-->

Kronik Toggle

Kabar Resensi Pekan Kelima April 2012

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

Physics of the Fiture: How Science Will Shape Human Destiny and Our Daily Lives by the Year 2100

Karya Michio Kaku

Resensi ditulis Jansen Sinamo

Dimuat KOMPAS, 29 April 2012

Kaku membagi abad ke-21 menjadi 3 kurun: 2011-2030, 2031-2070, dan 2071-2100. Pada setiap kurun, dipetakannya menjadi enam kelompok teknologi futuristik yang bakal ranum: komputer super dan komputasi masif, kecerdasaan buatan dan robotik, kedokteran seluler dan molekuler, materi nano dan mesin-mesin super-renik, produksi energi planeter yang terbarukan, serta transportasi Magnetically levitated (maglev) trains, kereta api yang mengambang secara magnetis dan angkasa luar. Semuanya dimotori oleh 3 revolusi sains abad lalu: revolusi kuantum (1925), revolusi komputer (1948), dan revolusi biomokuler (1953). Dijelaskan pula bagaimana buah-buah revolusi ini menjadi mesin ekonomi global yang mengubah peradaban kita sejak itu.

Letusan Gunung Tambora 1815

Karya Bernice de Jong Boers | Helius Sjamsuddin

Resensi ditulis Wildani Hefni

Dimuat KORAN TEMPO, 29 April 2012

Benice de Jong Boers dan Helius Sjamsuddin, dengan tulisan-tulisan yang bernas dalam buku ini, mengangkat kajian mendalam tentang sejarah yang menganga dalam  buah bencana alam. Kajian de Jong dan Sjamsuddin mengungkap sebuah peristiwa yang membawa dampak luar biasa dalam sejarah umat manusia, yakni letusan Gunung Tambora. De Jong dan Sjamsuddin telah menjadikan peristiwa kelam ini dalam konsumsi eksotik yang memberikan inspirasi bagi jagat. Buku ini bertujuan membantu memberi informasi tentang letusan Tambora yang selama ini dilupakan hingga kemudian memperlihatkan bagaimana perubahan ekologis, demografis, dan kesengsaraan yang terjadi karena letusan itu.

Spiritual Journey, Pemikiran & Permenungan Emha Ainun Nadjib

Karya Prayogi R. Saputra

Resensi ditulis Rio F. Rachman

Dimuat JAWA POS, 29 April 2012

Penulis buku Spiritual Journey, Pemikiran & Permenungan Emha Ainun Nadjib itu gemar mencatat pengalaman demi pengalaman selama ikut dalam maiyahan yang digagas Cak Nun sapaan akrab Emha Ainun Nadjib sejak awal 2000-an. Mungkin, dia tidak pernah menyangka  saat tahun lalu sebuah penerbit besar meminta notulen yang ia buat untuk dibukukan. Maiyahan itu sendiri serupa dengan pengajian terbuka. Siapa saja bisa bertanya atau menjawab pertanyaan. Cak Nun jarang absen sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Buku ini, sebagaimana maiyahan yang selalu memiliki pemapar yang variatif seperti menteri, seniman, pengamen, akademis, baik dari luar maupun dalam  negeri, bukan hanya berbicara tentang agama atau keislaman. Namun, juga diwarnai dengan topik fisika kuantum yang ternyata berkolerasi dengan kesaktian orang atau ulama zaman dulu, konsep kebangsaan mulai demokrasi hingga neoliberal, multikulturalisme yang membuka selebar-lebarnya pintu toleransi, dan persoalan hangat lainnya.

partikelSupernova 4: Partikel

Karya Dewi “Dee” Lestari

Resenksi ditulis Fauzi Fatchan

Dimuat JAWA POS, 29 April 2012

Tidak mengirim anaknya ke sekolah formal, ayah Zahrah, Firas, seorang dosen Mikologi IPB yang terobsesi pada fungi, menjadikan alam sebagai ruang-ruang kelas bagi anaknya. Ladang, kebun, hutan, bahkan bukit yang dianggap penduduk setempat angker adalah tempat si kecil Zahra memahami anatomi tubuh manusia hingga berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Partikel yang merupakan rangkaian keempat supernova karya Dee mulai menyajikan banyak dialog kritis dan cerdas yang menggugah pemikiran yang lebih luas dan dalam antara Zahra, si anak yang belum genap meniggalkan masa kanak-kanak, dan orang-orang sekitarnya yang berusia lebih tua. Dialog-dialog tersebut memicu kita untuk merenungkan kembali cara kita dididik, diasuh, dan dibesarkan.

Perang Dingin: Episode Sejarah Barat dalam Perspektif Konflik Ideologi

Karya Dr. Tanto Sukardi Mhum

Resensi ditulis Fatkhul Anas

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 April 2012

Sejarah telah mencatat peperangan yang unik namun mengerikan. Perang tersebut adalah perang ideologi yang telah memecah dunia menjadi dua bagian : Blok Timur dan Blok Barat. Para ahli sejarah menyebut perang ini dengan nama ‘perang dingin’. Meski jauh dan riuh keramaian senjata, namun perang ini sangat mengerikan. Tak heran jika perang dingin ini memiliki kareakteristik tersendiri yang berbeda-beda dengan Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Suasana tegang,ketakutan, kecurigaan, sekaligus semangat untuk memepertahankan diri dan membela kelompoknya bercampur aduk menjadi satu membentuk perilaku  bangsa-bangsa. Suasana ketegangan ini sebagaimana digambarkan Dr. Tanto Sukardi Mhum. Dalam buku ini. Benar-benar memberi suasana dilematis sekaligus menjadi hantu yang menakutkan.

Casanova Syndrome

Karya Sayekti Pribadiningtyas

Resensi ditulis Futihaturrahmah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 April 2012

Kekerasan dirumah tangga akan terjadi, bahkan selalu menjadi akhir dari hubungan suami dan istri dalam sebuah rumah tangga. Ini terjadi diantara keduanya selalu mengedepankan sikap ego masing-masing. Sehingga hidupnya tidak pernah harmonis. Itulah yang ditulis psikolog Sayekti Pribadiningtyas dalam buku yang berjudul Casanova Syndrome. Casanova Syndrome diambil dari nama seorang lelaki yang bernama Giovanni Giacomo Casanova. Tipikal seorang lelaki yang tidak suka hanya dengan satu orang  wanita untuk dijadikan istri, melainkan banyak wanita. Tipikal suami itulah yang perlu dihindari upaya melangsungkan rumah tangga yang utuh, harmonis dan penuh kasih sayang. Karena suami tipikal Casanova berprinsip bahwa mengejar kenikmatan indarwi menjadi tujuan utama hidupnya, tanpa yang lainnya. Memilih wanita lebih dari satu.

Blakotang

Karya Widyo Babahe Leksono

Resensi ditulis Budi Wahyono

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 April 2012

Kumpulan geguritan (puisi Jawa), dalam kumpulan perspektif yang normatif selalu mengundang imej sebagai sebuah buku yang tampil ala kadarnya, cepat lusuh, namun memiliki magnet visioner yang layak ditafsir ulang. Ini terjadi geguritan-geguritan yang ada didalamnya dengan simbol-simbol  yang harus dibedah dan pembaca bisa mendapatkan kucuran pencerahan yang dikandung masing-masing guritan. Bahkan tidak mustahil, jika sudah berhasil diapresiasi, dalam kurun waktu tertentu akan menggoda pembacanya untuk melakukan tafsir ulang. Hasilnya, makna bisa konsisten tetapi juga bisa menawarkan makna baru sesuai dengan intensitas pemahaman pembacanya.

Manipulasi Kebijakan Pendidikan

Karya Darmaningtyas dan Edi Subkhan

Resensi ditulis Najamuddin Muhammad

Dimuat SUARA MERDEKA, 29 April 2012

Darmaningtyas dan Edi Subkhan lewat buku, Manipulasi Kebijakan Pendidikan mencoba menelanjangi kebijakan pendidikan yang terkonsep dan terimplementasi salah kaprah. Kritik kebijakan notabene hanya melihat realitas sosial yang kurang selaras dengan idealitas pribadi atau golongan tertentu, berbeda dengan Darmaningtyas dan Edi Subkhan yang melakukan kajian kritis berdasarkan Renstra (Rencana Sentrategis) Pembangunan Pendidikan Nasional, baik pada 2005-2009 maupun pada 2010-2014. Ini semacam evaluasi kritis terahadap kebijakan pendidikan nasional.

Playing “God”

Karya Rully Roesli

Resensi ditulis Igy

Dimuat TRIBUN JOGJA, 29 April 2012

Dalam kehidupan, tak sedikit manusia yang sebenarnya layak dilabeli “God”. Peryataan tersebut sesuai  pengejawantahan makna kata “God” dalam buku ini, yang merujuk sebuah tindakan  terkait manusia dalam membuat kepeutusan penting, yang secara signifikan mempengaruhi kehidupan orang lain. Pelabelan kata “God” pun , kemudian mengacu secara lebih spesifik kepada profesi yang ditekuni beberapa individu. Bahkan,  seiring berjalannya waktu, beberapa profesi tersebut telah mengakrabi dan melekukan apa yang dimaksud dengan idiom “God” dalam buku ini.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan