-->

Kronik Toggle

Kwik Kian Gie: Oei Itu Kolektol

Magelang — Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Perekonomian, bergurau ketika memberi sambutan dalam pembukaan gedung ketiga OHD Museum di Jalan Jenggolo No. 14 Magelang, Jawa Tengah, siang ini, Kamis, 5 April 2012.

Menurut Kwik, di dunia seni rupa dikenal istilah “kolekdol”, akronim dari koleksi dan dol (bahasa Jawa: jual), yang mengkritik praktek kolektor yang suka membeli karya seni, tapi untuk dijual.

“Tapi, Oei adalah kolektol, kolektor tolol, karena mengoleksi tanpa mencari keuntungan,” kata Kwik.

Oei Hong Djien adalah pengusaha tembakau dan kolektor karya seni rupa terkenal yang juga teman dansa Kwik. Museum Oei, kata Kwik, dikenal bukan karena gedungnya tapi kualitas koleksinya.

Museum ini melengkapi dua bangunan museum sebelumnya yang berdiri 15 tahun lalu di belakang rumah Oei di Jalan Diponegoro. Dua gedung museum itu selama ini memamerkan sebagian kecil dari sekitar 2.000 koleksi Oei, termasuk sejumlah karya maestro, seperti Affandi, Widayat, Hendra Gunawan, S. Sudjojono, dan Lee Man Fong.

Pada acara itu Kwik akan meluncurkan buku tentang Oei yang diterbitkan Kompas. Marc Bollanse, kolektor asal Prancis, juga meluncurkan dua bukunya tentang seni rupa Indonesia. Sebuah pameran bersama oleh sejumlah perupa juga digelar menyertai pembukaan ini.

*) Tempo.co % April 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan