempuan menjadi sentral dalam novel ini. Buku ini berkisah tentang tokoh Yati asal Dusun Bluwangan, diperkosa Syumanjaya, brandal kampungnya. Pemerkosaan menyebabkan jatuhnya ‘hukuman’ dari tokoh masyarakat setempat bagi Yati. Ia dipaksa menikah dengan Syumanjaya, dengan alasan dia hamil karena perkosaan tersebut. Novel ini menyandingkan ketidakberdayaan perempuan dengan keberanian yang juga dimiliki perempuan disisi yang lain.

Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakan

Karya Kishore Mahbubani

Resensi ditulis Muhammadun

Dimuat SUARA MERDEKA, 8 April 2012

Banyak titik penting yang bisa dijadikan penanda lahirnya peradaban baru Asia. Titik penting itulah yang dikupas oleh Kishore Mahbubani dalam bukunya yang bertajuk Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakan. Buku ini mengatakan kepada dunia, bahwa era baru sejarah dunia  akan segera dimasuki. Era baru yang ditandai dengan dua poin utama. Pertama, akhir dominasi Barat, meskipun tidak berarti akhir dari Barat. Kedua, kita akan melihat kembalinya Asia. Penulis melihat bahwa negara-negara asia telah menemukan pilar kebijakan Barat yang kemudian mendikte masyarakat Asia selama dua abad terakhir.

70 Tahun Tutty Alawiyah Di Mata Tokoh Indonesia dan Dunia

Editor Dr Zainal Abidin | Hoesein SH MH

Resensi ditulis  Damanhuri Zuhri

Dimuat REPUBLIAK, 8 April 2012

Dalam buku ini berisi komentar tokoh dari berbagai kalang mulai dari pejabat, ulama, cendekiawan, pimpinan ormas dan parpol, para rektor, hingga tokoh dunia. Pada buku setebal 600 halaman ini, ulama internasional terkemuka Syekh Yusuf Qardhawi mengatakan, Tutty Alawiyah adalah pejuang perempuan yang gigih dalam mengibarkan panji-panji Islam, baik di Indonesia maupun dunia internasional, melalui lembaga internasional Moslem Women Union (IMWU) yang dipimpinnya pada 2007-2010.

Sepanjang Jalan Dakwah Tifatul Sembiring

Karya Usamah Hisyam

Resensi ditulis Igy

Dimuat TRIBUN JOGJA, 8 April 2012

Buku ini berisi tentang seluk beluk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta hubungan Tifatul dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Tifatul mengakui, apa yang dipaparkan dalam biografinya kali ini murni ungkapan dari dalam PKS. Banyk kisah mengenai partai tersebut yang selama ini belum pernah diungkap kepada masyarakat umum. Lewat kisah hidupnya, Tifatul berupaya terbuka terhadap publik tentang beberapa kebijakan politik PKS pada saat itu, tak terkecuali sepak terjangnya di dalam partai. Sayangnya, dalam pernyataannya, ia justru lebih menekankan tentang sosok Susilo Bambang Yudhoyono, yang dinilai sebagai pribadi yang sangat berdedikatif.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan