-->

Kronik Toggle

Tulis Dongeng, Evan Ingin Masa Kecil Berakhir Bahagia

BAGI Evan Raditya Pratomo, setiap anak harus diperkenalkan dengan kisah-kisah yang berujung kebahagiaan. Dia tidak ingin masa kanak-kanak dibayangi kisah-kisah misteri yang menakutkan.

Inilah yang melatarbelakangi mahasiswa Universitas Ciputra (UC) ini membuat buku cerita anak dengan ilustrasi yang menyenangkan. Dia juga membuat sebuah usaha Children Illustration Studio bernama Papercaptain. Usaha ini dia mulai sejak Juni 2011. Studio yang didirikannya ini merupakan studio bergerak tanpa kantor nyata. Usahanya bergerak ke mana pun dia pergi.

Mulanya, Evan iseng mencoba mengilustrasikan cerita anak dalam desain yang menyenangkan. “Menyenangkan ini jika dilihat dari warna dan sosok di dalam gambar tersebut,” ujar mahasiswa semester enam Fakultas Visual Communication Design ini.

Menurutnya, masa kanak-kanak hanya terjadi sekali saja dalam hidup. Untuk itulah masa kecil ini harus berakhir bahagia layaknya dongeng anak. Dari sinilah Evan mulai beranjak dengan mengotak-atik cerita-cerita bergambar. Dia pun mencoba mendesain cerita anak sesuai impiannya.

Dongeng yang dibuat Evan ini diwujudkan sesuai keinginannya. Sosok yang diciptakan berwajah bulat dengan pipi memerah. Bibirnya selalu menampakkan senyum ceria di tengah padang rumput yang hijau. Bahkan sosok ini pun dikelilingi banyak hewan bersahabat seperti kupu-kupu ataupun kucing.

Warna-warna yang Evan bubuhkan pun begitu menenangkan mata. Memang konsep yang diusung Evan adalah perpaduan antara gaya dongeng klasik dengan seni anak-anak. Karena itulah warna yang disuguhkan Evan tak jauh dari warna alam yang tenang.

“Banyak warna yang mengarah pada tanah seperti cokelat, kuning, pink, hijau dan lainnya yang memang lebih soft meski terang,” tutur pemuda berkacamata ini.

Seperti maskot Papercaptain yang lucu dengan pakaian ala kondektur kereta api. Jika diperhatikan, sosok Papercaptain mirip diri Evan, hanya saja kecil.

Tubuh Papercaptain pendek kecil dengan rambut cokelat. Pipinya bulat dengan titik-titik merah. Topi yang dikenakannya pun lebih kecil daripada ukuran kepalanya. Bajunya berupa setelan celana biru dengan garis kuning di bawahnya. Jas yang dikenakan maskot inipun biru senada dengan dasi bertengger di lehernya yang gemuk pendek.

Bahkan untuk urusan warna Evan sangat membebaskan. Awan dalam desainnya tak melulu harus biru. Evan juga menorehkan awan oranye cerah seolah awan sedang tersambar sinar matahari yang akan tenggelam.

Untuk sosok lakon dongengnya, Evan banyak terinspirasi kisah dongeng. Telinga yang digambarkannya seringkali panjang ke atas layaknya kurcaci. Adapula sosok naga yang sengaja dia buat seperti bayi naga. Senyum selalu tergambar di wajahnya yang oranye.
Sosok naga ini jadi tak menakutkan sama sekali karena ia lucu dengan sayap mini dan telinga yang menjulang ke atas.

Terkadang tubuh hewan yang digambarkan Evan tak polos begitu saja. Ada desain burung hantu yang dia buat berwarna-warni. Bulu tubuhnya ada yang spiral, membulat ataupun segitiga dengan berbagai macam warna.

Cita-citanya menyenangkan anak-anak kini sudah terwujud. Evan sudah didapuk untuk membuat ilustrasi buku cerita anak oleh penulis cerita anak kawakan. Buku berjudul Aaron and The Magic Apple yang merupakan seri Magic ABC Storybook karya penulis Arleen Amidjaja merupakan hasil ilustrasi Evan. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia grup.

Ada pula buku Milly The Milky Dwarf dari seri The Fun Way to Learn English karya penulis Selviya Hanna yang juga diilustrasikan oleh Evan sendiri. Buku ini pun diterbitkan tahun ini oleh MIC Publishing.

Selain sudah berhasil menerbitkan dua cerita bergambar, Evan juga menorehkan sederetan prestasi. Dia pernah tergabung dalam Biennale Exhibition 2011 dengan mempersembahkan beberapa karyanya. Evan juga pernah menjuarai berbagai kompetisi seperti Runner Up on Japanese Cloth Design Competition in East Java, Indonesia 2009, Best Student Award on Visual Communication Design for 2009’s grade Universitas Ciputra, 3rd Winner for Sour Sally Cover Design Competition Indonesia 2011, Best Business Concept Award and Young Innovator Award at Etrepreneurship 4 Award on Universitas Ciputra 2011.

Memang Evan adalah satu dari banyak pemuda berprestasi di Indonesia. Ini karena cita-citanya sudah dia laksanakan sejak duduk di bangku kuliah. “Di Universitas Ciputra memang semua mahasiswa diwajibkan mempunyai usaha sendiri. Tapi tak semua anak bisa sukses seperti Evan,” tukas Dosen Visual Communication Design UC Christian Ang. (oktalia ary/koran si)(//rfa)

*)Okezone, 0 Maret 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan