-->

Kronik Toggle

Biografi Perjalanan Hidup Anne Avantie

Tak mudah mengungkapkan berbagai kekurangan dan sisi buruk diri sendiri dalam sebuah buku yang bisa dinikmati masyarakat umum. Apalagi jika Anda dikenal banyak orang. Namun Anne Avantie berani melakukan hal ini melalui buku barunya yang bertajuk Anne Avantie: Inspirasi, Karya dan Cinta, diluncurkan  jelang Hari Kartini, pada Jumat (20/4/2012) di Jakarta.

Buku ini merupakan buku yang ditulisnya sendiri berdasarkan pengalaman pribadinya. Karyanya ini pun dikategorikan sebagai buku biografi. “Buku ini saya tulis sendiri selama enam bulan,” tukas Anne Avantie kepada Kompas Female, ketika ditemui sesaat setelah peluncuran buku kolaborasi Anne bersama Andiyanto, Damai Negeriku, di hotel Dharmawangsa, Rabu (18/4/2012) lalu, beberapa hari sebelum peluncuran buku terbarunya.

Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, di buku terbarunya ini Anne lebih banyak bercerita seputar kehidupan pribadinya, inspirasinya berkarya, kehidupan keluarganya, motivasi diri, prestasi dan talenta yang dimilikinya cerita lintas agama, sampai beberapa cerita yang kurang menyenangkan seperti masalah perceraiannya dengan suami pertamanya.

“Tidak mudah untuk berbagi cerita kejelekan dan kekurangan diri sendiri, tapi saya hanya manusia biasa yang tidak sempurna tapi juga punya sisi positif dan negatif sama seperti orang lainnya,” tukas Anne.

Diakuinya, saat menulis buku ini tidaklah terlalu sulit karena pada dasarnya ia adalah seorang kolumnis di sebuah majalah rohani, dan ternyata ia juga suka untuk menulis berbagai cerita rohani.

Uniknya, dalam proses pembuatan buku ini ternyata perempuan kelahiran Semarang ini mengaku bahwa ia masih menulis semua jalan ceritanya ini dalam lembaran kertas HVS.

“Saya tidak bisa menggunakan komputer, jadi saya tulis tangan di atas kertas dan digulung dengan kertas tanpa halaman. Dan kadang ada satu lembar kertas yang hilang jadi harus diingat-ingat lagi ceritanya,” papar Anne sambil tertawa.

Melalui buku “catatannya” ini, Anne berharap bisa menjadi saluran inspirasi banyak orang melalui cerita-cerita yang diungkapkannya dengan jujur. Selain itu, melalui buku ini pula Anne berusaha untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang terutama bagi mereka yang membutuhkannya.

“Semua royalti dari buku ini akan disumbangkan kepada yayasan Hydrocepalus di RS St Elisabeth, Semarang,” pungkasnya.

*)Kompas.com, 21 April 2012

1 Comment

suyanto - 08. Jan, 2013 -

yth pimpinan yayasan anna avante
saya mempunyai anak bayi berumur 6 bulan jenis kelamin perempuan penderita hydrocepalus mohon saya minta bantuannya mengeluarkan cairan dikepalanya yg semakin besar, dirumah sakit cipto memakai kjs tetap saja dipersulit dan anak saya dari umur 1 bulan s/d 6 bulan belum ada operasi, padahal anaK SUDAH DICITISCAN.
mohon bantuannya kepada yayasan anna avante untuk mengobati anak saya, sebelumnya banyak2 terima kasih.
dengan:
ibu yuningsih
no HP 081280374356
alamat kp pulo jahe rt02/10
kel:jatinegara
Kec: cakung
jak-tim

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan