-->

Literasi dari Sewon Toggle

Buku-Buku yang Paling Menjengkelkan

Yang Beruntung Dapat “6buku6orang” Pekan Pertama April “Buku Menjengkelkan”:
(1) Wahyudi Akmaliah @Wah_AM (2) Agus Priyo W @NazilKH (3) Azia Azmi @zhya_azmee (4) Indri ‘Juwono’ @miss_almayra (5) Gh Arief Wijaya @gh_arya (6) Desta Wasesa @HutanKapas

#KadoBuku 6 Orang 6 Buku. Foto model: Faiz Ahsoul

#KadoBuku 6 Orang 6 Buku. Foto model: Faiz Ahsoul

Buku adalah jendela dunia. Pepatah petitih itu nyaris klasik ketika buku masih menduduki tempat terhormat sebagai medium persebaran pengetahuan manusia. Tapi tak semua jendela itu bagus, tak semua buku itu baik. Ada yang terpuji, ada yang terkutuk. Ada yang tak terlupakan karena memberi haru dan keajaiban dalam hidup; ada pula yang tak terlupakan karena menjengkelkan dan bahkan isinya brengsek.

Sundal Ngarep Omahmu yang berakun @pitoist di twitter misalnya. Ia cinta buku, ia sayang buku. Pengakuannya begitu. Kecuali “buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri,” akunya dalam tagar pengakuan #kadobuku yang diselenggarakan @radiobuku untuk ulang tahun Indonesia Buku (IBOEKOE) ke 6, 2006-2012.

#Kadobuku pekan pertama April (3-7) ini mengangkat tema “Buku Yang Bikin Kamu Jengkel”. Diikuti 30-an pemilik akun twitter, bahkan ada yang beberapa kali melontarkan buah khuldi kejengkelan.

Tak semua secara spesifik menyebut judul. Ada yang jengkel–dan mungkin trauma–hanya dengan tema buku-buku itu. Ada yang bahkan mengutuk “Buku Nikah” yang begitu tipis, tapi sangat mahal untuk mendapatkannya (pengalaman @zenrs). Beberapa menyebut “Buku Tabungan” yang tak bersahahabat dan hanya menabung kesengsaraan.

Ada yang lupa judul, ingat nama penulis, tapi tetap merasa dizalimi buku itu karena terjemahan kacau (@pradewitch)

Yang lain-lain bersikap normal. Menyebut judul–bahkan penulis– dengan alasan-alasan yang selama ini tersembunyi.

Tapi tak semua menjengkelkan karena isi buku. Ada yang jengkel karena berkali-kali buku itu dipakai untuk menggaet hati perempuan, tapi selalu ditolak (pengalaman @Wah_AM). Sebut saja buku ingkar janji.
Beberapa booklovers menyukai (isi) buku itu, tapi ciut melihat tebal bukunya, seperti pengalaman @hahnsaja dan

Dan masih banyak lagi alasan-alasan mengapa buku-buku itu menjengkelkan, seperti trauma dengan buku-buku saat sekolah, seperti yang dialami @miss_almayra dan @irwanbajang.

Inilah buku-buku yang paling menjengkelkan versi booklovers:

DestaWasesa @HutanKapas
@radiobuku The Swordles Samurai. Karena mendompleng sejarah untuk penyebaran motivasi. JD lebih terkesan buku motivasi #KadoBuku

Andreas Hery Saputro @bebekandre
buat saya gak ada buku yg ngebosenin. Klo kurang cocok dg isinya, saya kasihkan org lain/ disumbangkan. Mungkin lebih berguna… dan buku yg paling banyak saya sumbangkan adl ttg motivasi diri. @radiobuku #KadoBuku

indri ‘juwono’ @miss_almayra
(1) buku menyebalkan: buku penataran P4, GBHN, Tap MPR no II/1978. SMP, SMA, Kuliah nggak ngerti gunanya apa. (2) (2) “Twilight series”. Ketipu baca vampir e, ternyata romance. Cuma baca karena ditantangin. #KadoBuku

Irwan Bajang @Irwanbajang
Buku yg bikin sy sebel: buku pelajaran matematika sy gak pernah paham untuk apa bljr sin, cos, tan &aljabar! #kadobuku

Sahad Bayu @sahadbayu
@radiobuku Oke! Buku yg paling menjijikkan adalah buku yang ditulis sama ghostwriter! #kadobuku *siap-siap ditikam ghostwriter sedunia*

Sundal Ngarep Omahmu @pitoist
@radiobuku gw ga pernah jijik ama buku, kecuali buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri #kadobuku

kaka qiqieyou @qiqieyou
@radiobuku “Kamus Bahasa Perancis” apalagi deng! Jengkelin, gk mampu dbc smlman. bikin pusing +ngantuk ciinnn.!! S(????)?

Sundal Ngarep Omahmu @pitoist
(1) gw ga pernah jijik ama buku, kecuali buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri. (2) buku terjemahan yg penyampaiannya jelek sekali rasanya gw pen ketemu penerjemah & editornya & ngulang nerjemahin bareng. (3) buku apapun yg ditulis & diterbitkan demi ego tanpa pertimbangan kaidah penulisan yg baik dgn bahasa berantakan & typo #kadobuku

Tomy son of Saleh @T0MSAL
@radiobuku buku novel terjemahan dgn setting andalusia wkt zmn Islam. “Pembawa Kabar dari Andalusia”, Ali Al Ghareem. Syaamil. sebal dgn data tahun/abad yg tdk akurat/kontradiktif. jd gak asik.

Edy Firmansyah @semut_nungging
“Genealogi Moral”-nya Nietzsche. aku tak pernah paham apa isinya sampek skrg. Mungkin aku yg o’on ato emang ribet isinya? @radiobuku #kadobuku

Dika Prasetyo W @Dika_Prasetyo
@radiobuku “Putri Cina”-Sindhunata. Alurnya gak jelas, tapi sangat bagus penggambaran tokohnya 😀

@mapoenk
“SelaputDaraLastri”, cumak 2 cerpen dri 15 yg aku suka #KadoBuku

fahri salam @fahrisalam
@radiobuku “Cala Ibi” mbak Nukila Amal, selalu gagal selesai mbaca. *bukan pembaca prosa interior*

Famega Syavira Putri @cyapila
“Mereka yang Dilumpuhkan” Bikin bosen tapi pengen baca, tapi tetep bosen sampai akhir.

pradewi tri chatami @pradewitch
(1) tau ga judul buku terjemahan Heidegger yg tipis gitu. Buku itu nyebelin: udah mah konsepnya susah, terjemahannya jelek. (2) “Buku Catatan Hutang”. Harusnya gue gak punya buku macam begitu #KadoBuku

agungdeha @agungdeha
buku yg plng nyebelin adlh buku yg udh dipesn tapi blm byr. Buku pesnan yang byrny murah bngt. buku byrn yg upahnya dimakan tmn.

Gh Arief Wijaya @gh_arya
“The Great Gatsby” Murakami yg jelek. jika tidak ada nama Fritzgerald & karena “rekomendasi” Murakami, ngga akan saya baca 3x. Isine biasa ae. #kadobuku

felicia @felicia_hana
@radiobuku buku “5 cm”. Bner2 bukan novel, isinya cuma gabungan lirik2 lagu sm kutipan puisi n film. Ngebosenin #radiobuku.

ratna ariani @mb_ratna
Buku tabungan, ga nambah2

Zen RS @zenrs
“Buku Nikah”. Segitu aja tapi praproduksi dan produksinya mahal sekali.

ary cahya @lalathijau
buku paling menyebalkan: “autumn of patriarch”, ga ada paragrafnya, masa kudu dibaca sedudukan? #KadoBuku (ditambahkan @fahrisalam: Gabo lagi renang kali ya pas nulis “musim gugur patriark”. Rumput kata, anak-anak kalimat, sungai mahabesar paragraf)

d*uz @d_uz
@radiobuku “TheJudge/SangHakim”, utk sekelas filsuf&laureat Nobel,novel EllieWiesel ini ga beda dgn novel2 detektif popular. #KadoBuku

azia azmi @zhya_azmee
@radiobuku “my name is red” – orhan pamuk, engga ngerti2 ceritanya.Udh baca ulang 3x, slalu brhenti di tgh2.Trus bukunya aku swap 😀 #KadoBuku

Yayas @AnindraS
@radiobuku “Foucault’s Pendulum”-nya Umberto Eco. Merasa autis saat membacanya, krn hrs mojok spy bs konsentrasi&butuh;waktu berhari-hari pula,ha2 #KadoBuku

Catastrova Prima @pima96
“Chicken Soup For The Soul”, wacana yg terlalu memanjakan hati #KadoBuku

Agus Priyo W @NazilKH
Menyebalkan? Emm, buku “HARUS BISA!” Alasannya? Emm, ada pada cover Om. Emm entahlah.. :)) #KadoBuku

Dimas Eka M.N @dmsNugraha
@radiobuku buku “Madilog”nya Tan Malaka pusing bacanya agak sulit dimengerti #KadoBuku

Wahyudi Akmaliah @Wah_AM
(1) “Perempuan Al-Qur’an”, Quraish Sihab. Sering jd kado buat dekatin ukhti, tp 3 kali kasih pd ukhti berbeda ditolak. (2) cara jadi penulis. Dah punya 6 buku spt ini, trmasuk “Aku,Buku,sepotong SajakCinta”.Tetap g bisa nulis n jd penulis. (3) Buku-buku karya Muhidin M.Dahlan yg terkini. Selain tebal,jg bisa buat ngelempar maling.Habiskan waktu buat bacanya he2. (4) Buku karyaku sendiri, “Islah di Tanjung Priok”.Aku yg nulis,aku yg baca, eh aku yang beli juga buat dikasih teman. #KadoBuku @radiobuku

hahn @hahnsaja
@radiobuku buku “Tetralogi Buru”. alasannya, ga bosen bacanya, tapi bukunya tebel beud 😀 #KadoBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan