-->

Kronik Toggle

Penyair dari Lima Benua Baca Puisi di Surabaya

SURABAYA,IBOEKOE- Surabaya mendapat kehormatan menjadi pemuncak rangkaian perhelatan akbar Forum Penyair Internasional Indonesia 2012. Forum berskala dunia ini diikuti oleh 17 penyair dari 10 negara dan 26 penyair dari berbagai kota di Indonesia.

Selain di Surabaya, Forum Penyair Internasional Indonesia 2012 digelar di tiga kota, yaitu Magelang (1-3 April 2012), Pekalongan (4-6 April 2012), dan Malang (7-9 April 2012). Acara ini diproduksi oleh kepanitiaan internasional yang melibatkan pihak-pihak berkompeten di bidang penyelenggaraan festival kebudayaan.

”Bagi Surabaya, menjadi tuan rumah forum internasional semacam ini adalah kesempatan yang sangat berharga. Perhelatan internasional yang dihadiri seniman-budayawan-penyair berpengaruh dari akan mengangkat citra Surabaya sebagai kota internasional. Forum Penyair ini juga mengobati kerinduan publik Surabaya akan event-event sastra berskala dunia,” ujar salah seorang penggagas acara, Henky Kurniadi, kepada wartawan, Sabtu (7/4/2012) saat jumpa pers di Pena Resto, Graha Pena.

Selain itu, lanjut Henky, acara ini juga sekaligus menjadi ajang promosi turisme bagi Kota Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Para penyair yang datang ke Surabaya diharapkan bisa mendapat kesan positif yang nantinya bisa diceritakan oleh para penyair ke publik di negaranya masing-masing.

Henky menjelaskan, Forum Penyair Internasional 2012 di Surabaya akan dimulai pada 10 April hingga 12 April. Pada hari pertama, 10 April 2012, rombongan para penyair akan dijamu makan siang oleh walikota di kediamannya. ”Di sana sekaligus aka nada penulisan puisi secara spontan di atas kanvas sebagai kado untuk Kota Surabaya,” jelas Henky. Pada hari pertama juga akan ada pemotretan dan baca puisi di Tugu Pahlawan..

Pada hari kedua, 11 April 2012, akan ada diskusi budaya di Universitas Kristen Petra dan city tour menyinggahi Kampung Ampel di Surabaya. ”Kami jadwalkan para penyair akan berpuisi di tengah kerumunan masyarakat, di tengah pasar dan di Kampung Ampel. Ini menunjukkan bahwa puisi kini tak lagi menjadi ”barang antik” yang hadir dalam ruang kerja sunyi para penyair. Puisi kini telah dan harus hadir di tengah arus besar kenyataan dan kehidupan publik,” kata Henky.

Pada hari kedua itu pula acara utama akan berlangsung di Gedung Cak Durasim. Di Gedung Cak Durasim, selain diisi dengan parade puisi dari puluhan penyair, juga akan tampil musik Sirkus Barock (Sawung Jabo). ”Sawung Jabo akan mengobati kerinduan publik Surabaya,” ujar Henky.

Adapun pada hari ketiga, 12 April 2012, para penyair dari lintas negara dan lintas benua akan melakukan aksi baca puisi di Universitas Widya Mandala. Terkait pemilihan Universitas Kristen Petra dan Universitas Widya Mandala, Henky mengatakan, hal itu sebagai representasi dari  konsep tentang kemajemukan Indonesia. Pasalnya, di kota sebelumnya, para penyair lintas negara sudah menyinggahi Candi Borobudur, Ponpes Tegalrejo Magelang, Seminari Menenghah Mertoyudan Magelang, Klenteng Po An Thian Pekalongan, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

”Kami ingin menunjukkan bahwa kemajemukan Indonesia bukan ihwal yang mengerikan, tapi justru berkah yang harus kita rawat bersama-sama. Representasi kemajemukan yang indah ini menjadi pesan bagi terbentuknya peaceful multicultural society dengan para penyair lintas negara dan puisi sebagai mediumnya,” jelas Henky.

Henky menambahkan, Forum Penyair Internasional Indonesia 2012 dikuratori oleh Afrizal Malna, Saut Situmorang (Indonesia),  Silke Behl, Indra Wussow, Michael Augustin dan (luar negeri). Tema yang diangkat dalam Forum Penyair Internasional Indonesia 2012 adalah What’s Poetry?. Antologi puisi untuk Forum Penyair Internasional 2012 ini diterbitkan oleh Henk Publica dalam buku eksklusif setebal 500 halaman.

”Yang menarik, kurator dari Indonesia, yaitu Afrizal Malna dan Saut Situmorang, selama ini dikenal berada dalam dua kutub (genre) puisi yang berbeda. Kehadiran dua penyair terkemuka itu sebagai kurator menunjukkan bahwa hasil kurasi Forum Penyair ini lebih mampu mencerminkan peta sastra Indonesia dari berbagai kutub atau genre perpuisian,” ujarnya.

Di Surabaya, Forum Penyair Internasional Indonesia diinisiasi sepenuhnya oleh Henk Publica, sebuah lembaga studi kebudayaan yang dibidani oleh Henky Kurniadi, seorang pegiat kebudayaan, kolektor benda seni dan sejarah, pemerhati sosial-politik, serta pelaku usaha. Henk Publica berikhtiar untuk menyebarkan pemikiran yang orisinal, berkualitas, dan mampu menerobos kebuntuan serta kejumudan gagasan kolektif publik. Selain aktif dalam penyebaran gagasan lewat buku, Henk Publica juga memproduseri rekaman lagu sosial-kemasyarakatan bersama kelompok Sawung Jabo yang merupakan musisi ternama di tanah air.

Para penyair, kurator, dan tokoh seni dari luar negeri yang akan hadir di Surabaya :

1.      Ulrika Draesner (Jerman)

2.      Michael Augustin (Jerman)

3.      Indra Wussow (Jerman)

4.      Silke Behl (Jerman)

5.      Katharina Elisabeth (Jerman)

6.      Arne Rautenberg (Jerman)

7.      Hans van de Waarsenburg (Belanda)

8.      Hagar Peeters (Belanda)

9.      Adam Wiedewitsch (Amerika Serikat)

10.  Sujata Bhatt (AS/India)

11.  Martin Glaz Serup (Denmark)

12.  Gerdur Kristny (Islandia)

13.  Sarah Holland-Batt (Australia)

14.  Courtney Sina Meredith (Selandia Baru)

15.  Charl-Pierre Naude (South Africa/Afrika Selatan)

16.  Vonani Bila (South Africa)

17.  Mbali Bloom (South Africa)

18.  Mokgope Itumeleng Moses (South Africa)

19.  Rustum Kozain (South Africa)

20.  Nikola Madzirov (Macedonia)

21.  Chirikure Chirikure (Zimbabwe)

22.  Tendai Nyakabau (Zimbabwe)

23.  Narbutovich Vadzim (Belarusia)

24.  Helga Truepel (Belgia)

Sedangkan penyair dari Indonesia yang akan membaca puisi di Surabaya antara lain:

1.      D. Zawawi Imron (Madura)

2.      John Waromi (Papua)

3.      Akhudiat (Surabaya)

4.      Aslan Abidin (Makassar)

5.      Ratna Ayu Budhiarti (Bali)

6.      Anis Sayidah (Bandung)

Adapun nama-nama penyair yang terlibat di acara Forum Penyair Internasional 2012 ini adalah :

1.      Charl-Pierre Naude (South Africa)

2.      Mbali Bloom (South Africa)

3.      Rustum Kozain (South Africa)

4.      Vonani Bila (South Africa)

5.      Hagar Peeters (Belanda)

6.      Hans van de Waarsenburg (Belanda)

7.      Sarah Holland-Batt (Australia)

8.      Martin Glaz Serup (Denmark)

9.      Gerdur Kristny (Irlandia)

10.  Arne Rautenberg (Jerman)

11.  Michael Augustin (Jerman)

12.  Sujata Bhatt (India/AS/Jerman)

13.  Ulrike Draesner (Jerman)

14.  Nikola Madzirov (Macedonia)

15.  Courtney Sina Meredith (Selandia Baru)

16.  Bengt Berg (Swedia)

17.  Chirikure Chirikure (Zimbabwe)

18.  Akhudiat (Indonesia)

19.  Anis Sayidah (Indonesia)

20.  Arie MP Tamba (Indonesia)

21.  A. Mustofa Bisri (Indonesia)

22.  Aslan Abidin (Indonesia)

23.  Diah Hadaning (Indonesia)

24.  Fikar W. Eda (Indonesia)

25.  Gracia Asri (Indonesia)

26.  Hamdy Salad (Indonesia)

27.  Hasta Indriyana (Indonesia)

28.  John Waromi (Indonesia)

29.  Kusprihyanto Namma (Indonesia)

30.  F. Aziz Manna (Indonesia)

31.  Mahendra (Indonesia)

32.  Mikael Johani (Indonesia)

33.  Nanang Suryadi (Indonesia)

34.  Ragil Supriyatno Samid (Indonesia)

35.  Ratna Ayu Budhiarti (Indonesia)

36.  Ratri Ninditya (Indonesia)

37.  Ribut Wijoto (Indonesia)

38.  Samar Gantang (Indonesia)

39.  Stephanie Mamonto (Indonesia)

40.  W. Haryanto (Indonesia)

41.  Wowok Hesti Prabowo (Indonesia)

42.  D. Zawawi Imron (Indonesia)

43.  Y. Thendra BP (Indonesia)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan